SARGA.CO - Dunia pacuan kuda sering kali diwariskan dari generasi ke generasi. Namun kisah Nagura Stable justru lahir dari sebuah pertemuan tak terduga, tanpa latar belakang kuda, tanpa tradisi keluarga, dan bahkan tanpa pengalaman menonton balapan sebelumnya.
Nagura Stable resmi berdiri pada pertengahan 2022, berawal dari sebuah ajakan sederhana di arena pacuan Padang Panjang, Sumatera Barat. Di balik stable ini berdiri Riky Putra, sosok yang awalnya sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan dunia pacuan kuda.
Berawal dari Ajakan Menjadi Sponsor
Riky Putra mengisahkan bahwa keterlibatannya di pacuan kuda bermula secara kebetulan. Saat itu, panitia penyelenggara pacuan di Padang Panjang merupakan teman dekatnya. Ia diajak untuk menjadi sponsor sekaligus membantu kelancaran acara.
“Saya sudah bilang dari awal, saya tidak punya kuda. Bahkan nonton pacuan pun belum pernah,” kenangnya saat berbincang dengan SARGA.CO, beberapa waktu lalu.
Namun takdir berkata lain. Seorang kerabat di kampung menawarkan seekor kuda untuk digunakan dalam event tersebut. Kuda itu bernama Panji Perpeta, dengan Erwan Nasril sebagai pelatih—nama yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan Nagura Stable.
Momen yang Mengubah Segalanya
Di event yang sama, Erwan Nasril juga menangani kuda Ratu Aquila, yang tampil luar biasa dan keluar sebagai juara. Momen itulah yang menjadi titik balik bagi Riky Putra. “Saya berdiri di pinggir lintasan, melihat Ratu Aquila berlari di depan saya dan finis pertama. Jujur, saya merinding,” ujarnya.
Kemenangan tersebut bukan sekadar hasil lomba, tetapi pengalaman emosional yang membuka mata Riky tentang seni dan kompleksitas pacuan kuda. Seusai balapan, Riky langsung berbincang panjang dengan Erwan Nasril, mencoba memahami lebih dalam dunia yang baru saja menyentuh hatinya.
Menemukan Seni di Balik Pacuan
Dari perbincangan itu, Riky menyadari bahwa pacuan kuda bukan sekadar soal kecepatan. Ada proses panjang, kerja tim, dan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pelatih, groom, joki, hingga pemilik kuda. “Kuda itu tidak mudah untuk jadi juara. Justru seninya ada di prosesnya, karena melibatkan banyak orang,” katanya.
Kesadaran itulah yang membuat ketertarikannya berkembang cepat. Apa yang awalnya hanya keterlibatan insidental, berubah menjadi hobi mendadak yang tumbuh menjadi passion.
Nagura Stable Lahir dari Rasa Cinta
Tak lama setelah pengalaman pertamanya di lintasan, Riky Putra memutuskan untuk serius menekuni dunia pacuan kuda. Dari sanalah Nagura Stable dibangun, dengan Erwan Nasril sebagai pelatih yang dipercaya hingga kini. “Bisa dibilang, kuda itu jadi hobi mendadak buat saya. Tapi sejak saat itu, saya langsung suka dan ingin terus berkuda,” tuturnya.
Meski tergolong baru, Nagura Stable berdiri dengan fondasi pengalaman emosional yang kuat, lahir dari rasa kagum, proses belajar, dan ketulusan mencintai dunia pacuan kuda.
Perjalanan Nagura Stable masih panjang. Namun kisahnya membuktikan bahwa dunia pacuan kuda selalu terbuka bagi siapa saja, bahkan bagi mereka yang memulainya dari nol. Dari pinggir lintasan di Padang Panjang, hingga membangun stable sendiri, Nagura Stable menjadi simbol bahwa kecintaan terhadap pacuan kuda bisa lahir dari satu momen yang tak terlupakan.
Install SARGA.CO News
sarga.co