SARGA.CO - Kematian mendadak pada kuda pacu saat latihan maupun perlombaan selama ini menjadi salah satu persoalan paling mengkhawatirkan dalam industri pacuan kuda. Meski kerap terjadi tanpa tanda-tanda jelas, penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko tersebut sebenarnya dapat dideteksi lebih dini dengan bantuan teknologi.
Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Thoroughbred Daily News mengungkap penggunaan sistem sensor bernama StrideSAFE untuk mengidentifikasi kuda pacu yang berisiko mengalami sudden death. Penelitian ini melibatkan lebih dari 21.000 ekor kuda dengan total sekitar 60.000 kali start balapan.
Sensor StrideSAFE ditempatkan pada pelana kuda untuk merekam data gerakan dan pola langkah (stride). Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma khusus. Hasilnya, sekitar 0,7 persen dari seluruh start teridentifikasi sebagai berisiko tinggi, dan dari kelompok tersebut, sistem berhasil mendeteksi 83 persen kasus kematian mendadak yang kemudian benar-benar terjadi
Menariknya, beberapa kuda telah teridentifikasi berisiko hingga delapan bulan sebelum kejadian fatal, menandakan bahwa kematian yang tampak mendadak kemungkinan merupakan hasil dari gangguan yang berkembang secara perlahan.
Para peneliti menduga gangguan jantung, termasuk kelainan irama jantung (arrhythmia), menjadi salah satu penyebab utama. Namun, dalam banyak kasus, pemeriksaan pasca-kematian tidak menunjukkan kelainan struktural yang jelas, sehingga menyulitkan diagnosis dengan metode konvensional.
Melalui pendekatan berbasis data ini, peneliti berharap dokter hewan dapat memfokuskan pemeriksaan lanjutan pada kuda yang telah terdeteksi berisiko, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.
Meski masih bersifat awal, temuan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam upaya meningkatkan keselamatan kuda pacu. Teknologi ini membuka peluang untuk mengurangi kasus kematian mendadak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan dalam dunia pacuan kuda modern.
Install SARGA.CO News
sarga.co