SARGA.CO - Setiap era pacuan kuda melahirkan kuda-kuda yang namanya melegenda dan terus diingat oleh para penggemar balapan berusia ribuan tahun ini.
Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal nama-nama kuda yang menjadi pemenang kelas-kelas atau trofi bergengsi. Siapa yang tak kenal dengan Secretariat, Man o' War, Gentildonna, atau yang terbaru Forever Young dari Jepang.
Selain memenangkan banyak gelar ataupun menciptakan momen paling berkesan saat pacuan, sejumlah penggila pacuan ternyata banyak yang mengenali kuda sampai pada kebiasaan-kebiasaan mereka.
Meski bukan groomer apalagi trainer, mereka hafal karakter kuda-kuda yang pernah menunjukkan performa memukau selama kiprahnya.
Mengutip informasi dari pemilik akun Facebook Rafly Dostoevsky di grup Ini Grup Umamusume tapi Isinya Uma Lokasi Semua (IGUTIULS), berikut adalah kebiasaan kuda legendaris di dunia yang di antaranya punya perangai yang dibilang nyeleneh.
Dari namanya, kamu pasti akan membayangkan film yang dibintangi oleh Tobey Myaguire. Seabiscuit memang kuda legendaris dan menjadi kebanggaan rakyat Amerika pada masa great depression. Meski berukuran tubuh kecil, pengaruh Seabiscuit dalam dunia pacuan kuda Amerika, dan dunia, sangat besar.
Kuda hasil perkawinan Swing On dan pejantan Hard Tack yang merupakan putra Man o' War ini terkenal dengan sifatnya yang pemalas ketika diajak latihan. Seabiscuit memilih tidur atau makan di kandang ketimbang dibawa trainernya untuk berlatih.
Sifat yang terkenal dari Seabiscuit adalah gampang mengantuk. Bahkan di detik-detik jelang balapan, Seabiscuit seperti kuda yang mau tidur daripada berpacu.
Namun sifatnya itu perlahan-lahan mulai hilang terutama ketika usianya semakin bertambah dewasa. Dengan pola latihan yang tepat, Seabiscuit membuktikan dirinya sebagai kuda yang kompetitif dan mudah diatur.
Buktinya, Seabiscuit mengutip laman wikipedia tercatat sebagai kuda pacu dengan perolehan hadiah terbanyak hingga tahun 1940-an. Dia bahkan mampu mengalahkan pemenang Triple Crown tahun 1937, War Admiral dengan jarak empat panjang kuda.
Pengamat sekaligus jurnalis terkenal di dunia pacuan kuda John Randall dan Tony Morris menaruh menempatkan nama Sea Bird dalam daftar kuda terhebat abad ke 20 di buku yang berjudul A Century of Champions. Yang mengejutkan, mereka menempatkanya di atas kuda legendaris, Secretariat.
Sea-Bird, adalah salah satu kuda pacu terhebat sepanjang sejarah. Bakatnya di trek pacu tak pernah diragukan.
Namun di balik nama besarnya, kuda chestnut besar ini dikenal punya sifat yang sangat sensitif dan gampang grogi. Sea-Bird seringkali gugup atau susah dikendalikan sebelum balapan mulai, terlihat dari badannya yang berkeringat.
Sifat inilah yang membuat Sea-Bird sering kali terlambar memulai baapan (late start) saat umurnya masih 2 tahun. Beruntung sifat itu berhasil diatasi saat Sea-Bird menginjak umur 3 tahun.
Keunggulan Sea-Bird adalah kepintarannya di atas rata-rata. Dia tahu cara merespons joki dan menghemat tenaga untuk last spurt.
Sea The Stars dikenal sebagai kuda yang sangat kuat dalam lintasan, dengan memenangkan 6 ajang bergengsi berturut- termasuk 2000 Guineas, Epsom Derby, dan Prix de l'Arc de Triomphe. Saking hebatnya, nama Sea The Stars sering disejajarkan dengan kuda legendaris seperti Frankel dan American Pharoah.
Bagi para joki dan pemilik, Sea The Stars adalah kuda idaman. Dia punya karakter kuda pintar, mudah memahami latihan dan melakukan instruksi dari joki atau pelatih.
Namun tak semua joki bisa merasakan kehebatannya. Sea The Stars sedikit agresif dan hanya mau ditunggangi oleh orang atau joki yang profesional.
Selain Secretariat dan Citation, inilah salah satu kuda peraih Triple Crown terhebat di Amerika. Seattle Slew dikenal penggemar kuda karena kepintaran dan konsistensinya saat balapan.
Saking pintarnya, banyak orang yang merasa berinteraksi dengan Seattle mirip seperti bercengkeraman dengan manusia.
Di balik sifatnya itu, Seattle Slew ternyata punya sifat dominan dan keras kepala. Dengan kepintaran dan sifat keras kepalanya, kuda ini seolah bisa menentukan sendiri dengan siap dirinya bisa berinteraksi.
Sisi baiknya meskipun keras kepala dan dominan, Seattle Slew adalah kuda yang mudah diatur dan suka bermain bersama anak kecil.
Kuda Seattle Slew yang lahir pada 15 Februari 1974 adalah kuda pacu Thoroughbred Amerika juara yang menjadi pemenang kesepuluh American Triple Crown pada 1977. Ia adalah satu dari hanya dua kuda yang memenangkan Triple Crown tanpa terkalahkan dalam perlombaan sebelumnya.
Seattle Slew adalah Kuda Terbaik Tahun 1977 dan juara pada usia dua, tiga, dan empat tahun. Dalam Daftar 100 Kuda Pacu AS Terbaik Abad ke-20 versi majalah Blood-Horse, Seattle Slew berada di peringkat kesembilan.
Hampir semua penggemar kuda akan sepakat jika American Pharoah adalah salah satu kuda terbaik di Amerika dan dunia. Dia adalah kuda kedua terakhir yang memenangkan triple crown Amerika dan salah satu dari dua kuda yang menyandang gelar superfecta / grand slam.
Dia juga menjadi salah satu kuda terbaik Amerika di abad ini bersama Arrogate, Flightline, dan Justify.
Tak hanya kemampuannya meraih gelar juara, sifat American Pharoah juga membuat banyak orang jatuh cinta. Dia adalah kuda yang sangat ramah terhadap sekitarnya termasuk manusia dan kuda-kuda lain.
American Pharaoh senang disuapi wortel oleh orang-orang didekatnya. Sifatnya terkadang sangat berbeda dari kuda jantan lain
Namun, American Pharoah tidak suka dengan keramaian atau suara bising, terutama saat balapan.
Install SARGA.CO News
sarga.co