test

Better experience in portrait mode.
Carry Back

Carry Back, Kuda Pacu 'Cinderella' yang Menaklukkan Dunia Balap

BloodHorse Library

SARGA.CO - Dalam sejarah pacuan kuda, kisah sukses dari nol hingga puncak bukanlah hal asing. Namun, hanya sedikit yang bisa menandingi cerita Carry Back, kuda pacu legendaris yang lahir dari keterbatasan, diremehkan sejak awal, namun akhirnya mencuri hati jutaan penggemar balap kuda. Kisahnya kerap disebut sebagai dongeng Cinderella versi lintasan pacu.

Segalanya bermula dari seorang pensiunan pengusaha asal Florida, Jack Price, yang sekadar menyalurkan hobi membiakkan kuda Thoroughbred. Ia membeli seekor induk kuda bernama Joppy dengan harga yang nyaris tak masuk akal: sekitar US$150 (sekitar Rp2,4 juta) ditambah penghapusan utang senilai US$150. Joppy kemudian dikawinkan dengan pejantan yang nyaris tak dikenal, Saggy, dengan biaya kawin hanya US$400 atau sekitar Rp6,4 juta.

Dari total investasi sekitar US$700 (sekitar Rp11,2 juta), jumlah yang sangat kecil dalam dunia balap kuda, lahirlah Carry Back, seekor anak kuda cokelat polos tanpa tanda istimewa. Tubuhnya pun relatif kecil. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, tersembunyi jiwa petarung sejati.

Dari Kuda Biasa Menjadi Jawara

Sebagai kuda berusia dua tahun, Carry Back menunjukkan dua karakter utama: daya tahan luar biasa dan kemampuan berlari jarak jauh. Ia menjalani debut balapnya bahkan sebelum genap berusia dua tahun dan tampil sangat aktif, hingga 21 kali balapan dalam satu musim, jumlah yang nyaris tak terbayangkan di era modern.

Dari Kuda Biasa Menjadi Jawara

Kerja keras itu membuahkan hasil. Menjelang akhir musim, Carry Back berhasil menjuarai beberapa balapan bergengsi seperti Cowdin Stakes, Garden State Stakes, dan Remsen Stakes, menjadikannya salah satu kuda muda terbaik pada tahun 1960.

Pada 1961, Carry Back memasuki panggung terbesar, Kentucky Derby. Meski berasal dari Florida, daerah yang jarang melahirkan pemenang Derby, ia justru dijagokan publik. Dengan gaya khasnya yang selalu melesat dari belakang, Carry Back melesat luar biasa di lintasan lurus terakhir dan memenangkan balapan paling bergengsi di Amerika Serikat itu dengan meyakinkan.

Jack Price bahkan mengaku awalnya hanya berharap membawa pulang hadiah posisi kedua senilai US$25.000 (sekitar Rp400 juta) untuk menutup biaya. Namun Carry Back memberi lebih dari sekadar kemenangan, ia memberi sejarah.

Dua pekan kemudian, Carry Back kembali menunjukkan mental baja dengan menjuarai Preakness Stakes, meski akhirnya gagal meraih Triple Crown setelah tampil mengecewakan di Belmont Stakes akibat cedera.

Sang Juara Rakyat

Alih-alih meredup, Carry Back bangkit. Ia menutup musim 1961 dengan kemenangan atas kuda-kuda senior dan dinobatkan sebagai Juara Kuda Jantan Usia Tiga Tahun. Di usia empat tahun, ia semakin matang, fleksibel, dan berbahaya, bahkan mampu mengalahkan legenda besar seperti Kelso, kuda terbaik Amerika saat itu.

Keberaniannya tak berhenti di Amerika. Jack Price membawa Carry Back ke Prancis untuk tampil di Prix de l’Arc de Triomphe, balapan paling prestisius di Eropa. Meski hanya finis ke-10, langkah ini sudah dianggap revolusioner pada masanya dan memperkuat status Carry Back sebagai ikon global.

Warisan yang Tak Pernah Padam

Setelah pensiun, Carry Back memang tidak menjadi pejantan paling sukses, tetapi ia menurunkan kuda-kuda yang terkenal tangguh dan awet berlomba, mencerminkan karakternya sendiri. Carry Back meninggal dunia pada usia 25 tahun, namun kisahnya tetap hidup.

Seorang jurnalis menulis, Carry Back mungkin tidak memenangkan Triple Crown, tetapi ia memenangkan hati, pikiran, dan emosi rakyat biasa. Hampir setengah abad berlalu, namun gaya larinya yang dramatis, dari posisi terakhir menuju kemenangan, masih dikenang sebagai salah satu cerita paling menggetarkan dalam sejarah pacuan kuda.

(Sumber: America's Best Racing)

Sponsored Ad
Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Seminar ini menjadi upaya Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda PORDASI untuk menyelaraskan prespsi para verifikator sertifikat kuda Indonsesia.

Baca Selengkapnya
Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Dia juga memecahkan lagi rekornya sebagai kuda dengan pendapatan tertinggi di dunia dengan koleksi total hadiah sebesar HK$288,7 juta (sekitar Rp600 miliar).

Baca Selengkapnya
Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1 Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Baca Selengkapnya
Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Baca Selengkapnya
Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Beralih dari Kelas Sprint ke Jarak Menengah, Agatha Star langsung naik podium juara.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Baca Selengkapnya
Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Joki Angel Manarisip dan Pelatih Ardhi Wijaya siap memulai lagi perlawanan terhadap War Kudeta.

Baca Selengkapnya
Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Lamaru Wining disuntik mati pada Kamis (21/5), setelah disuntik mati karena kondisinya yang makin memprihatinkan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari
Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rekor kemenangan Yutaka Take di pacuan Jepang sampai Ghostzapper jadi kuda terbaik di AS.

Baca Selengkapnya
Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Baca Selengkapnya
Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Baca Selengkapnya
Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Setelah menjadi kejutan di seri Triple Crown 2025, Wonder Land kini fokus menjadi indukan. Anak pertamanya akan lahir tahun 2026 ini.

Baca Selengkapnya
Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026 Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026

Naga Sembilan berencana kembali turun di Kelas Terbuka 2.000 meter untuk memperebutkan Paku Alam Cup, harapannya bisa berduel dengan King Argentin.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown

Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown

Baca Selengkapnya
Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan

Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan

Baca Selengkapnya
Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026 Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026

Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026

Sampai Mei 2026, Ka Ying Rising si 'raja sprint' dari Hong Kong menempati peringkat teratas dengan rangkaian kemenangan dan pemecahan rekor yang dia lakukan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026 Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026

Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026

Gadis Kireina Iskandar, Nusrtdinov Zayan Fatih, dan Brandon Toa mencetak prestasi di usia yang masih sangat muda.

Baca Selengkapnya
Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana

Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana

Kedua kuda jantan usia 3 tahun dari Eclipse Stable tersebut menjalani pemulihan sejak akhir tahun 2025 lalu.

Baca Selengkapnya
Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas

Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151 Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151

Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151

Baca Selengkapnya
Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026

Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026

Mereka adalah kuda-kuda paling cepat, paling konsisten, dan paling kuat di Indonesia’s Horse Racing: Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.

Baca Selengkapnya
Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan

Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan

Naga Sembilan scratch di beberapa detik terakhir sebelum lomba membuat kemengan Princess Gavi di Kelas Terbuka 2.000 meter kurang memuaskan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026 Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026

Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026

Sir Orbit selalu start dari belakang, namun selalu juga menyalip kuda-kuda di depannya. Apakah jarak 2.000 meter bisa memberi keuntungan untuk Sir Orbit?

Baca Selengkapnya