SARGA.CO - Di antara riuhnya persaingan kelas-kelas utama, satu nama muda mencuri perhatian di Indonesia’s Horse Racing (IHR) Jateng Derby 2026: Aquinsa Aurora.
Kuda betina berwarna napas berusia 2 tahun dengan tinggi 153,5 cm itu tampil memukau di Kelas 2 Tahun Perdana KPI (Kuda Pemula Indonesia) 1.000 meter. Meski hanya diikuti tiga ekor kuda, kelas ini justru menjadi sorotan karena masuk dalam program pembinaan khusus Komisi Pacuan untuk menyiapkan generasi Derby KPI musim 2027 mendatang.
Anakan dari penjatan Saud dan indukan Mardhotillah ini menunjukkan kelasnya sejak gerbang start dibuka di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton. Bersama joki Anggun dari Indah Stable (Jawa Timur), Aquinsa Aurora langsung melesat meninggalkan lawan-lawannya dan tak pernah tersentuh hingga garis finis.
Performa eksplosif itu membuatnya finis pertama dengan meyakinkan, seolah memberi pesan bahwa ia bukan sekadar peserta pemula, melainkan calon bintang masa depan.
Di belakangnya, Anisseh T.A bersama joki Yanni Rondonuwu (Tombo Ati Stable/Jawa Tengah) sempat memberi tekanan selepas start namun harus puas di posisi kedua. Sementara Griselda dan joki Hani Moniaga (Ar Raffi Stable/Jawa Tengah) melengkapi podium di peringkat ketiga.
Kemenangan Aquinsa Aurora bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang potensi. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kombinasi kecepatan, ketahanan, dan mental balap yang matang.
Sekadar informasi, ayah Aquinsa, Saud pada masa jayanya mendapat julukan “Sang Maestro Lintasan.” Julukan itu bukan sekadar pujian. Statistiknya berbicara. Dengan total balapan: 63 kali, kemenangan: 39 kali, runner-up: 19 kali dan Posisi 3 besar, hampir selalu.
Install SARGA.CO News
sarga.co