SARGA.CO—Rangkaian The Race of the Rising Stars resmi berakhir. Mengilas balik paruh pertama 2025, sejumlah momen tak terduga mewarnai lintasan pacu Tanah Air. Apa saja peristiwa epiknya? Berikut uraian selengkapnya.
Rangkaian The Race of the Rising Stars merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SARGA.CO. Terdapat total 10 kejuaraan beserta lima festival musik yang diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia. Dengan rangkaian kejuaraan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan animo berbagai lapisan masyarakat terhadap pacuan kuda nasional.
Ajang ini juga menjadi wadah untuk menghadirkan pacuan kuda dengan format yang lebih modern sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem pacuan kuda yang semakin profesional.
Sepanjang paruh pertama 2025, lintasan pacu Tanah Air menghadirkan banyak nama juara baru. Empat kejuaraan digelar dari Februari hingga Juni 2025, di antaranya JATENG Derby 2025, BNI Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup 2025, Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 2 2025, dan Indonesia’s Horse Racing Cup 2025.
Tercatat sebanyak 71 kuda pacu yang sukses naik podium utama di berbagai kategori pada keempat kejuaraan tersebut, mulai dari Kelas Perdana, Pemula, Remaja, Derby, hingga sejumlah kelas berdasarkan kelompok ketinggian.
Meikel Soleran merupakan salah satu joki terbaik di Indonesia. Membuka musim di JATENG Derby 2025, joki kelahiran Pinabetengan pada 31 Maret 1988 itu langsung tampil dominan dengan meraih enam kemenangan sekaligus.
Pada gelaran JATENG Derby 2025, ia sukses mengamankan empat podium utama. Kemenangan diraih di Kelas 2 Tahun Perdana A/B - 1.000 meter bersama Nara Eclipse, Kelas 2 Tahun Pemula C/D - 1.000 meter bersama Kana Eclipse, Kelas 2 Tahun Pemula A/B - 1.000 meter bersama Shogun Eclipse, serta Kelas E - 1.200 meter bersama Harata Eclipse.
Dua kemenangan lainnya ia dapatkan di podium kedua bersama Azarya Eclipse di Kelas Terbuka Sprint - 1.300 meter dan Kelas 2 Tahun Perdana C/D Heat II - 800 meter bersama Keiko Eclipse.
Rangkaian kemenangan ini menegaskan kapasitas Meikel Soleran sebagai joki yang konsisten dan sulit terbendung. Deretan podium yang ia rebut di JATENG Derby 2025 menjadi bukti nyata dominasi Eclipse Stable di awal musim.
Di Kelas C - 1.600 meter pada gelaran JATENG Derby 2025, MS Queen tampil sebagai kuda yang paling mencuri perhatian. Di bawah kendali Jones Paendong, ia menghadapi tujuh pesaing lainnya dan langsung memimpin sejak starting gate terbuka.
Meski mendapat tekanan ketat dari Hidden Star yang terus membayanginya, MS Queen tetap menjaga ritme dengan langkah yang stabil.
Memasuki 800 meter terakhir, ia meningkatkan kecepatan dan membuka jarak yang signifikan dari para rival. Dominasi itu bertahan hingga garis finis, mengantarkan MS Queen sebagai juara di kelas jarak menengah tersebut.
Ajang BNI Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup 2025 menjadi titik awal perjalanan King Argentin meraih gelar Triple Crown di Tanah Air setelah penantian 11 tahun lamanya.
Di bawah arahan Jemmy Runtu, King Argentin memulai balapan dari gate 12, posisi luar yang cukup menantang di antara 11 kuda terbaik lainnya pada Kelas Triple Crown Seri 1 berjarak 1.200 meter itu. Alih-alih terburu-buru mengambil posisi terdepan, ia tetap tenang dan tidak terpancing oleh Wonder Land yang sejak awal memimpin.
Memasuki tikungan pertama, King Argentin sempat kehilangan kendali dan mengalami drifting, membuatnya tertinggal jauh dari Wonder Land. Namun insiden itu justru menjadi titik balik. Dengan akselerasi luar biasa, ia mulai menyalip satu per satu pesaingnya. Wonder Land yang sempat unggul jauh terus mempertahankan ritme hingga 400 meter terakhir, tetapi King Argentin tampil semakin agresif.
Memasuki tikungan terakhir, meski kembali sedikit melebar, King Argentin mampu memaksimalkan tenaganya hingga akhirnya memenangkan duel ketat di 200 meter menuju garis finis. Ledakannya di akhir race membawanya menjadi pemenang dan mengamankan podium pertama di Kelas Triple Crown Seri 1.
Dikenal sebagai salah satu kuda dengan kemampuan berlari di jarak jauh, King Of Istana yang kini dikenal sebagai P. Tupai King kembali menunjukkan dominasinya di Kelas A Terbuka 2.000 meter pada ajang Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 2 2025.
Dikendalikan Angel Manarisip dari gate keempat, King Of Istana menunjukkan konsistensi staminanya dari awal hingga akhir pertandingan.
Sejak gate terbuka, King Of Istana langsung memimpin dan terus dibayangi Naga Sembilan yang perlahan mencoba mendekat. Meski tekanan datang dari Naga Sembilan dan Royal Dinasty yang ikut memperebutkan posisi kedua, King Of Istana tetap tak tersentuh di depan.
Ia akhirnya menyelesaikan balapan dengan mantap dan mengamankan podium utama di kelas jarak jauh tersebut.
Setelah dikalahkan King Of Istana di Kelas A Terbuka - 2.000 meter pada Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 2, Naga Sembilan bangkit dan menunjukkan kekuatannya di Indonesia’s Horse Racing Cup 2025.
Di bawah kendali Achmad Saefudin dari gate 3, ia menantang enam kuda terbaik lainnya.
Begitu starting gate terbuka, Triple’s dan Rapid Dash langsung melesat memimpin, sementara Naga Sembilan tetap tenang di posisi ketiga. Rapid Dash sempat tak tersentuh dengan ritme yang stabil, sebelum Triple’s kembali menekan di posisi kedua.
Memasuki 200 meter terakhir, persaingan memanas dengan serangan dari Guti Spirit dan Naga Sembilan dari sisi luar. Dengan kecepatan penuh dan akselerasi konsisten, Naga Sembilan akhirnya melaju tanpa tersentuh hingga garis finis. Ia pun meraih kemenangan di Kelas Terbuka - 2.000 meter.
Selain rangkaian pertandingan epik di paruh pertama 2025, masih banyak kejutan lain yang mewarnai lintasan pacu Indonesia. Nantikan rangkuman menarik paruh kedua 2025 hanya di Instagram (@sarga.co), 𝕏 (@sarga_co), TikTok (@sarga.co), YouTube (Sarga.Co), Facebook (Sarga.co), dan website news.sarga.co.
Install SARGA.CO News
sarga.co