SARGA.CO - Olahraga berkuda, terutama pacuan kuda, selama ini sering mendapat cap sebagai olahraga kaum berduit. Identik dengan tenda VIP, kuda mahal, hingga citra eksklusif, banyak masyarakat menilai pacuan kuda masih jauh dari jangkauan kelas menengah ke bawah.
Namun anggapan itu langsung dibantah oleh Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djojohadikusumo, dalam gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Aryo menegaskan bahwa pemilik kuda pacu tidak hanya berasal dari kalangan superkaya. Industri ini justru kini semakin terbuka untuk publik.
Sebagai bukti, harga tiket IHR Piala Raja HB X sangat bervariasi. Mulai dari Rp30 ribu saja hingga VIP Rp3 juta untuk mereka yang ingin pengalaman lebih eksklusif. Aryo membandingkan harga tiket pacuan kuda dengan event olahraga besar lainnya: MotoGP bisa mencapai belasan juta rupiah. Kemudian Liga 1, ratusan ribu rupiah. Dan pacuan kuda mulai Rp30 ribu plus ada tiket gratis.
“Apa ada tiket gratis di MotoGP atau F1? Pasti tidak ada. Tapi kalau pacuan kuda, ada yang gratis,” ujarnya.
Menurut Aryo, bahkan biaya menjadi pemilik kuda pacu lebih murah daripada mengelola klub sepak bola, voli, atau basket.
SARGA.CO Penonton Naik Dari 5.000 Menjadi 20.000
VP Marketing & Operations SARGA.CO, Kevin Jonathan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengubah persepsi publik soal pacuan kuda.
Dampaknya terlihat nyata. Sebelum SARGA.CO masuk ke industri ini, rata-rata penonton pacuan kuda hanya sekitar 5.000 orang. Kini, jumlahnya bisa mencapai 20.000 penonton per gelaran. Kevin juga menepis anggapan bahwa menikmati pacuan kuda harus punya kuda sendiri.
“Kalau ngomong mahal, ya kalau beli kuda memang mahal. Tapi pacuan kuda tidak harus beli kuda baru bisa dinikmati. Cukup datang dan nonton saja sudah bisa menikmati,” tegasnya
Install SARGA.CO News
sarga.co