

SARGA.CO—Menjelang Indonesia’s Horse Racing (IHR): Indonesia Derby 2025, atmosfer persaingan mulai memanas, baik di lintasan maupun di tribun penonton. Semua orang yang hadir maupun menonton lewat live streaming menantikan kejuaraan ini dengan penuh harap sekaligus cemas.
Meski dalam suasana penuh ketegangan, penonton tetap hadir dengan outfit-outfit ikonik khas pacuan kuda. Bukan sekadar gaya dan tren, tapi terdapat simbol sejarah dan tradisi yang hidup kembali di setiap musimnya.
Outfit pacuan kuda bukan sekadar pakaian untuk duduk di tribun sambil menonton kuda berlomba. Setiap potongannya punya fungsi dan sejarah yang kuat, menciptakan atmosfer khas di arena. Gaya koboi dan sentuhan western jadi bagian dari tradisi ini.
Seperti di ajang Indonesia’s Horse Racing: Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup 2025 silam, dress code bertema koboi berhasil menyemarakkan acara. Menyambut IHR: Indonesia Derby 2025, tema serupa bisa jadi inspirasi untuk tampil ikonik dan tetap sporty.
Berikut lima inspirasi outfit menonton pacuan beserta tips dan trik styling-nya yang bisa dijadikan referensi.
Mengutip The Flannel Co., sebuah brand yang dikenal memproduksi pakaian flanel berbahan katun organik, flanel identik dengan pacuan kuda dan punya sejarah panjang sejak abad ke-17 di Wales, awalnya terbuat dari wol tebal untuk melawan cuaca dingin.
Lambat laun, flanel menyebar ke Amerika dan populer di kalangan buruh hingga koboi karena daya tahan dan kehangatannya. Kepopulerannya semakin naik lewat film koboi tahun 1950-an, menjadikan flanel simbol maskulinitas dan gaya hidup tangguh.
Saat ini, flanel tak hanya dilirik karena polanya yang estetik, tapi juga dari segi fungsionalitasnya. Terutama karena banyak dibuat dari katun yang menyerap keringat. Gaya klasiknya menjadikannya pilihan pas dan nyaman untuk menonton pacuan kuda.
Kemeja flanel bisa dipadupadankan dengan kaos polos sebagai outer atau dikancingkan penuh untuk memunculkan kesan edgy.
Siapa sangka, denim yang dikenal sebagai ikon timeless fashion juga lekat dengan dunia pacuan kuda. Diperkenalkan oleh Levi Strauss & Co. pada 1873 sebagai celana kerja, denim dirancang tangguh dengan tambahan rivet tembaga agar tidak mudah robek.
Seiring perkembangan frontier Amerika, jeans pun jadi pilihan utama koboi dan penunggang kuda karena bahannya yang tahan banting, nyaman, dan fleksibel. Tak butuh waktu lama, denim menjelma jadi simbol gaya western yang kerap terlihat di lintasan balap dan arena rodeo.
Tampilannya yang versatile membuatnya cocok dijadikan inspirasi outfit saat menonton pacuan kuda, baik dipadukan dengan pakaian netral maupun dijadikan outer untuk layering yang stylish.
Dikenal juga sebagai wild rag, aksesori fashion ini sudah digunakan sejak abad ke-19. Mengutip Cowtown Wild Rags, wild rag berfungsi untuk melindungi leher dan wajah dari debu. Selain itu, aksesori ini juga berfungsi sebagai lap bahkan pengganti tali.
Terbuat dari sutra atau katun, scarf ini biasanya bermotif paisley yang punya akar sejarah di India dan Eropa. Hingga kini, wild rag tetap populer dalam budaya pacuan kuda dan rodeo karena tampilannya yang klasik dan serbaguna.
Dengan desain mencolok dan nuansa heritage yang kuat, scarf koboi atau wild rag juga jadi elemen gaya yang mempertegas tema saat hadir di arena balap.
Kuncinya ada di cara pakai. Anda bisa mengikatnya ala bandana untuk tampilan tegas dan fungsional, atau biarkan terurai santai sebagai layering yang tetap sporty.
Pilih motif berani untuk menambah karakter, terutama saat ingin memunculkan kesan standout di tengah riuhnya pertandingan.
Menurut National Cowboy Museum, topi koboi pertama kali diciptakan oleh John B. Stetson pada tahun 1865. Jenis topi ini didesain tahan air dengan bahan baku bulu beaver. Selain itu, topi koboi memiliki bentuk tepi yang lebar untuk perlindungan maksimal dari panas maupun hujan saat berkuda.
Kini, topi koboi bukan hanya perlengkapan praktis bagi penunggang kuda, tetapi juga menjadi item fashion ikonik yang sering dikenakan penonton pacuan kuda. Dengan siluet khas dan karakter western yang kuat, topi ini melengkapi penampilan sekaligus menegaskan semangat rodeo di arena balap.
Agar tampilan lebih menonjol, pilih warna topi koboi yang kontras dengan outfit. pastikan rambut ditata rapi agar siluet wajah tetap tegas. Hindari aksesori berlebihan supaya fokus tetap pada topi.
Menyadur laman Buffalo Jackson, boots koboi mulai dikenal luas setelah Perang Saudara Amerika, sekitar tahun 1865.
Eksistensi sepatu itu dimulai ketika para penunggang kuda membutuhkan desain yang lebih cocok dibandingkan model militer, namun memiliki ketahanan tinggi. Inilah mengapa, boots koboi memiliki desain bagian tumit lebih tinggi untuk menjaga posisi kaki di stirrup dan batang panjang sebagai pelindung dari semak atau ular.
Saat ini, boots koboi tak hanya tentang fungsionalitas, tetapi juga item fashion yang bisa dijadikan pilihan untuk melengkapi outfit saat menonton pacuan kuda.
Untuk tampilan yang standout, padukan boots koboi dengan pakaian beraksen denim atau bawahan pendek seperti rok dan celana.
Sejumlah outfit di atas bukan hanya menambah semarak suasana di arena pacuan kuda, tapi juga membawa nilai historis dan simbolik yang kuat. Tak hanya menekankan pada kesan trendy, tapi juga penuh makna.
Jadi, mana outfit yang akan Anda pilih untuk tampil stylish di IHR: Indonesia Derby 2025? Jangan lupa share gaya terbaik Anda di media sosial dan tag Instagram (@sarga.co), 𝕏 (@sarga_co), TikTok (@sarga.co), atau Facebook (Sarga.co).
Install SARGA.CO News
sarga.co