SARGA.CO - Nama Wonder Land mungkin tak lagi terdengar di lintasan pacuan dalam beberapa bulan terakhir, namun bagi para pecinta balap kuda, bayangannya masih jelas: kuda betina jragem yang pernah menjadi ancaman terbesar bagi King Argentin dalam perebutan Triple Crown 2025.
Dua kali Wonder Land menggebrak arena nasional. Di Triple Crown Serie 1 dan Serie 2, ia sukses mengamankan posisi runner-up, menempel ketat King Argentin dan membuat publik bertanya-tanya apakah ia akan mampu membalikkan keadaan pada seri penentuan.
Namun pada Serie 3 bulan Juli, kejutan terjadi. Wonder Land gagal naik podium. Setelah itu, ia menghilang dari sorotan, tanpa kabar, tanpa balapan lanjutan. Banyak yang mempertanyakan nasib sang penantang gagah ini.
Kabar terbaru datang langsung dari pemiliknya, Dedi Novaldi, saat berbincang dengan SARGA News. “Sudah tidak race lagi, sekarang menjadi indukan,” ungkap Dedi.
Keputusan itu mungkin mengejutkan sebagian penggemar, mengingat Wonder Land baru berusia 4 tahun—usia yang biasanya masih berada di puncak performa kuda pacu. Namun di balik keputusan itu, ada rencana jangka panjang: membawa prestasi Wonder Land ke generasi berikutnya.
Wonder Land, anak dari Dubai’s Choice dan Wonder Woman, memang memiliki garis keturunan yang kuat. Performanya di lintasan pun membuktikan kualitas genetika tersebut. Karena itu, langkah menjadikannya indukan bukanlah mundur, melainkan strategi.
Dedi mengungkapkan bahwa Wonder Land baru saja dikawinkan awal November dengan pejantan Da Vinci Eclipse, salah satu pejantan yang dikenal memiliki karakter kecepatan dan stamina baik. Perpaduan ini membuka harapan. Bila takdir berpihak, anak dari Wonder Land bisa menjadi kandidat juara masa depan.
Dari Lintasan ke Padang Rumput Sumatera Barat
Setelah berhenti dari dunia kompetisi, Wonder Land kembali ke Sumatera Barat, tanah kelahirannya. Di sana, ia menjalani kehidupan baru yang lebih tenang, jauh dari riuh start gate dan rentetan jadwal latihan intensif.
Bagi seekor kuda pacu, transisi dari arena perlombaan ke peran sebagai indukan adalah perubahan besar, namun juga sebuah penghormatan: hanya kuda dengan kualitas terbaik yang mendapat kesempatan meneruskan garis juara.
Warisan Wonder Land di Masa Depan
Meski tak lagi berlari di lintasan, nama Wonder Land tetap hidup. Dua kali menjadi runner-up Triple Crown bukanlah pencapaian kecil. Ia adalah simbol kegigihan, saingan terdekat sang juara, dan kuda yang memberikan dinamika pada seri Triple Crown 2025.
Kini, publik menunggu babak selanjutnya: anak pertamanya. Di dunia pacuan kuda, terkadang legenda terbesar bukan hanya tentang apa yang dicapai, tetapi apa yang diwariskan.
Install SARGA.CO News
sarga.co