SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda Indonesia yang keras dan penuh persaingan, nama Dedi Suswanto dikenal sebagai joki bertangan dingin dengan sentuhan halus di lintasan. Hampir tiga dekade berada di arena pacu, Dedi membuktikan bahwa konsistensi, disiplin, dan keyakinan pada mimpi mampu mengantarkannya bertahan di level tertinggi.
Berbeda dengan banyak joki lain yang tumbuh dari keluarga berkuda, Dedi justru memulai kariernya tanpa latar belakang dunia kuda. Bahkan, langkah awalnya sempat mendapat penolakan dari orangtua. Namun tekadnya tak surut. Ia terus mengejar mimpi hingga akhirnya menjalani debut resmi di lintasan pacu pada 1997.
Perjalanan panjang itu menemukan titik terang pada tahun 2000, saat Dedi resmi mengantongi lisensi joki nasional. Momen tersebut menjadi titik balik yang mengukuhkan posisinya sebagai joki profesional. Sejak saat itu, namanya perlahan tapi pasti mulai diperhitungkan di arena pacuan kuda nasional.
Pria kelahiran Pasuruan, 8 Juni 1982 ini dikenal memiliki kemampuan membaca balapan dengan cermat. Ia jarang terburu-buru, memilih ritme yang tepat, dan mampu menjaga keseimbangan kuda hingga momen krusial. Gaya berkuda inilah yang membuatnya dijuluki joki “bertangan dingin”.
Puncak karier Dedi hadir pada Indonesia Derby 2013, saat ia mengantarkan Red Silenos meraih kemenangan prestisius. Gelar tersebut menempatkan namanya sejajar dengan joki-joki terbaik Tanah Air dan mengukuhkan reputasinya sebagai sosok yang mampu tampil maksimal di panggung terbesar.
Kemenangan itu bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga simbol perjalanan panjang dari seorang pemula yang pernah diragukan hingga menjadi juara nasional.
Kini, bersama Aragonn Stable, Dedi Suswanto tetap aktif dan konsisten bersaing di level nasional. Meski generasi baru joki terus bermunculan, pengalamannya menjadi nilai lebih yang membuatnya tetap relevan dan disegani.
Hampir 30 tahun di lintasan, Dedi Suswanto bukan hanya bertahan, ia terus membuktikan bahwa ketekunan dan dedikasi adalah kunci untuk bertahan lama di dunia pacuan kuda Indonesia.
Dedi juga langganan podium sepanjang gelaran Indonesia's Horse Racing 2025, salah satunya meriah juara satu IHR-Merdeka Cup 2025 di Kelas E-1.200 M dengan kuda Putra Raja (Aragon Stable).
Install SARGA.CO News
sarga.co