

SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda Jepang, nama Gran Alegria bukanlah sekadar deretan huruf yang tercetak di daftar juara. Ia adalah legenda hidup, kuda betina tangguh yang mewarisi darah sang Raja Triple Crown, Deep Impact, dan membuktikan dirinya layak duduk di singgasana pacuan Sprint dan Mile.
Gran Alegria lahir pada 24 Januari 2016, hasil persilangan berdarah bangsawan: Deep Impact sebagai ayah, dan Tapitsfly sebagai ibu. Dari awal, harapan besar sudah disematkan padanya. Ia dibesarkan di Northern Farm, dilatih oleh Kazuo Fujisawa, dan didampingi oleh joki handal Christophe Lemaire.
Gran Alegria dikenal memiliki gaya balap fleksibel, bisa berperan sebagai Senkou/Stalker ataupun Sashi/Closer tergantung situasi. Fleksibilitas ini kini juga terlihat dalam game Uma Musume, di mana ia dibekali kemampuan Rank “A” pada strategi Pace Chaser dan Late Surger.
Meskipun kariernya tergolong singkat, catatan prestasinya membuat siapa pun berdecak kagum: Oka Sho (2019), Yasuda Kinen (2020), Sprinters Stakes (2020), Mile Championship (2020 & 2021) dan Victoria Mile (2021).
Namun dari semua kemenangan itu, yang paling ikonik adalah Yasuda Kinen 2020, ketika Gran Alegria secara mengejutkan mengalahkan Almond Eye, sang juara Triple Tiara yang menjadi favorit banyak orang. Sebuah duel dua ratu yang membuat publik terdiam dan menobatkan Alegria sebagai kuda betina terkuat di Jepang saat itu.
Rekam Jejak yang Mengesankan
Dalam 15 balapan sepanjang kariernya, Gran Alegria mencatat: 9 kali juara, 2 kali runner-up dan 2 kali peringkat tiga.
Dengan total penghasilan lebih dari ¥1.073.000.000 (lebih dari 100 miliar rupiah!), tak heran jika ia kini disebut sebagai salah satu kuda betina paling sukses sepanjang masa.
Dengan rekam jejak sekelas itu, tidak mengejutkan jika Gran Alegria kini bergabung dalam roster karakter Uma Musume. Para pemain dan penggemar pun menyambut antusias, karena kehadirannya menghadirkan semangat juang dan kenangan tentang duel epik melawan Almond Eye.
Visual Gran Alegria di game Uma Musume juga menunjukkan karakternya yang kalem tapi tajam, mencerminkan gaya balapnya yang taktis namun eksplosif.
Warisan yang Masih Berlanjut
Setelah pensiun pada Desember 2021, Gran Alegria kini menjadi kuda indukan, dengan keturunannya mulai menunjukkan potensi. Salah satunya adalah Gran Maestro, yang mulai dilirik sebagai penerus kejayaan keluarganya di lintasan.
Sang Putri yang Mengukir Takdirnya Sendiri
Gran Alegria bukan sekadar keturunan Deep Impact. Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa darah bangsawan bukan jaminan, dan kemenangan butuh kerja keras, strategi, dan tekad.
Kini, lewat Uma Musume, kisahnya tak hanya jadi legenda di lintasan, tapi juga jadi inspirasi di layar para penggemar di seluruh dunia.
Install SARGA.CO News
sarga.co