SARGA.CO - Gemuruh lebih dari 37.000 penonton di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton menjadi saksi panasnya persaingan antar stable dalam seri pembuka Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026. Dari 169 kuda yang berlaga dalam 18 kelas, tiga nama stable tampil paling menyala dan mendominasi podium: Eclipse Stable, BHM Stable, dan King Halim Stable.
Di tengah atmosfer sportainment yang memadukan balapan, hiburan, dan sorotan digital, ketiganya menunjukkan konsistensi, kedalaman skuad, serta strategi matang dalam menurunkan kuda-kuda terbaiknya.
Berbasis di Jawa Tengah, Eclipse Stable tampil sebagai stable paling dominan dengan torehan 8 podium—terbanyak di antara seluruh peserta. Dukungan publik tuan rumah tampak menyatu dengan performa kuda-kudanya yang solid sejak race awal hingga akhir.
Beberapa kemenangan penting, termasuk dari kuda-kuda debutan usia 3 tahun, menjadi bukti bahwa Eclipse tidak hanya kuat dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas regenerasi. Dominasi ini menegaskan posisi Eclipse sebagai kekuatan utama di awal musim IHR 2026.
Di posisi kedua, BHM Stable dari Kalimantan Selatan mengoleksi 6 podium. Meski tidak sebanyak Eclipse, performa BHM menunjukkan konsistensi tinggi di berbagai kelas.
Strategi penempatan kuda yang presisi serta kolaborasi dengan joki berpengalaman membuat stable ini mampu bersaing ketat di kelas-kelas kompetitif, termasuk sprint dan jarak menengah. BHM membuktikan bahwa kekuatan luar Jawa semakin solid dalam peta persaingan pacuan kuda nasional.
King Halim Stable: Efisien dan Kompetitif
Sementara itu, King Halim Stable dari Jawa Barat menutup daftar tiga besar dengan 4 podium. Meski secara kuantitas berada di bawah dua rivalnya, efektivitas performa mereka patut diperhitungkan.
King Halim tampil kompetitif di kelas-kelas krusial dan menunjukkan kemampuan membaca ritme lomba, terutama dalam persaingan ketat melawan kuda-kuda eks-derby musim sebelumnya.
Lonjakan jumlah penonton-lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu-menjadi panggung ideal bagi para stable untuk unjuk kualitas. Ajang yang dipromotori oleh SARGA.CO ini memang sengaja dikemas sebagai sportainment modern.
Co-Founder & CEO SARGA.CO, Aseanto Oudang, menyebut peningkatan antusiasme publik sebagai hasil strategi menghadirkan elemen hiburan yang lebih kuat dalam setiap gelaran.
Kehadiran musisi Helarius Daru Indrajaya (Ndarboy) sebagai guest star dan commentator turut memperluas daya tarik acara. Sementara di ranah digital, re-streaming oleh Youtuber Ade Setyawan menembus lebih dari 195.000 viewers, memberi eksposur besar bagi para stable dan kuda-kuda andalan mereka.
Awal Panas Menuju “Race to the World Stage”
Dengan total hadiah Rp497,5 juta dan 54 kuda naik podium, IHR Jateng Derby 2026 bukan sekadar pembuka musim, melainkan panggung pembuktian kekuatan stable nasional.
IHR 2026 sendiri akan menghadirkan delapan kejuaraan hingga November mendatang, digelar oleh SARGA.CO bekerja sama dengan PP PORDASI di berbagai provinsi.
Jika performa di Jateng Derby menjadi indikator awal, maka persaingan antar stable musim ini dipastikan akan semakin sengit. Eclipse Stable memimpin start, namun BHM dan King Halim siap menekan di seri-seri berikutnya. Musim baru telah dimulai—dan tiga stable ini sudah menyalakan mesin menuju panggung dunia.
Install SARGA.CO News
sarga.co