test

Better experience in portrait mode.
Ended Rahmat

A Father and ‘a Trainer’: The Journey of Ended Rahmat as a Senior Jockey and His Story Behind the Track

SARGA.CO—Sejak pertama kali melintas di arena pacuan nasional pada 2010, Ended Rahmat tak hanya mengukir deretan prestasi impresif. Ia juga menyimpan banyak kisah yang jarang terungkap di balik lintasan. Kini, sang anak, Erza, bersiap mengikuti jejaknya untuk menjadi joki pacuan profesional. Berikut perjalanan lengkapnya yang jarang terungkap.

Panggilan Hati Menjadi Joki Pacuan

Sejak kecil, Ended Rahmat sudah akrab dengan kuda. Bahkan, di usia belia ia pernah mengendalikan kuda andong. Pengalaman itu kemudian menumbuhkan kecintaannya pada dunia berkuda sekaligus menjadi alasan besar menjadi joki pacuan profesional. 

“Dari awal memang saya ingin menjadi joki pacuan kuda,” tutur Ended.

Meskipun latar belakang orang tuanya bukan dari bidang berkuda, lingkungan tempat tinggalnya cukup familiar dengan olahraga tersebut. 

"Pacuan di daerah sini cukup sering. Dalam tiga bulan ada dua kali pertandingan, tapi skalanya kecil. Pertandingannya digelar di lapangan bola yang juga dipakai untuk pacuan kuda," jelas Ended. 

Ia memulai karier sebagai joki tingkat daerah dengan menunggangi kuda kecil. Karena saat itu belum tergabung dalam stable mana pun, ia berlatih secara mandiri dan otodidak. 

"Tapi sempat tanya-tanya juga ke joki senior waktu ada pertandingan di Arcamanik, di Pangandaran, dan di Tasikmalaya. Dari situ, dapat penjelasan dari mereka," ungkapnya. 

Perkembangannya semakin pesat ketika ia pertama kali bergabung dengan Tubagus Stable. Ia dipercaya untuk turun di Kelas Pemula bersama kuda Rokos serta Kelas E dengan kuda Kansa Sofia. Di stable inilah ia mulai mengendalikan kuda besar. 

"Awalnya saya juga tidak menyangka bisa mengendalikan kuda besar. Sempat juga ditawarin bergabung stable-stable ternama, hanya saja saya tidak mau. Karena saya ingin mengembangkan stable yang masih merintis dengan prestasi. Jadi, baik stable maupun saya pribadi bisa sama-sama berkembang," ujar joki kelahiran 1986 itu. 

Keputusan untuk bertahan dan berkembang bersama Tubagus Stable di awal kariernya menjadi salah satu titik penting yang membentuk perjalanan profesionalnya sebagai joki. Dari sinilah fondasi keterampilan dan pencapaian Ended Rahmat terbentuk. 

Kini, ia bergabung bersama Jalu Stable dan mewakili kontingen Jakarta. Hal itu kian mengukuhkan dirinya sebagai joki yang diperhitungkan di kancah nasional.

Prestasi Impresif di Kelas Sprint dan Ambisinya di Lintasan Pacu Nasional

Debut di tingkat nasional pada tahun 2010, Ended Rahmat dikenal sebagai salah satu joki dengan rekam jejak impresif di kelas jarak pendek.

Prestasi Impresif di Kelas Sprint dan Ambisinya di Lintasan Pacu Nasional

Terbaru, ia meraih posisi kedua pada Indonesia’s Horse Racing: Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 di Kelas C Sprint - 1.100 meter.

Ended juga berhasil finis di posisi pertama pada Indonesia’s Horse Racing: Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI ke-59 Seri II 2025 masing-masing di Kelas D Sprint - 1.000 meter dan Kelas B Sprint - 1.200 meter.

Kendati demikian, Ended tak hanya berpuas diri di nomor jarak pendek.

"Diusahakan semua kelas bisa, mau jarak pendek atau pun jarak panjang," ungkapnya. 

Ended mengakui bahwa dari berbagai jenis jarak yang dipertandingkan, sprint merupakan kelas yang paling mudah ia taklukkan. 

"Apalagi kalau kudanya punya speed yang kencang. Jadi, tidak perlu banyak tenaga untuk mengendalikan kuda," terangnya. 

Seperti kebanyakan joki pacuan, Ended menilai bahwa kelas jarak jauh memiliki tantangan tersendiri. Sebab, terdapat banyak faktor yang harus diperhitungkan, termasuk penerapan strategi yang tepat.

"Harus mikir juga gimana biar tenaga kudanya biar nggak habis pas mau garis finis," ujarnya.

Memasuki 15 tahun perjalanan kariernya, Ended menargetkan untuk mengabadikan namanya di deretan joki pemenang Indonesia Derby. 

“Untuk saat ini, ingin menang di Kelas 3 Tahun Derby di Indonesia Derby,” tuturnya antusias. 

Seperti halnya joki pacuan nasional lainnya, ajang Indonesia Derby memberikan kesempatan bagi setiap juara untuk diabadikan namanya. Itulah yang membuat Ended menjadikan kemenangan di kelas prestisius tersebut sebagai impian terbesarnya saat ini.

Tentang Keinginan Sang Anak Menjadi Joki Pacuan

Pencapaian Ended Rahmat sebagai joki pacuan tingkat nasional, secara tidak langsung memotivasi sang anak, Erza Naoval untuk mengikuti jejak yang sama.

Tentang Keinginan Sang Anak Menjadi Joki Pacuan

Ended menceritakan bagaimana awal mula putranya menunjukkan ketertarikan terhadap dunia pacuan kuda. 

“Erza mulai tertarik sama pacuan dari kecil, dari kelas satu SMP sampai sekarang,” ungkapnya.

Terhitung lima tahun memfokuskan diri sebagai joki muda di pacuan tingkat daerah, Erza telah mengukir sejumlah prestasi. Pada gelaran Kualifikasi PORPROV XV Jabar 2025 Gubernur Cup, joki yang kini duduk di kelas dua SMA itu berhasil mengamankan podium utama di Kelas D – 1.000 meter, serta podium kedua di Kelas A Sprint – 1.300 meter dan Kelas G/H – 1.000 meter.

Pencapaian tersebut semakin menambah deretan prestasinya di lintasan pacu. Hal itu sekaligus membuktikan keseriusannya dalam mendalami minat sebagai joki pacuan, mengikuti jejak sang ayah.

Melihat potensi yang ditunjukkan sang anak, Ended tentu memberi dukungan penuh. Meski demikian, ia tak menutup mata pada risiko yang pernah ia alami sebagai joki, mulai dari cedera hingga terjatuh dari kuda saat pertandingan berlangsung. 

Pertimbangan inilah yang sempat membuatnya ragu ketika Erza ingin mengikuti jejaknya sebagai joki pacuan kuda. 

“Untuk saat ini, saya mendukung keinginan Erza. Biar dia tahu suka dukanya menjadi joki pacuan kuda,” terangnya.

Ended mengaku bahwa antusiasme sang anak untuk menjadi joki pacuan benar-benar terlihat. Bukan hanya dari pencapaian yang berhasil diraihnya, tetapi juga dari keseriusan Erza mempelajari teknik mengendarai kuda pacu. 

“Erza sering ngobrol sama joki senior maupun joki yang masih muda. Secara tidak langsung dia bisa belajar berdasarkan pengalaman masing-masing,” jelas Ended.

Antara Peran sebagai Ayah dan ‘Trainer’ untuk Erza

Merangkap peran sebagai ayah sekaligus sebagai trainer pacuan kuda untuk sang anak bukanlah hal yang mudah bagi Ended. Ia mengarahkan Erza dengan tegas saat berlatih agar tetap profesional. 

Hal itu ia lakukan agar sang anak dapat belajar secara optimal. Dengan begitu, Erza dapat menguasai teknik dengan benar dan meminimalkan kesalahan ketika mengendalikan kuda. 

Di momen latihan, Ended tak memandang Erza sebagai putranya, melainkan sebagai seorang joki yang harus dibentuk dengan disiplin.

“Saya tetap melatih dia secara profesional. Sampai ibunya pernah bilang ke saya ‘Jangan keras-keras ngelatih Erza’,” ungkapnya.

Profesionalisme dalam melatih Erza tersebut ia harap mampu meningkatkan kemampuan sang anak, hingga akhirnya menjadi joki yang benar-benar andal di lintasan.

Harapan untuk Sang Anak dan Pacuan Kuda Indonesia

Sebagai salah satu joki senior di lintasan pacu nasional, Ended tentu memiliki harapan besar yang ia gantungkan. Bukan hanya untuk kelanjutan kariernya, tetapi juga untuk keberlanjutan ekosistem berkuda di Tanah Air sekaligus perjalanan panjang sang anak ke depannya. 

Ia berharap pacuan kuda Indonesia terus berkembang, membuka ruang lebih luas bagi para joki dan stable di masa mendatang. 

“Saya ingin pacuan kuda di Indonesia terus tumbuh, makin banyak yang minat juga. Semoga stable-stable juga makin berkembang,” harapnya mendalam. 

Dedikasi murninya terhadap dunia pacuan kuda juga membuat Ended berkeinginan menjadi trainer di masa depan. Melalui peran tersebut, ia berharap dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada generasi joki muda.

Terkait perjalanan panjang sang anak sebagai joki pacuan seperti dirinya, Ended sebenarnya berharap Erza dapat meniti karier di luar dunia pacuan kuda. Harapan itu lahir dari pengalaman yang ia jalani selama ini. Meski demikian, untuk saat ini ia memilih mendukung minat sang anak sepenuhnya.

Perjalanan Ended Rahmat dan sang anak, Erza, mencerminkan bagaimana cinta pada pacuan kuda mampu menembus lintasan generasi. Legacy Ended tak hanya hidup melalui deretan prestasinya, tetapi juga melalui langkah Erza yang perlahan mengikuti jejak sang ayah.

Pada akhirnya, warisan terbesar bukan sekadar kemenangan, melainkan semangat untuk menjaga api pacuan Indonesia tetap menyala bagi generasi berikutnya.

Selain kisah Ended, masih banyak kisah inspiratif lainnya di balik lintasan pacu Tanah Air. Ikuti perkembangan informasinya melalui Instagram (@sarga.co), 𝕏 (@sarga_co), TikTok (@sarga.co), YouTube (Sarga.Co), Facebook (Sarga.co), dan website news.sarga.co.

Sponsored Ad
Peran Ayah Sekaligus Trainer: Perjalanan Ended Rahmat sebagai Joki Pacuan Senior Peran Ayah Sekaligus Trainer: Perjalanan Ended Rahmat sebagai Joki Pacuan Senior

Peran Ayah Sekaligus Trainer: Perjalanan Ended Rahmat sebagai Joki Pacuan Senior

Baca Selengkapnya
First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025” First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025”

First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025”

Baca Selengkapnya
Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Achmad Saefudin, Mewarisi Darah Joki Triple Crown Indonesia Achmad Saefudin, Mewarisi Darah Joki Triple Crown Indonesia

Achmad Saefudin, Mewarisi Darah Joki Triple Crown Indonesia

Baca Selengkapnya
Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset! Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset!

Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset!

Baca Selengkapnya
Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal? Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal?

Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal?

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable

Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable

Baca Selengkapnya
Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi

Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi

Baca Selengkapnya
Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun? Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun?

Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun?

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
“Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017 “Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017

“Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017

Baca Selengkapnya
Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X! Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X!

Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X!

Baca Selengkapnya
Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’! Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’!

Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’!

Baca Selengkapnya
‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint ‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint

‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint

Baca Selengkapnya
Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing! Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing!

Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda

Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional! Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional!

Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional!

Baca Selengkapnya
Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI

Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda

Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda

Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional

Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Lee Mineral - banner
Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI! Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI!

Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI!

Baca Selengkapnya
Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI

Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI

Baca Selengkapnya
Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda! Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda!

Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung

Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung

Baca Selengkapnya