SARGA.CO - Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton bukan sekadar arena balap, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah pacuan kuda Indonesia. Sejak era sebelum kemerdekaan, Tegalwaton telah menjadi panggung adu cepat kuda-kuda terbaik, sekaligus simbol prestise dan tradisi masyarakat pada masanya.
Pada periode awal, pacuan kuda di Tegalwaton tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan budaya. Tradisi ini terus bertahan dan berkembang, menjadikan Tegalwaton sebagai saksi hidup perjalanan panjang olahraga pacuan kuda di Tanah Air.
Memasuki era 1960-an, Tegalwaton mengalami perkembangan pesat. Namanya kian dikenal sebagai salah satu pusat pacuan kuda terbesar di Indonesia, menarik perhatian pemilik kuda, joki, dan penikmat pacuan dari berbagai daerah.
Berdiri di atas lahan seluas 13,5 hektare, gelanggang ini memiliki lintasan pasir sepanjang 1.200 meter. Keunikan Tegalwaton terletak pada desain lintasannya yang berbeda dari arena lain: empat tikungan berbentuk kotak, menjadikannya satu-satunya track dengan karakter tersebut di Indonesia. Karakter lintasan ini menuntut kecermatan strategi dan kemampuan adaptasi tinggi dari kuda maupun joki.
Berlokasi di Jawa Tengah, Tegalwaton dilengkapi tribun penonton yang memungkinkan publik menikmati atmosfer balapan dari jarak dekat. Sorak penonton, derap kuda, dan strategi di tikungan menjadi bagian dari pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Seiring waktu, Tegalwaton semakin mengukuhkan posisinya dalam kalender pacuan kuda nasional. Gelanggang ini dipercaya menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi, mulai dari Kejuaraan Nasional hingga Triple Crown Indonesia.
Lebih dari sekadar lintasan, Tegalwaton adalah warisan hidup pacuan kuda Indonesia, tempat sejarah, tradisi, dan masa depan olahraga ini terus berlari berdampingan.
Install SARGA.CO News
sarga.co