SARGA.CO - Dalam dunia olahraga pacuan kuda, ada mitos yang sampai saat ini masih diyakini banyak orang. Mitos yang kebenarannya hanya bergantung pada keyakinan setiap orang itu adalah kuda berwarna abu-abu sulit untuk tampil sebagai juara. Langganan juara pacuan biasanya diraih oleh kuda berwarna gelap seperti cokelat atau hitam.
Mitos itu pernah dipatahkan oleh seekot kuda legendaris dari Jepang bernama Tamamo Cross. Mendapat julukan kuda miskin karena berasal dari peternakan biasa saja dan tanpa reputasi ternama, Tamamo Cross membalikkan anggapan tersebut.
Meraih dua Tenno sho sekaligus, serta Takaruzuka Kinen, Tamamo Cross bukan hanya menjadi kuda abu-abu pertama peraih gelar juara di tengah dominasi kuda berwarna cokelat di era tersebut. Sepak terjang Tamamo Cross di lintasan berbuah penobatan sebagai Horse of The Year 1988.
Tak cuma Tamamo Cross, Jepang juga punya Oguri Cap. Rivalitas dua kuda abu-abu ini bahkan melegenda di dunia pacuan kuda Negeri Matahari Terbit itu.
Lain lagi cerita dari pacuan kuda Amerika Serikat. Rivalitas antara kuda warna abu-abu juga pernah menjadi sorotan pecinta pacuan kuda Negeri Paman Sam ini.
Adalah Silver Charm dan Free House yang melahirkan rivalitas kuda warna abu-abu yang dianggap terbesar dan paling menarik dalam pacuan kuda modern. Rivalitas keduanya berlangsung selama tiga tahun sejak tahun 1997 hingga 1999.
Sama-sama dibiakkan di California sepanjang kariernya, kedua kuda jantan abu-abu itu saling berhadapan delapan kali dalam balapan taruhan utama. Kuda Silver Charm unggul dalam jumlah kemenangan dalam rivalitas mereka.
Dalam delapan pertemuan, Silver Charm menang lima kali, dan Free House menang tiga kali. Persaingan dimulai sebelum Triple Crown, dengan Free House mengalahkan Silver Charm dalam dua balapan persiapan penting yaitu San Felipe Stakes dan Santa Anita Derby pada tahun 1997.
Persaingan kedua kuda abu-abu ini kembali hadir pada perebutan Triple Crown 1997. Pada kejuaraan Kentucky Derby, Silver Charm menang dengan selisih kepala atas Captain Bodgit, dan Free House hanya mampu finish di posisi ketiga.
Silver Charm kembali menunjukkan dominasinya di kejuaraan Preakness Stakes lewat finis yang mendebarkan. Silver Charm mengalahkan Free House dengan selisih tipis yang harus ditentukan oleh hasil foto finis.
Di kejuaraan Belmont Stakes, Silver Charm mencoba memenangkan Triple Crown tetapi disusul di akhir lintasan oleh Touch Gold. Persaingan ketat terjadi antara Silver Charm dan Free House yang finis ketiga. Kedua kuda ini bertarung sengit di lintasan lurus sebelum Touch Gold melaju melewatinya.
Tahun 1999 menjadi akhir dari rivalitas kedua kuda warna abu-abu dari Amerika ini. Saat usia tak lagi muda, kedua kuda tersebut sempat bertemu sebanyak dua kali lagi.
Di usia yang tak lagi muda, Silver Charm mengalahkan Free House di Goodwood Breeders' Cup Handicap saat berusia empat tahun. Sementara Free House balas mengalahkan Silver Charm di Santa Anita Handicap saat berusia lima tahun pada tahun 1999.
(SOURCE: Facebook IGUTIULS)
Install SARGA.CO News
sarga.co