SARGA.CO - Di dunia pacuan kuda, kecepatan, ketahanan, dan strategi joki sering jadi sorotan utama. Tapi pernahkah kamu bertanya: apakah warna kuda bisa jadi petunjuk siapa yang akan menang?
Meski terdengar seperti mitos atau sekadar gaya tebak-tebakan, beberapa data dan pengamatan menarik justru menunjukkan adanya tren tertentu terkait warna bulu kuda dan peluang menang di lintasan pacuan.
Dalam banyak perlombaan resmi, kuda berwarna bay atau cokelat tua mendominasi daftar pemenang. Warna ini termasuk yang paling umum di antara kuda Thoroughbred (TTHB) maupun hasil persilangan lokal.
Warna gelap diyakini secara genetis berkaitan dengan postur tubuh atletis dan otot yang lebih padat, faktor penting dalam balapan cepat.
Istilah "kuda hitam" sering dipakai untuk menyebut kandidat tak terduga yang jadi pemenang. Dalam kenyataannya, kuda hitam secara literal juga sering tampil impresif di lapangan.
Banyak pelatih menyukai kuda berwarna hitam karena tampak gagah dan punya daya jual tinggi, walau secara statistik tak seunggul kuda cokelat.
Kuda berwarna putih atau abu-abu sering menarik perhatian karena tampilannya yang elegan. Namun, dari sisi performa, mereka cenderung kalah jumlah dalam daftar juara.
Hal ini bisa jadi bukan karena performa, tapi karena jumlah populasi kuda berwarna terang jauh lebih sedikit dibanding kuda berwarna gelap.
Jawabannya tidak secara langsung. Warna bukan faktor utama dalam menang-kalah pacuan. Tapi, secara statistik, ada korelasi antara warna-warna tertentu dengan prestasi karena keterkaitannya dengan garis keturunan (bloodline), postur tubuh, dan stamina—yang semuanya sangat menentukan performa seekor kuda.
Warna bisa jadi 'petunjuk tambahan' yang menarik. Tapi saat menyaksikan pacuan kuda, yang paling penting tetap riwayat latihan, pengalaman joki, dan stamina kuda itu sendiri.
Install SARGA.CO News
sarga.co