SARGA.CO - Pernah menonton pacuan kuda dan tiba-tiba kehilangan jejak kuda jagoan karena nomor pelananya tertutup badan kuda lain? Situasi ini sering terjadi, terutama saat kuda-kuda berlari rapat di tikungan atau mendekati finis. Tapi jangan khawatir, ada trik sederhana yang bisa membantu penonton tetap fokus tanpa kehilangan momen penting.
Di dunia pacuan kuda Indonesia, warna topi joki bukan sekadar aksesoris atau pemanis tampilan. Warna-warna ini memiliki fungsi penting sebagai penanda resmi nomor pelana. Sistem ini digunakan secara konsisten di seluruh Indonesia, sehingga baik steward, hakim lomba, hingga penonton berpengalaman bisa langsung mengenali posisi kuda hanya dari warna topi jokinya.
Hakim pacuan kuda, Recky Tuwo, menjelaskan bahwa dalam kondisi balapan yang padat, nomor pelana sering kali tidak terlihat jelas. “Kalau kuda berdempetan, pelana pasti tertutup. Tapi dari warna topi, kita bisa langsung tahu itu kuda nomor berapa,” ujarnya.
Berikut adalah standar warna topi joki berdasarkan nomor pelana yang berlaku resmi:
Pelana 1: Merah
Pelana 2: Kuning
Pelana 3: Putih
Pelana 4: Biru
Pelana 5: Hitam
Pelana 6: Hijau
Pelana 7: Coklat
Pelana 8: Hitam Putih
Pelana 9: Oranye
Pelana 10: Ungu
Pelana 11: Merah Muda
Pelana 12: Biru Muda
Bagi steward dan penonton yang jeli, hafalan warna ini menjadi kunci membaca jalannya lomba. Bahkan ketika nomor pelana tak terlihat sama sekali, warna topi tetap muncul jelas dari kejauhan.
“Pelana satu berarti topi merah. Itu sudah dihafal sampai pelana dua belas,” tambah Recky.
Jadi, lain kali saat menonton pacuan kuda, cobalah alihkan fokus dari nomor pelana ke warna topi joki. Selain memudahkan mengikuti kuda favorit, pemahaman ini juga membuat pengalaman menonton jadi jauh lebih seru dan terasa ‘naik level’.
Install SARGA.CO News
sarga.co