

SARGA.CO - Masih dalam cinta, meski tak lagi di dunia nyata. Itulah ungkapan yang menggambarkan sosok Still in Love, kuda betina legendaris yang pernah mengguncang dunia pacuan kuda Jepang di awal 2000-an. Kini, meski telah tiada, namanya kembali menggema lewat kehadirannya sebagai karakter dalam game dan anime Uma Musume: Pretty Derby.
Still in Love lahir pada 2 Mei 2000 di Shimokobe Farm, Hokkaido, dengan garis keturunan yang sangat bergengsi. Ia adalah anak dari Sunday Silence, salah satu kuda pejantan paling berpengaruh dalam sejarah pacuan Jepang, dan Bradamante, indukan tangguh lainnya. Warna chestnut khasnya menambah aura elegan yang membuatnya mudah dikenali di lintasan.
Dilatih oleh Shoichi Matsumoto dan ditemani oleh joki setia Hideaki Miyuki, Still in Love dikenal sebagai kuda yang mampu beradaptasi dalam berbagai situasi balapan. Ia kerap menggunakan strategi Sashi (Closer) atau Oikomi (Deep Closer)—berlari dari belakang dan melejit di saat-saat terakhir—gaya balap yang kemudian juga diadopsi dalam game Uma Musume, lengkap dengan skill seperti Late Surger dan End Closer.
Tahun 2003 menjadi puncak kejayaannya. Ia berhasil menyapu bersih Triple Tiara Jepang untuk kuda betina dengan menjuarai: Oka Sho (GI) – 1.600 meter, Yushun Himba (Japanese Oaks) (GI) – 2.400 meter dan Shuka Sho (GI) – 2.000 meter.
Prestasi ini menjadikannya kuda betina kedua dalam sejarah Jepang yang berhasil menyabet ketiga gelar tersebut, mengikuti jejak Mejiro Ramonu (1986). Gelar itu menasbihkannya sebagai Ratu Pacuan Jepang, simbol keanggunan dan kekuatan.
Namun, setelah mencapai klimaks kariernya, cahaya Still in Love perlahan meredup. Ia hanya menjadi runner-up di Queen Elizabeth II Commemorative Cup (GI) pada akhir 2003, dan setelah itu tak pernah lagi meraih kemenangan. Dalam dua tahun berikutnya, ia kalah berturut-turut, seolah kehilangan api semangatnya.
Secara keseluruhan, Still in Love mencatatkan: 16 race, 5 kemenangan, 2 runner-up, 1 peringkat ketiga. Total hadiah ¥437.778.000 dan Penghargaan JRA Best 3-Year-Old Fillies 2003.
Masih muda dan baru menikmati masa pensiunnya sebagai indukan, tragedi menimpa. Setelah melahirkan anak pertamanya, Judah, pada tahun 2007, Still in Love meninggal dunia karena intestine volvulus, kondisi langka di mana usus terpelintir setelah melahirkan. Ia tutup usia di umur yang sangat muda—hanya 7 tahun.
Kini, Still in Love tak sekadar dikenang, tapi diabadikan sebagai karakter dalam Uma Musume, mewakili jiwa pejuang, keteguhan hati, dan keanggunan yang ia miliki semasa hidup. Dengan desain karakter yang memesona dan gaya balap yang khas, Still in Love kembali berlari di hati para penggemar—baik yang dulu menyaksikannya di lintasan nyata, maupun generasi baru yang mengenalnya lewat dunia digital.
Kisah Still in Love adalah kisah tentang kejayaan, kehilangan, dan keabadian. Ia adalah legenda yang hidup terlalu singkat, namun cukup lama untuk meninggalkan warisan yang tak tergantikan. Dan lewat Uma Musume, ia terus menginspirasi: bahwa meski telah pergi, cinta dan semangat seorang juara tak akan pernah benar-benar hilang.
Install SARGA.CO News
sarga.co