test

Better experience in portrait mode.
Penonton pacuan kuda

Final Race of the Year! Adu Prestise Kuda Pacu Perebutkan Trofi Bergengsi hingga Cos Race Spektakuler di IHR: Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

SARGA.CO—Sorotan di dunia pacuan kuda nasional kembali mengarah ke Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta. Tahun ini, Piala Raja Hamengku Buwono X, kembali digelar sebagai salah satu kompetisi bergengsi dalam kalender resmi PP. PORDASI bertajuk Indonesia's Horse Racing: Piala Raja Hamengku Buwono X 2025.

Sumber: instagram.com/dispardiy

Ajang ini menjadi tempat bertemunya 120 kuda pacu terbaik dari 10 provinsi di Indonesia. Mereka bersaing meraih total hadiah sebesar Rp1 miliar dan satu trofi kehormatan sarat makna dan prestise.

Piala Raja Hamengku Buwono X merupakan Kejuaraan Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2009, kejuaraan ini menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan kemajuan dalam dunia pacuan kuda Tanah Air.

Trofi yang diperebutkan di ajang ini berasal dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sultan ke-10 Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY. Kehadiran nama besar Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi penanda kuat bahwa ajang ini tak hanya adu kecepatan, tetapi juga pencapaian penuh kehormatan dan nilai budaya.

Sejak penyelenggaraan perdananya, deretan kuda legendaris telah lahir dari Piala Raja Hamengku Buwono X. 

Beberapa di antaranya, yakni Saud, yang mencetak tiga kemenangan beruntun di gelaran Piala Raja Hamengku Buwono X Cup I-III. Nama legendaris lainnya, yaitu Queen Thalassa, sang juara bertahan dua musim berturut-turut pada 2022 dan 2023.

Tahun 2024, Naga Sembilan sukses menambah catatan sejarah dengan gelar juara di Kelas Terbuka - 2.000 meter. Pencapaian itu menegaskan reputasi Piala Raja Hamengku Buwono X sebagai salah satu panggung prestisius di lintasan nasional.

Dalam format penyelenggaraannya, Piala Raja Hamengku Buwono X bersifat perorangan non-Kejurnas. Artinya, kejuaraan ini tidak menggunakan sistem poin sebagaimana pada penyelenggaraan Kejuaraan Nasional.

Diselenggarakan dengan total 18 pertandingan, fokus utama tertuju pada Kelas Terbuka - 2.000 meter, di mana kuda tercepat akan dinobatkan sebagai pemenang utama dan pembawa pulang Piala Raja Hamengku Buwono X. Kelas bergengsi ini memperebutkan total hadiah Rp200 juta. 

Selain Kelas Terbuka, kejuaraan ini juga mempertandingkan sejumlah kelas lain dengan jarak lintasan yang bervariasi. 

Terdapat Kelas Terbuka Sprint dengan jarak 1.300 meter, serta Kelas C sejauh 1.600 meter dan Kelas C Sprint sejauh 1.100 meter. Kemudian, ada Kelas D dengan jarak 1.400 meter dan Kelas D Sprint sejauh 1.000 meter.

Sementara itu, kategori lainnya meliputi Kelas E dengan jarak 1.200 meter, Kelas F sejauh 1.000 meter, serta Kelas G, Kelas H, dan Kelas I/J, yang masing-masing menempuh lintasan 1.000 meter.

Selain Kelompok Tinggi, kejuaraan Piala Raja Hamengku Buwono X juga mempertandingkan Kelompok Umur dengan jarak lintasan yang beragam. 

Adapun kelas tersebut di antaranya adalah Kelas 3 Tahun Derby Divisi I dan Divisi II, masing-masing dengan jarak 1.400 meter. Kemudian, Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I dan Divisi II menempuh jarak 1.200 meter.

Selain itu, ada Kelas 2 Tahun Perdana A/B dengan jarak 1.000 meter, serta Kelas 2 Tahun Perdana C/D sejauh 800 meter. Terakhir, Kelas THB INA menjadi kelas pertandingan khusus kuda Thoroughbred murni dengan lintasan sejauh 1.600 meter.

Keseruan pertandingan antar kuda terbaik di lintasan pacu

Melalui kompetisi ini, PP. PORDASI berharap lahir lebih banyak kuda pacu unggulan serta meningkatnya kualitas peternakan dan stable di berbagai daerah.

Selain itu, event ini turut menjadi motor penggerak sport tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap penyelenggaraan mampu menarik antusiasme masyarakat dan wisatawan, memberi dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.

Pada tahun 2025, ajang ini terselenggara untuk yang ke-15 kalinya. Hal itu mempertegas posisi kejuaraan ini sebagai salah satu pertandingan pacuan kuda paling prestisius di Indonesia.

Semangat pelestarian tersebut tak hanya terasa di lintasan pacu. Akan tetapi juga di setiap sudut acara yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi para penonton.

Kemeriahan IHR: Piala Raja Hemengku Buwono X 2025 semakin semarak dengan hadirnya Cos Race spektakuler. Dalam ajang ini, para cosplayer karakter Uma Musume berlari layaknya di game aslinya. 

Sebanyak 24 cosplayer terbagi ke dalam dua kelas, yaitu Stallion Class (pria) dan Mare Class (wanita).

Keseruan dan ketegangan dalam Cos Race tersebut akan ditutup dengan Winning Live yang dimeriahkan oleh 20 anggota performer. Nama-nama seperti Tracen Top Star (Jawa Barat), Capristar (Jawa Timur), dan Karumabit (Jawa Timur) turut menambah euforia di penghujung acara.

Terlepas dari seluruh keseruannya, IHR: Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 merupakan tempat di mana sportivitas dan tradisi berpadu dengan semangat olahraga berkuda di masa kini. Tentunya, akan menciptakan ruang bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan menjaga semangat pacuan kuda di Tanah Air.

Dengan dukungan penuh dari PP. PORDASI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat, Piala Raja Hamengku Buwono X terus menjadi simbol kebanggaan serta inspirasi bagi dunia olahraga berkuda Indonesia.

Ikuti kabar terbaru seputar pacuan kuda nasional melalui Instagram (@sarga.co), 𝕏 (@sarga_co), TikTok (@sarga.co), YouTube (Sarga.Co), Facebook (Sarga.co), dan laman news.sarga.co.

Sponsored Ad
Arsari
Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Seminar ini menjadi upaya Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda PORDASI untuk menyelaraskan prespsi para verifikator sertifikat kuda Indonsesia.

Baca Selengkapnya
Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Dia juga memecahkan lagi rekornya sebagai kuda dengan pendapatan tertinggi di dunia dengan koleksi total hadiah sebesar HK$288,7 juta (sekitar Rp600 miliar).

Baca Selengkapnya
Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1 Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Baca Selengkapnya
Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Baca Selengkapnya
Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Beralih dari Kelas Sprint ke Jarak Menengah, Agatha Star langsung naik podium juara.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Baca Selengkapnya
Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Joki Angel Manarisip dan Pelatih Ardhi Wijaya siap memulai lagi perlawanan terhadap War Kudeta.

Baca Selengkapnya
Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Lamaru Wining disuntik mati pada Kamis (21/5), setelah disuntik mati karena kondisinya yang makin memprihatinkan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rekor kemenangan Yutaka Take di pacuan Jepang sampai Ghostzapper jadi kuda terbaik di AS.

Baca Selengkapnya
Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Baca Selengkapnya
Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Baca Selengkapnya
Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Setelah menjadi kejutan di seri Triple Crown 2025, Wonder Land kini fokus menjadi indukan. Anak pertamanya akan lahir tahun 2026 ini.

Baca Selengkapnya
Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026 Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Bulan Juni 2026

Naga Sembilan berencana kembali turun di Kelas Terbuka 2.000 meter untuk memperebutkan Paku Alam Cup, harapannya bisa berduel dengan King Argentin.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown

Kisah Majestic Prince, Sang Pangeran yang Hampir Menyapu Bersih Triple Crown

Baca Selengkapnya
Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan

Rachel Alexandra, Sang Ratu Lintasan yang Membungkam Kuda Jantan

Baca Selengkapnya
Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026 Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026

Ka Ying Rising Belum Tergoyahkan, Menuju Kuda Pacu Terbaik Dunia 2026

Sampai Mei 2026, Ka Ying Rising si 'raja sprint' dari Hong Kong menempati peringkat teratas dengan rangkaian kemenangan dan pemecahan rekor yang dia lakukan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026 Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026

Atlet Junior Indonesia Unjuk Gigi di Arthayasa Open 2026

Gadis Kireina Iskandar, Nusrtdinov Zayan Fatih, dan Brandon Toa mencetak prestasi di usia yang masih sangat muda.

Baca Selengkapnya
Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana

Shogun dan Tokugawa Cedera Serius, Eclipse Bergantung ke Nara dan Kana

Kedua kuda jantan usia 3 tahun dari Eclipse Stable tersebut menjalani pemulihan sejak akhir tahun 2025 lalu.

Baca Selengkapnya
Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas

Rahasia di Balik Kebiasaan Kuda Guling-Guling yang Sering Bikin Gemas

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari
Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151 Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151

Pembuktian Napoleon Solo Di Laurel Park, Jadi Juara di Preakness Stakes ke-151

Baca Selengkapnya
Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026

Saga Serumpun, Princess Gavi, dan Kuda-kuda yang Berjaya di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026

Mereka adalah kuda-kuda paling cepat, paling konsisten, dan paling kuat di Indonesia’s Horse Racing: Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.

Baca Selengkapnya
Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan

Princess Gavi Masih Penasaran Duel dengan Naga Sembilan

Naga Sembilan scratch di beberapa detik terakhir sebelum lomba membuat kemengan Princess Gavi di Kelas Terbuka 2.000 meter kurang memuaskan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026 Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026

Sir Orbit Yakin Bisa Bikin Kejutan di Indonesia Derby 2026

Sir Orbit selalu start dari belakang, namun selalu juga menyalip kuda-kuda di depannya. Apakah jarak 2.000 meter bisa memberi keuntungan untuk Sir Orbit?

Baca Selengkapnya