SARGA.CO - Jika kamu baru mengenal dunia pacuan kuda, satu hal akan segera terlihat: kuda hampir tidak pernah ditunggangi oleh joki yang sama sepanjang kariernya. Dalam berbagai balapan, joki bisa berganti-ganti dan itu sepenuhnya normal.
Mengapa begitu? Jawabannya sederhana; pemilik kuda adalah pengusaha, sedangkan joki adalah pekerja independen yang bebas memilih pekerjaan mereka. Kombinasi ini membuat proses penentuan joki sangat dinamis, penuh peluang sekaligus risiko.
Di Amerika Utara, joki bukanlah karyawan tetap. Mereka pekerja lepas yang harus mengelola sendiri kariernya, termasuk mencari pekerjaan.
Karena itu, kebanyakan joki profesional memiliki agen yang bertugas: mencarikan kuda untuk ditunggangi (disebut mount), membangun jaringan dengan pelatih dan pemilik, mengatur jadwal balapan.
Agen biasanya mengambil 20–25% dari pendapatan joki. Dan pendapatan seorang joki berasal dari: mount fee (bayaran setiap kali balapan), dan 10% dari hadiah kuda ketika menang. Bahkan joki terbaik yang menghasilkan jutaan dolar setahun pun tetap bisa diganti kapan saja jika pemilik atau pelatih memutuskan demikian.
Berikut alasan paling umum mengganti joki:
1. Cedera
Joki adalah salah satu profesi paling berisiko di dunia olahraga. Jika seorang joki cedera, pelatih harus mencari pengganti, terutama jika jadwal balapan kuda sudah ditentukan.
Contoh nyata pada Kentucky Derby 2025, Junior Alvarado harus absen karena cedera bahu. Akibatnya, Manny Franco ditunjuk untuk menunggangi Sovereignty di Curlin Florida Derby.
2. Perpindahan Sirkuit atau Lintasan
Kuda top sering berpindah lintasan atau bahkan negara. Ketika itu terjadi, pemilik atau pelatih bisa memilih, membawa joki langganannya atau memilih joki lokal yang sudah mengenal lintasan tersebut. Untuk balapan besar, biasanya joki utama tetap dipertahankan dan ikut terbang ke lokasi.
3. Perubahan Strategi Balapan
Seperti atlet lainnya, tiap joki punya gaya. Ada yang agresif dan suka menempatkan kuda di depan. Ada yang sabar dan ahli menahan kuda di belakang. Jika pelatih ingin mencoba taktik baru, misalnya memulai balapan lebih dekat ke pacesetter, mereka mungkin memilih joki dengan karakteristik berbeda.
4. Mencari Pengalaman Lebih
Ini tantangan bagi joki muda. Joki pemula (apprentice) mendapat keringanan beban sehingga kuda yang mereka tunggangi membawa bobot lebih ringan. Ini menguntungkan, tapi tidak berlaku dalam balapan stakes.
Ketika joki sudah naik level menjadi journeyman, mereka kehilangan keistimewaan itu dan harus bersaing dengan para senior. Jika kuda mereka berkembang menjadi kandidat balapan besar seperti Kentucky Derby, pemilik bisa mengganti joki pemula dengan joki berpengalaman.
Dalam pacuan kuda, ketika performa buruk terjadi, joki sering menjadi pihak yang disalahkan. Apakah joki terlambat memacu kuda? Apakah memilih jalur yang salah? Apakah terjebak tanpa ruang di trek lurus?
Terlepas dari pendapat publik, pendapat pemilik dan pelatih adalah yang menentukan dan mereka berhak mengganti joki kapan saja.
Menjadi joki adalah pekerjaan ekstrem: berisiko tinggi, penuh tekanan, dengan jadwal padat. Namun hampir semua joki setuju akan satu hal: Momen kemenangan di garis finis dan sorakan penonton membuat semua perjuangan terasa sepadan.
(Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co