SARGA.CO - Di tengah gemuruh ribuan penonton dan derap kuda yang menghentak lintasan, ada satu suara yang menjadi “nyawa” balapan, yakni announcer.
Dalam gelaran Indonesia’s Horse Racing: Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, posisi announcer bukan sekadar membacakan jalannya lomba. Dari ruangang yang menghadap langsung ke lintasan, ia harus memantau pergerakan kuda dalam hitungan detik, cepat, akurat, dan penuh energi.
Di hadapannya, layar monitor dan daftar nomor kuda. Matanya tak boleh lepas dari perubahan posisi sekecil apa pun. Ketika kuda mulai merapat di tikungan terakhir, nada suaranya ikut meninggi, memompa adrenalin penonton
“Masuk 300 meter terakhir… siapa memimpin?!” Kalimat-kalimat spontan itulah yang membuat tribun bergemuruh.
Tekanan kerja announcer tak kalah besar dari joki di lintasan. Salah sebut nama atau terlambat membaca momentum bisa mengurangi tensi balapan. Karena itu, fokus dan kecepatan berpikir menjadi kunci.
Dari POV sang announcer, race bukan hanya soal siapa tercepat, tetapi bagaimana setiap detik dramatis tersampaikan ke publik. Saat kuda menyentuh garis finis, suaranya ikut meledak, menutup satu babak adrenalin yang baru saja tercipta.
Install SARGA.CO News
sarga.co