SARGA.CO — Persaingan memperebutkan gelar prestisius Longines World's Best Jockey 2026 semakin memanas memasuki pertengahan tahun. Berdasarkan klasemen sementara per 12 Juli 2026, jockey papan atas asal Selandia Baru, James McDonald, kokoh berdiri di puncak klasemen. Dominasi luar biasa ini membuka peluang besar baginya untuk mengejar capaian elite, meraih gelar joki terbaik tiga kali berturut-turut, alias threepeat.
Hingga periode paruh musim ini, James McDonald telah mengumpulkan total 112 poin. Keunggulan mutlak ini diraih berkat performa impresifnya di panggung balap internasional terkualifikasi, di mana ia sukses mencatatkan 8 kemenangan (peringkat pertama) dan 4 kali finis di tempat ketiga.
Gelar World's Best Jockey bukanlah hal baru bagi McDonald. Jika ia mampu mempertahankan performa apik ini hingga akhir periode penilaian pada 30 November nanti, ia akan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu joki terhebat sepanjang masa dengan raihan tiga gelar beruntun.
Sebelumnya, McDonald tampil sangat dominan pada edisi 2024 dengan mengoleksi 160 poin, dan mencatatkan rekor luar biasa pada tahun 2025 dengan raihan fantastis sebesar 184 poin. Koleksi trofinya di ajang ini juga mencakup gelar juara dunia pada tahun 2022.
Salah satu faktor terbesar yang melambungkan peluang James McDonald untuk menyegel gelar threepeat tahun ini adalah kemitraan emasnya dengan kuda legendaris, Romantic Warrior. Kuda juara dunia asal Hong Kong ini telah terbukti menjadi mesin pendulang poin Group 1 yang luar biasa bagi McDonald di berbagai penjuru dunia—mulai dari kejayaan bersejarah di Cox Plate (Australia), Queen Elizabeth II Cup (Hong Kong), hingga Yasuda Kinen (Jepang).
Mengingat sistem penilaian Longines World's Best Jockey hanya menghitung 100 balapan Group/Grade 1 (G1) dengan rating tertinggi di dunia, menunggangi kuda sekaliber Romantic Warrior memberikan jaminan poin kualitas tinggi bagi McDonald.
Kendati memimpin dengan selisih yang cukup nyaman, posisi McDonald sama sekali belum aman. Di peringkat kedua, sang rival lama, Ryan Moore, terus menguntit dengan perolehan 84 poin. Moore, yang merupakan pemenang penghargaan ini pada edisi 2021 dan 2023, menunjukkan konsistensi tinggi musim ini dengan mengemas 4 kemenangan dan 6 kali finis di posisi runner-up.
Pertemuan kedua nama besar ini menegaskan dominasi mutlak mereka di kancah balap kuda global. Sejak tahun 2021, praktis belum ada joki lain yang mampu meruntuhkan dominasi antara McDonald dan Moore dalam perebutan predikat terbaik di dunia.
Di bawah dua pemuncak klasemen sementara, joki legendaris yang berbasis di Hong Kong, Zac Purton, mengamankan posisi ketiga dengan 70 poin (5 kali menang, 1 kali peringkat kedua, dan 1 kali peringkat ketiga). Sementara itu, William T. Buick berada di posisi keempat dengan 60 poin, disusul ketat oleh Jose L. Ortiz di peringkat kelima dengan 56 poin.
(Ka Ying Rising Puncaki Klasemen Sementara Kuda Terbaik 2026 bersama Ombudsman)
1. James McDonald — 112 Poin
2. Ryan L. Moore — 84 Poin
3. Zac Purton — 70 Poin
4. William T. Buick — 60 Poin
5. Jose L. Ortiz — 56 Poin
6. Mickael Barzalona — 52 Poin
7. Ryusei Sakai — 50 Poin
8. Craig A. Williams — 50 Poin
9. Christophe Patrice Lemaire — 42 Poin
10. Billy Loughnane — 34 Poin
Penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh International Federation of Horseracing Authorities (IFHA) dan Longines ini dihitung berdasarkan performa jockey pada 100 balapan Group 1 dan Grade 1 (G1) dengan rating tertinggi di dunia. Akumulasi poin dihitung sejak 1 Desember tahun sebelumnya hingga 30 November tahun berjalan. Setiap joki mendapatkan 12 poin untuk peringkat pertama, 6 poin untuk peringkat kedua, dan 4 poin untuk peringkat ketiga.
Install SARGA.CO News
sarga.co