

SARGA.CO – Laut biru, debur ombak, dan derap kuda berpacu. Kombinasi eksotis ini hanya bisa ditemukan di satu tempat di Indonesia: Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tapi di balik keindahan dan latar spektakulernya yang langsung menghadap Samudera Hindia, track pacuan ini menyimpan tantangan tersendiri, khususnya bagi para kuda pacu yang belum terbiasa medan berat pasir pantai.
Berada tepat di garis Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Legok Jawa merupakan satu dari hanya dua lintasan pacuan kuda tepi pantai di dunia. Namun keindahan ini datang dengan harga: tekstur tanah yang lebih berat dan tidak stabil dibanding track tanah biasa.
Berbeda dengan lintasan seperti Bantul (DIY) atau Tegalwaton (Jateng) yang menggunakan tanah padat, Legok Jawa menggunakan pasir pantai asli. Ini membuat kuda harus bekerja lebih keras untuk setiap langkahnya. Tenaga yang dibutuhkan lebih besar, stamina terkuras lebih cepat, dan penguasaan ritme menjadi kunci.
"Kalau kuda tidak terbiasa dengan karakter pasir pantai, mereka bisa kehilangan pijakan dan kecepatan. Di sinilah tantangannya,” ungkap salah satu pelatih dari stable Jawa Barat.
Latihan di Tepi Laut, Kunci Sukses Menaklukkan Legok Jawa
Beberapa stable berpengalaman bahkan sudah mulai mempersiapkan kuda mereka jauh-jauh hari dengan latihan di area pesisir. Tujuannya jelas: melatih kaki dan napas kuda menghadapi beratnya lintasan Legok Jawa.
Adaptasi ini menjadi bagian penting dari strategi, terutama untuk kelas sprint dan Calon Derby yang membutuhkan kecepatan stabil.
Luas total 18 hektare: Menjadikannya salah satu gelanggang pacuan terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan wisata.
Lintasan oval sepanjang 1.200 meter: Dengan lebar 16 meter dan jalur straight line 300 meter untuk duel kecepatan di kelas sprint.
Tikungan lebar dan aman: Para joki menyukai desain track ini karena memungkinkan manuver di tikungan tanpa risiko tinggi.
Dalam event besar seperti Indonesia’s Horse Racing (IHR) – Merdeka Cup 2025, track ini bukan hanya panggung kompetisi, tapi arena pembuktian. Kuda-kuda terbaik dari tujuh provinsi akan turun, tapi hanya mereka yang siap menghadapi pasir berat dan angin laut yang mampu naik podium.
Jika biasanya bukan pasir pantai di tempat lain seperti Bantul dan Tegalwaton, di Legok Jawa ini lintasannya pasir pantai, jadi langkah kuda berlari pasti lebih berat. Butuh kekuatan ektra.
Install SARGA.CO News
sarga.co