SARGA.CO – Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ungkapan itu berlaku juga bagi kuda pacu. Jajamine, filly (kuda betina muda) berusia tiga tahun ini mulai memperlihatkan tabiat unik dan keras kepala yang diwarisi langsung dari sang ayah, stallion legendaris Gold Ship, yang terkenal dengan kepribadiannya yang eksentrik di lintasan.
Sifat pemberontak Jajamine ini memuncak dalam insiden dramatis di Hanshin Racecourse pada 20 Juni 2026, yang membuatnya terpaksa dicoret dari daftar (scratch) dari race 6 setelah mengamuk dan menolak keras untuk memulai balapan.
Anak dari pasangan Gold Ship dan Satono Jasmine ini dilaporkan mendadak sangat gelisah saat berada di area pra-balapan. Ia menolak untuk ditunggangi dan berkali-kali enggan memasuki gerbang start (starting gate). Saat para petugas berusaha menenangkannya, situasi justru semakin sulit diatasi hingga membahayakan keselamatan. Demi menjaga kesejahteraan sang kuda, pihak panitia dan pemilik akhirnya memutuskan untuk membatalkan keikutsertaannya hari itu.
Beruntung, aksi mogok tersebut hanya menyisakan luka ringan pada filly berbulu putih tersebut. Sang joki, Mirco Demuro, juga berhasil lolos tanpa cedera dan tetap dapat melanjutkan jadwal balapan lainnya pada hari itu.
Pembatalan ini terjadi hanya berselang beberapa minggu setelah Jajamine menjalani debutnya di Kyoto Racecourse pada 9 Mei, dalam ajang balapan maiden tiga tahun, jarak 2.000 meter, di lintasan rumput (turf).
Sesaat sebelum balapan dimulai, rekaman televisi sudah menunjukkan Jajamine yang terus menggelengkan kepala dan bertingkah gelisah di mounting yard— sinyal awal dari kecemasannya. Saat balapan berlangsung, ia kesulitan mengontrol ritme di fase awal dan akhirnya kedodoran di trek lurus terakhir, hingga finis di posisi 14 dari 15 peserta.
(Seina Imamura Catat Sejarah, Joki Perempuan Pertama yang Menang G1 di Jepang)
Ujar Joki Seina Imamura usai mendampingi kuda itu di race debutnya dengan optimisme.
Insiden terbaru di Hanshin ini langsung menarik perhatian komunitas pacuan kuda Jepang serta para penggemar Uma Musume di seluruh dunia. Wajar saja, garis keturunan Gold Ship memang selalu dinanti-nantikan karena anak-anaknya sering kali mewarisi kepribadian yang "ajaib" dan keras kepala.
Tak mengkritik keputusan mundurnya Jajamine, sebagian besar fans justru merasa lega karena kuda dan jokinya selamat tanpa cedera serius.
Beberapa netizen di sejumlah forum pecinta kuda pacu Jepang juga menilai bahwa perilaku Jajamine kali ini mirip dengan debutnya yang kurang tenang. Mereka berharap pihak pemilik memberikan waktu lebih bagi sang filly muda untuk tumbuh dewasa sebelum kembali ke lintasan> Bahkan ada pula usulan mempertimbangkan apakah ia memang tidak cocok dengan dunia pacuan yang penuh tekanan.
Walaupun insiden dramatis di gerbang start sesekali terjadi dalam dunia pacuan kuda, keputusan untuk membatalkan keikutsertaan selalu didasarkan pada faktor keselamatan. Membiarkan kuda yang sedang cemas atau tidak terkendali tetap bertanding bisa membahayakan sang kuda sendiri, joki, maupun peserta lainnya di lintasan.
Dengan menarik Jajamine dari kompetisi, pihak ofisial memastikan filly tiga tahun ini terhindar dari stres yang lebih berat. Langkah ini memberikan waktu baginya untuk mendapatkan perawatan dan evaluasi yang tepat sebelum kembali ke sesi latihan.
Beberapa kuda Thoroughbred memang bisa beradaptasi cepat dengan atmosfer balapan, namun sebagian lainnya butuh kesabaran ekstra sebelum bisa merasa nyaman di lingkungan hari-H balapan yang sangat bising dan ramai.
Apakah Jajamine akan kembali ke lintasan setelah menjalani pelatihan khusus atau justru memilih jalan lain di luar balapan, kisahnya menjadi pengingat berharga bagi dunia berkuda: setiap kuda berkembang dengan kecepatannya masing-masing, dan kesejahteraan mereka harus selalu berada di atas kompetisi.
Install SARGA.CO News
sarga.co