

SARGA.CO—Di dunia pacuan kuda Indonesia, hanya sedikit nama yang dikenang sebagai legenda. Satu dekade setelah kejayaan Djohar Manik, kini muncul King Argentin yang digadang-gadang sebagai pewaris takhta sang juara.
Tahun 2014 menjadi saksi betapa dominannya Djohar Manik di kancah nasional. Kuda hasil perkawinan pejantan Tuscaloosa dan indukan Mini Satria itu berhasil membawa pulang gelar Triple Crown. Hingga saat ini, gelar tersebut baru berhasil diraih oleh dua kuda di Indonesia sepanjang sejarah, termasuk Djohar Manik.
Rangkaian kejuaraan itu mencakup Piala Tiga Mahkota Seri 1 pada bulan Maret 2014 dengan jarak 1.200 meter, Seri 2 pada bulan Mei 2014 dengan jarak 1.600 meter, dan Seri 3 di bulan Juli 2014 dengan jarak tempuh 2.000 meter, di mana Djohar mencatatkan rekor tercepat. Tiga kemenangan inilah yang menjadikannya menyabet gelar Triple Crown secara sempurna.
Tak hanya bersinar dengan gelar Triple Crown, Djohar Manik juga mengukir prestasi gemilang di berbagai kejuaraan bergengsi lainnya. Ia tercatat tiga kali menyabet gelar juara di kategori kelas Super Sprint dengan jarak 1.300 meter, serta di kategori Star of Stars untuk jarak 2.200 meter. Dua kelas itu dikenal menuntut kecepatan dan daya tahan ekstrem.
Selain itu, Djohar Manik juga menunjukkan kemampuan hebatnya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 di Pangandaran, Jawa Barat, dengan meraih gelar juara di kelas A Sprint. Pencapaian itu memperkuat statusnya sebagai salah satu kuda pacu paling kompeten dan konsisten yang pernah dimiliki Indonesia.
Maju ke satu dekade setelah era Djohar Manik, dunia pacu kuda Indonesia kembali menyaksikan lahirnya bintang baru, King Argentin. Kuda kelahiran tahun 2021 itu mencuri perhatian sejak debutnya pada 2023. Debut di usia muda, namanya mulai diperhitungkan sebagai calon juara di lintasan pacuan kuda.
Diawali dengan kemenangan di Piala Tiga Mahkota Seri I dan Pertiwi Cup 2024 untuk kelas 2 Tahun Perdana A/B — 800 meter, King Argentin menunjukkan bakat alamiahnya sebagai sprinter tangguh. Tapi performanya tak berhenti di jarak pendek saja.
Masuk ke arena yang lebih kompetitif, King Argentin berhasil menjadi runner-up di Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Seri 01 Indonesia Derby 2024 (1.400 meter), serta posisi kedua di ajang bergengsi Le Minerale Piala Ketua Umum PP Pordasi 2024–2028 untuk kelas 3 Derby Divisi I — 1.600 meter. Catatan ini menjadi bukti bahwa ia bukan one-hit wonder.
Tahun 2025 menjadi puncak penampilan King Argentin. Ia keluar sebagai juara di A.E. Kawilarang Memorial Cup 2025 (1.600 meter), lalu melanjutkan dominasinya di Triple Crown Serie 1 (1.200 meter) dan Triple Crown Serie 2 (1.600 meter), semuanya ditunggangi oleh joki andal Jemmy Runtu.
Di babak penyisihan Indonesia’s Horse Racing: Indonesia Derby 2025 berjarak 2.000 meter, King Argentin kembali menunjukkan kelasnya. Ia menyelesaikan lomba di posisi pertama, unggul atas Padagi NSL dan Romantic Spartan.
Hanya tinggal satu pertandingan terakhir. Jika King Argentin kembali finis terdepan di final Indonesia’s Horse Racing (IHR): Indonesia Derby 2025, maka gelar Triple Crown resmi jadi miliknya.
Dalam kesempatan khusus, tim SARGA.CO mewawancarai sejumlah horse trainer untuk mengetahui bagaimana mereka membandingkan kemampuan King Argentin dan Djohar Manik di arena pacuan Tanah Air.
Ndena Ngaba, horse trainer Jatinom Indah Stable menilai keduanya berada di level yang berbeda. Ia menyebut Djohar Manik sebagai sang legenda.
“Djohar Manik itu tiap event menang terus masalahnya. Kejurnas maupun pacuan biasa,” jelas Ndena.
Soal keunggulan saat memimpin di barisan depan, horse trainer Maju Jaya Stable, Tantan Firmansyah juga mengunggulkan kemampuan Djohar Manik dibanding King Argentin.
“Djohar kan udah kelihatan dari kelas pemula. Kalau King Argentin kelihatan baru-baru ini. Djohar juga banyak di-leading dibandingkan Argentin,” ungkapnya.
Ia turut menyebut bahwa Princess Gavi, kuda yang juga berasal dari King Halim Stable, masih lebih unggul dari King Argentin. Namun, performa Argentin belakangan ini menunjukkan tren positif baginya.
“Cuman Argentin mulai menuju puncak, mulai bagus,” lanjutnya.
Komentar Tantan tak lepas dari pencapaian terbaru King Argentin yang sukses mempertahankan posisi pertama di ajang Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 1 dan Serie 2 2025. Bahkan di babak penyisihan Indonesia Derby - Kelas 3 Tahun Derby Heat I (2.000 meter), ia masih konsisten di urutan teratas.
Berbeda pandangan datang dari Slamet. Ia menyebut bahwa kualitas King Argentin setara dengan Djohar Manik. Bahkan, jika disandingkan dengan kuda-kuda pacu era sekarang, keduanya tetap berada di papan atas.
“Kualitas keduanya lebih bagus dari kuda-kuda sekarang,” terangnya.
Di sisi lain, Ardhi Wijaya, horse trainer dari BHM Stable juga menyoroti faktor genetik. Ia menyebut, Djohar Manik maupun King Argentin mewarisi darah juara. Tak heran jika Djohar dikenang sebagai legenda. Sementara itu, King Argentin mulai digadang-gadang sebagai penerus gelar Triple Crown, yang merupakan sebuah pencapaian tertinggi dalam dunia pacuan kuda.
“Kuda ini akan menjadi sosok sejarah baru, seekor kuda hasil ternakan dari King Halim yang akan menjadi legenda baru di pacuan kuda Indonesia,” tutupnya.
Dalam lintasan pacuan, sejarah dan masa depan kerap berpacu berdampingan. Pandangan para horse trainer menilai Djohar Manik masih kokoh sebagai ikon juara dengan dominasi yang sulit digoyahkan.
Namun, King Argentin perlahan mencuri sorotan. Ia menapaki podium demi podium dan menunjukkan bahwa darah juara yang mengalir di tubuhnya bukan sekadar catatan silsilah.
Dengan performa yang terus menanjak dan konsistensi yang mulai terbentuk, bukan tak mungkin waktu akan mencatat namanya sebagai legenda baru di dunia pacuan kuda Indonesia.
Triple Crown bukan sekadar gelar, namun juga ajang untuk menguji ketangguhan mental, fisik, dan strategi. Banyak kuda bisa mencicipi kemenangan di satu seri, tapi hanya yang paling tangguh yang mampu menyapu bersih tiga laga bergengsi itu secara beruntun.
Kini, King Argentin telah mengantongi dua kemenangan penting di rangkaian kejuaraan Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie. Tinggal satu langkah lagi menuju sejarah dan meneruskan kejayaan Djohar Manik di lintasan pacu Tanah Air.
Install SARGA.CO News
sarga.co