SARGA.CO - Dalam sejarah panjang pacuan kuda dunia, nama Ruthless berdiri sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan pencapaian yang melampaui zamannya. Di saat ratusan kuda telah mengukir kemenangan dalam ajang Triple Crown sejak abad ke-19, hanya 12 kuda filly (betina muda) yang pernah memenangi salah satu seri Triple Crown dan Ruthless adalah yang pertama melakukannya.
Lebih luar biasa lagi, kemenangan bersejarah itu terjadi pada 1867, saat Belmont Stakes pertama dalam sejarah digelar. Sebuah fakta yang nyaris sulit dipercaya: balapan Triple Crown pertama justru dimenangi oleh seekor kuda betina.
Darah Atlantik, Lahir di New York
Ruthless dibiakkan di New York oleh Francis Morris, namun darahnya berasal dari seberang Samudra Atlantik. Ayahnya adalah Eclipse, kuda impor asal Inggris (bukan Eclipse legendaris yang tak terkalahkan), sementara induknya, Barbarity, juga berdarah Eropa.
Di bawah asuhan pelatih A. Jack Minor, bakat Ruthless langsung terlihat sejak dini. Pada musim debutnya sebagai kuda usia dua tahun pada 1866, ia hanya tampil empat kali, namun cukup untuk menunjukkan kelasnya. Ia meraih kemenangan perdananya di Saratoga, lalu menjuarai Nursery Handicap sejauh satu mil di Jerome Park dengan gaya meyakinkan, serta finis kedua di dua start lainnya.
Mengalahkan Pejantan, Menantang Tradisi
Tahun 1867 menjadi panggung besar Ruthless. Ia bukan hanya menang, tetapi menantang norma. Setelah memenangi sprint enam furlong di Jerome Park pada 23 Mei, Ruthless kembali berlaga keesokan harinya dan secara mengejutkan mengalahkan kuda-kuda jantan yang lebih tua di jarak 1¼ mil.
Lebih dari seminggu kemudian, ia finis kedua di Jersey Derby, hasil yang dijadikan pemanasan menuju Belmont Stakes pada 19 Juni 1867. Saat itu, Belmont Stakes masih digelar di Jerome Park dengan jarak 1 5/8 mil, lebih panjang dari jarak modernnya.
Menghadapi tiga lawan termasuk rekan sekandangnya Monday, Ruthless tidak diunggulkan. Banyak yang memperkirakan kemenangan akan diberikan kepada Monday. Namun saat balapan berlangsung, Monday justru tampil mengecewakan dan finis terakhir.
Ruthless bertarung habis-habisan dalam duel tiga arah melawan De Courcey dan Rivoli. Hingga meter terakhir, hasil balapan masih sulit ditebak. Dengan kegigihan luar biasa, Ruthless menembus garis finis lebih dulu dengan selisih kepala, sementara Rivoli hanya setengah panjang di belakang. Belmont Stakes pertama pun menjadi milik seekor kuda betina muda.
Menegaskan Status Legenda
Jika kemenangan di Belmont belum cukup, Ruthless kembali mengalahkan pejantan saat menjuarai Travers Stakes di Saratoga pada musim panas yang sama. Di jarak ekstrem 1¾ mil, ia menang mudah atas De Courcey dengan keunggulan dua panjang kuda.
Namun musim gemilang itu juga diwarnai kekalahan dramatis. Di St. Leger sejauh 2¼ mil, Ruthless terlibat duel terlalu cepat dengan seekor kuda jantan bernama Clement. Keduanya melesat jauh meninggalkan lawan hingga 20 panjang kuda. Ruthless memang meninggalkan Clement, tetapi kehabisan tenaga dan harus mengakui keunggulan De Courcey yang datang dari belakang.
Akhir Tragis, Warisan Abadi
Ruthless pensiun dengan catatan 7 kemenangan dan 4 kali runner-up dari 11 start, serta total hadiah US$11.000 (Rp180 juta) angka besar pada masanya. Ia hidup sembilan tahun setelah pensiun, sebelum mengalami akhir yang tragis dan ironis.
Menurut sejarawan pacuan kuda William H. P. Robertson, Ruthless “meninggal dengan cara paling aneh yang pernah dialami Thoroughbred ternama, ia tertembak secara tidak sengaja oleh seorang pemburu yang melintas di peternakan Morris.
Meski hidupnya berakhir tragis, warisan Ruthless tak pernah pudar. Ia dikenang sebagai kuda pertama dalam sejarah yang memenangi balapan Triple Crown. Sebuah pencapaian monumental yang mengantarkannya ke Racing Hall of Fame pada 1975.
(Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co