SARGA.CO - Tak selamanya kuda pacuan yang sudah pensiun dari perlombaan akan berakhir menjalani hidup yang sengsara. Meski tak bisa juga dipungkiri. Ada kuda yang mungkin bernasib kurang mujur karena terpaksa menjadi penarik kereta atau menjadi penghibur di sebuah sirkus.
Namun jalan takdir tak ada yang pernah bisa menebak. Bisa jadi seekor kuda pacuan yang sudah pensiun ternyata punya kemampuan lain di luar lintasan. Salah satunya adalah mengubah nasib menjadi seekor seniman.
Inilah yang terjadi pada kuda ras murni (Thoroughbred) yang dulu menjadi kuda pacu dan kini terkenal namanya sebagai “kuda pelukis”.
Nama ini bukan sekadar julukan. Kuda itu benar-benar pernah melukis di atas kanvas. Blue, nama kuda yang jago lukis ini, diadopsi oleh pemiliknya, Erika Tully, ketika berusia 21 tahun ini sekitar tiga tahun lalu.
Tully memperhatikan kebiasaan Blue yang suka mengambil berbagai benda seperti sapu, selang dan barang sejenis lainnya menggunakan mulut. Melihat kebiasaan itu, Tully mencoba bereksperimen dengan ide unik.
Dia menempelkan kuas pada sebatang wortel lalu memberikan kanvas kepada Blue untuk digoreskan.
Idenya berhasil. Blue melukis karena termotivasi oleh wortel sebagai imbalan. Namun ternyata kebiasaan itu hanya bertahan sementara. Blue tanpa perlu dirangsang oleh sayur wortel untuk melukis. Dia benar-benar tertarik dengan proses melukis.
Bahkan, Tully mengatakan bahwa mereka bisa melukis sampai lima hari berturut-turut.
Lukisan-lukisan Blue bukan sekadar cat di kanvas. Kadang dilukisannya terdapat tanah dan helaian rambut Blue karena kuas bisa terlepas saat dia melukis.
Mengutip laman People, hasil karya ini dijual lewat toko milik Tully, Neapolitan Wine Shop, dan situs webnya, Eclectic Dandelion.
Hingga kini, sekitar selusin lukisan hasil karya Blue sudah terjual. Menurut Tully, tidak hanya dia yang senang melihat Blue melukis — semua orang di kandang pun ikut tersenyum saat melihatnya beraksi.
Install SARGA.CO News
sarga.co