SARGA.CO - Sejarah tercipta pada Minggu pagi di Tokyo, ketika Calandagan, kuda pacu asal Irlandia, menjuarai Japan Cup senilai £5 juta (Rp96 miliar), menjadi kuda balap luar negeri pertama dalam 20 tahun yang berhasil mengangkat piala bergengsi ini.
Dilatih oleh Francis-Henri Graffard dan dimiliki oleh Aga Khan Studs, Calandagan menampilkan finishing luar biasa untuk menahan tantangan favorit publik, Masquerade Ball, sambil melampaui rekor lintasan yang sebelumnya dipegang oleh Almond Eye (2018), yakni 2:20.6. Dan catatan waktu Calandagan; 2:20.3.
Kemenangan ini mengakhiri puasa kemenangan internasional yang berlangsung sejak 2005, saat Alkaased milik Luca Cumani dan Frankie Dettori berhasil menjuarai perlombaan.
Calandagan kini menjadi pemenang kedua yang dilatih di Prancis setelah Le Glorieux pada 1987. Prestasi ini membawa hadiah utama sebesar £2,6 juta (Rp50 miliar), ditambah bonus tambahan £2,3 juta (Rp44 miliar) karena sebelumnya menjuarai King George di Ascot pada awal tahun.
Joki Mickael Barzalona terlihat tenang dan percaya diri meski harus mengambil jalur luar pada lintasan Tokyo yang lebar. Saat memasuki garis lurus, Calandagan menampilkan loncatan kecepatan yang luar biasa, melampaui Masquerade Ball tepat pada saat yang menentukan.
Dalam momen yang menegangkan, Masquerade Ball sempat hampir menyalipnya, namun Calandagan menunjukkan tenaga ekstra di detik-detik terakhir untuk menempatkan hidungnya di depan dan mengunci kemenangan. Sayangnya, dua joki lain, Christophe Lemaire dan Keita Tosaki, terjatuh segera setelah garis finis.
Musim Gemilang Calandagan
Musim Calandagan mungkin dimulai dengan kekalahan di Coronation Cup, namun sejak itu kuda berusia empat tahun ini menunjukkan dominasi luar biasa: Grand Prix Saint-Cloud, King George, Champion Stakes dan Japan Cup.
Prestasi ini juga menandai musim yang sangat luar biasa bagi Graffard, yang kini memegang rekor sebagai pelatih Prancis dengan kemenangan Group One terbanyak dalam satu musim.
Calandagan sebelumnya juga sukses di arena internasional, termasuk menang bersama Barzalona di Qatar Prix de l'Arc de Triomphe dengan Daryz dan Gezora di Breeders’ Cup Filly & Mare Turf bulan lalu.
Sejak awal, internasional sempat mendominasi Japan Cup dengan pemenang seperti Singspiel, Pilsudski, dan Falbrav, namun dua dekade terakhir menjadi milik Jepang. Nemone Routh, manajer Aga Khan Studs di Prancis, mengakui sebelum perlombaan bahwa kemenangan ini adalah hal yang “nyaris mustahil bagi kuda Eropa”.
“Kami hanya pernah mengirimnya ke sini dan Dubai sebelumnya. Kemenangan di sini akan menutup musim yang luar biasa, terutama setelah tahun yang sulit dimulai,” ujar Routh.
Perjalanan Panjang Menuju Kemenangan
Calandagan menempuh perjalanan hampir 24 jam melalui dua penerbangan untuk sampai di Jepang. Namun tantangan panjang itu tidak menghalangi semangatnya, bahkan ia tampil gemilang di lintasan yang lebar dan menantang.
Dengan kemenangan monumental ini, tim telah memastikan bahwa Calandagan akan tetap berkompetisi di musim depan, membuka peluang bagi musim yang bahkan lebih spektakuler bagi sang kuda Prancis legendaris.
(Sumber: Racing TV)
Install SARGA.CO News
sarga.co