SARGA.CO - Nama Mayo mulai mencuri perhatian pecinta pacuan kuda nasional. Kuda betina milik Andrea N. Supit dari Miranda Stable ini tampil konsisten dan matang, membuatnya digadang sebagai calon kuat bintang Indonesia Derby 2026.
Bukan tanpa alasan Mayo menjadi sorotan. Kuda berusia tiga tahun ini dikenal memiliki gaya lari yang fleksibel, mampu menyerang dari belakang sebagai closer maupun memimpin balapan sejak awal. Karakternya tenang, ritme larinya stabil, serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap berbagai skenario balap, kualitas yang sangat dibutuhkan di level Derby.
Secara genetik, Mayo membawa fondasi kelas dunia. Ia merupakan hasil perpaduan kekuatan murni sang ayah, Da Vinci Eclipse, yang mengalirkan darah legendaris Giant’s Causeway, salah satu ikon balap internasional. Warisan tersebut berpadu dengan ketangguhan Manjusha, menghasilkan kuda dengan kecerdasan tinggi, mental kuat, dan kemampuan membaca balapan dengan baik.
Kombinasi genetik ini membuat Mayo tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas secara taktik, mampu menyesuaikan diri dengan instruksi joki dan dinamika lintasan.
Potensi Mayo bukan sekadar prediksi. Ia menegaskan kapasitasnya lewat kemenangan impresif bersama joki Jones Paendong, dengan meraih Juara 1 Kelas 3 Tahun Derby Divisi 1 jarak 1.400 meter pada ajang IHR: Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-59 Seri II 2025.
Dalam balapan tersebut, Mayo menunjukkan kematangan strategi dan ketenangan yang jarang dimiliki kuda seusianya. Ia mampu menjaga ritme, menunggu momen yang tepat, lalu melesat dengan efisien hingga garis finis.
Dengan performa yang terus menanjak, gaya lari yang serba bisa, serta latar belakang genetik elite, Mayo kini masuk radar sebagai salah satu kuda paling menjanjikan menuju Indonesia Derby 2026. Lintasan masih panjang, namun Mayo telah menunjukkan bahwa ia bukan sekadar peserta, melainkan penantang serius gelar Derby.
Install SARGA.CO News
sarga.co