SARGA.CO - Buat kalian yang pernah nonton pacuan kuda atau ikut datang ke lapangan latihan, mungkin pernah melihat joki atau panitia melarang penonton membuka payung di sekitar lintasan. Sekilas terdengar sepele, cuma payung, kok! Tapi ternyata, benda sederhana ini bisa bikin kuda pacu panik, bahkan liar di lintasan.
Secara naluriah, kuda adalah hewan mangsa (prey animal). Di alam liar, mereka selalu waspada terhadap gerakan tiba-tiba atau benda asing yang muncul tanpa peringatan, karena bisa jadi itu adalah predator.
Nah, payung yang tiba-tiba terbuka atau bergoyang ditiup angin, dianggap ancaman oleh insting si kuda. Mata mereka yang sensitif menangkap gerakan itu sebagai potensi bahaya, dan respons alaminya? Lari atau melonjak panik!
Kuda punya penglihatan hampir 350 derajat, tapi mereka tidak melihat sejelas manusia. Mereka lebih sensitif terhadap gerakan daripada detail objek.
Jadi, bayangan payung yang berputar, berkibar, atau refleksi cahaya dari payung basah bisa membuat kuda bingung atau terintimidasi, apalagi saat mereka sedang fokus berlari kencang. Ini bisa menyebabkan kuda kehilangan kendali dan bahkan membahayakan joki.
Kuda pacu adalah tipe kuda yang sangat terlatih dan sensitif terhadap isyarat joki. Mereka terbiasa berada dalam kondisi terkendali dan fokus penuh. Sedikit gangguan visual atau suara aneh, seperti suara payung terlipat atau bergerak karena angin, bisa mengganggu konsentrasi kuda dan joki secara fatal.
Bayangkan sedang sprint 60 km/jam, lalu muncul “makhluk asing” berkepala bundar warna-warni di pinggir lintasan? Ya, kamu pun mungkin panik.
Di banyak arena pacuan, baik di Indonesia maupun luar negeri, ada aturan tidak tertulis (atau tertulis) soal larangan membuka payung di dekat lintasan. Ini bukan cuma karena kuda takut, tapi demi keselamatan semua pihak: joki, kuda, dan penonton sendiri.
Kuda yang terkejut bisa berbelok mendadak, menabrak pagar, bahkan naik ke tribun jika panik. Maka tak heran, official akan langsung menegur atau meminta penonton menutup payung saat pacuan dimulai.
Kalau hujan, biasanya penonton tetap diizinkan pakai jas hujan atau berteduh di tribun beratap, tapi tidak membuka payung di dekat lintasan. Kadang payung hanya boleh dibuka di area tertentu yang jauh dari jalur lari kuda.
Bagi kita, payung itu pelindung dari panas atau hujan. Tapi bagi kuda pacu, itu bisa jadi monster tak dikenal yang muncul tiba-tiba dan mengancam keselamatan. Makanya, paham soal ini penting, terutama buat kalian yang ingin nonton pacuan kuda langsung di gelanggang.
Install SARGA.CO News
sarga.co