

SARGA.CO - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) Aryo PS Djojohadikusumi berharap bisa menggelar lebih banyak event kejuaran kuda pacuan di berbagai wilayah Indonesia, selain di Pulau Jawa.
Dengan terselenggaranya gelaran Indonesia`s Horse Racing (IHR) Merdeka Cup 2025 yang berlangsung di Gelanggang Pacu Legok Jawa, Pangandara, Jawa Barat, Aryo berharap event serupa akan digelar di berbagai daerah yang memiliki tradisi berkuda cukup kuat.
ujar Aryo saat diwawancara Metro TV di sela pacuan kuda IHR Merdeka Cup 2025 di Pangandaran, Jabar, Minggu, 24 Agustus 2025.
Menurut Aryo, sebelumnya rangkaian event kejuaran kuda pacuan dilaksanakan PP PORDASI dan SARGA.CO di Bantul, Yogyakarta dan Tegal Waton, Salatiga. Lintasan pacuan kuda di kedua kota tersebut memiliki karakter yang berbeda dengan Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran.
PP PORDASI, lanjut Aryo, selama ini berusaha untuk mengembangkan potensi pacuan kuda tradisional yang sudah sejak lama hadir di daerah. Selain di Pangandaran, wilayah Jabar juga memiliki potensi pacuan kuda tradisional seperti di Garut dan Tasikmalaya yang bisa kebih dikembangkan.
Sejumlah daerah juga memiliki stable yang memiliki kuda-kuda tradisional serta kuda thoroughbred yang merupakan hasil perkawinan kuda luar negeri.
SARGA.CO
Dukungan juga diharapkan datang dari kalangan swasta dengan menjadi sponsor dari event kejuaraan pacuan kuda yang digelar PP PORDASI. Keikutsertaan perusahan swasta ini akan membantu meningkatkan nilai hadiah serta kualitas kejuaraan pacuan kuda hingga akhirnya mengembangkan olahraga berkuda secara nasional.
Aryo menjelaskan, kualitas dimensi lintasan berkuda di gelanggang pacuan kuda Pangandaran ini sudah hampir menyerupai trek di luar negeri.
"Selain di Takengon di Aceh, kita juga ada di Legok Jawa di Pangandaran dan juga di Tompaso di Sulawesi Utara," ungkap Aryo.
Lintasan Gelanggang Pacu Legok Jawa, Pangandaran diakuinya memiliki karakter yang ditujukan untuk mendorong kuda-kuda pacu berlari dengan lebih cepat. Kondisi ini berbeda dengan Tegal Waton maupun Gelanggang Pacu Kuda Sultan Agung yang memiliki trek berupa tikungan tajam.
"Di sini, kuda benar-benar tidak perlu ngerem lagi. Jadi yang kita dapatkan hari ini (adalah) juara yang (memiliki) speed dan staminanya paling kuat," ujar Aryo.
Tak hanya soal lintasan dan dimensinya, Aryo juga mengaku kagum dengan pemandangan yang dihadirkan dari Gelanggang Pacu Kuda Legok Jawa, Pangandaran.
Dari tribun, penonton bisa langsung memandang laut lepas Samudera Hindia dengan pemandangannya yang eksotis dan menyegarkan mata.
"Kalau lihat ke sana tuh, tidak jauh berbeda dengan Southern California di San Diego. Bayangkan it's like a racetrack near LA," uajr Aryo seraya menunjuk pemandangan laut di belakangnya.
Tak hanya menyuguhkan pemandangan menari, Aryo juga menilai kehadiran pacuan kuda IHR Merdeka CUp 2025 menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan luar negeri yang tengah menikmati liburan di Pangandaran.
Dari pengamatannya, sejumlah wisatawan yang sedang berselancara di Pantai Pangandaran terlihat tertarik dengan event pacuan yang bsedang berlangsung.
"Mereka penasaran, kok tiba-tiba ada pacuan kuda," ujar Aryo yang juga berharap wisatawan lokal bisa sesekali merasakan wisata pantai sambil menonton pacuan kuda.
Install SARGA.CO News
sarga.co