SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda, tak banyak nama yang mampu memadukan keagungan prestasi dan kisah comeback ikonik sepert Princess Rooney. Mare dengan warna bulu abu-abu ini tidak hanya menjadi juara di lintasan, tetapi juga menciptakan salah satu cerita paling dramatis dalam sejarah olahraga The Sport of Kings.
Lahir pada 22 Maret 1980 di Kentucky dari pasangan Verbatim dan Parrish Princess, Princess Rooney memulai kariernya sebagai yearling yang sebenarnya tak terlalu mencolok di pasar, dijual hanya seharga US$38.000 (Rp643 juta).
Namun sejak debutnya pada 22 Mei 1982 di Calder Race Course, ia mulai menunjukkan kelasnya dengan kemenangan meyakinkan, membuka jalan menuju fakta bahwa ia bakal menjadi kuda yang berbeda dari rata-rata.
Princess Rooney segera menjadi ancaman di dunia balap. Ia meraih kemenangan spektakuler di Grade 1 seperti Frizette Stakes dan Gardenia Stakes, menutup musim dua tahunnya dengan dominasi yang luar biasa.
Tentu saja, cerita kejayaan tidak selalu mulus. Ketika memasuki usia empat tahun, kariernya sempat goyah setelah ia mengalami hasil mengecewakan di Bal Harbour Stakes dan cedera karena kecelakaan ketika dipindahkan ke pelatihan baru di California.
Kebangkitan Menuju Kejayaan
Melalui kerja keras pelatih Neil Drysdale, Princess Rooney perlahan kembali ke performa terbaiknya. Ia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan kemenangan di Vanity Invitational Handicap dengan rekor waktu trek, dan tak lama kemudian kembali dominan di Spinster Stakes.
Namun puncak cerita adalah Breeders’ Cup Distaff pertama di Hollywood Park. Dalam balapan yang penuh tantangan ini, Princess Rooney meledak keluar dari tikungan terakhir dan menang dengan jarak tujuh panjang, sebuah kemenangan yang mengukuhkan dirinya sebagai salah satu mare terbaik di generasinya.
Dengan capaian itu, ia pun akhirnya meraih Eclipse Award — Champion Older Female, penghargaan tinggi yang lama ia idamkan setelah sebelumnya kerap kalah tipis dalam perolehan gelar serupa.
Statistik yang Memukau dan Warisan Abadi
Karier Princess Rooney mencatatkan, 17 kemenangan, 2 kali juara kedua, dan sekali juara ketiga dari 21 start. Ia adalah kuda pertama yang memenangkan balapan Breeders’ Cup dan kemudian diabadikan di National Museum of Racing Hall of Fame.
Warisan Princess Rooney tidak hanya berhenti di lintasan. Namanya juga diabadikan dalam Princess Rooney Stakes, sebuah balapan bergengsi di Gulfstream Park yang menjadi bagian dari rute menuju Breeders’ Cup Filly & Mare Sprint. (Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co