SARGA.CO – Dunia pacuan kuda kembali mencatat sejarah. James McDonald, joki asal Selandia Baru yang kini berbasis di Australia, resmi meraih gelar Longines World’s Best Jockey 2025. Tidak hanya itu, pencapaian ini sekaligus menandai gelar beruntun (back-to-back) dan menjadi kemenangan ketiganya setelah sebelumnya meraih trofi prestisius ini pada 2022 dan 2024.
Penghargaan tersebut akan diberikan secara resmi di Hong Kong pada akhir bulan ini, menambah megah daftar prestasi sang joki yang kini memasuki era keemasannya.
Dominasi Sepanjang 2025: James McDonald Tak Terkejar
Longines World’s Best Jockey Award diberikan oleh International Federation of Horseracing Authorities (IFHA) dan Longines kepada joki dengan performa terbaik di balapan-balapan Group 1 dan Grade 1 paling bergengsi di dunia.
Sepanjang periode penilaian 1 Desember 2024 hingga 30 November 2025, McDonald tampil luar biasa. Ia mencatat: 12 kemenangan dari 100 balapan kelas tertinggi dunia. Memimpin klasemen sejak awal tahun tanpa tersentuh, mengumpulkan 184 poin, jauh di atas para rivalnya.
Posisi berikutnya ditempati oleh Mickael Barzalona – 132 poin dan William Buick – 114 poin. Dengan perolehan tersebut, McDonald mempertegas statusnya sebagai salah satu joki terbesar di generasinya.
Kesuksesannya tak lepas dari deretan kemenangan spektakuler di balapan paling prestisius dunia. Beberapa di antaranya: Longines Hong Kong Cup, Longines Hong Kong Mile, Queen Elizabeth Stakes, Ladbrokes Doomben 10,000, Ladbrokes Cox Plate, salah satu balapan paling ikonik di Australia
Konsistensi dan ketajamannya membuat banyak analis menyebut McDonald sebagai “joki dengan insting juara dan stabilitas tak tertandingi”.
Sistem Penilaian yang Ketat
Untuk meraih gelar ini, seorang joki harus mengumpulkan poin dari 100 balapan terbaik dunia. Denan sistem penilaian: 12 poin untuk juara, 6 poin untuk posisi kedua dan 4 poin untuk posisi ketiga
Metode ini membuat penghargaan Longines World’s Best Jockey menjadi ukuran objektif paling prestisius untuk menentukan siapa joki terbaik di dunia setiap tahunnya.
Penghargaan ini sendiri telah ada sejak 2014, dan sebelum McDonald, nama-nama besar seperti Frankie Dettori dan Ryan Moore mendominasi dengan masing-masing empat gelar.
Dengan gelar ketiganya, James McDonald semakin kokoh sebagai ikon global pacuan kuda modern. Dominasi beruntunnya di puncak ranking dunia menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar joki berbakat, melainkan atlet yang mampu mempertahankan performa di level tertinggi.
(Sumber: ifhaonline.org, rnz.co.nz)
Install SARGA.CO News
sarga.co