SARGA.CO - Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkap hal mengejutkan: kuda tidak hanya merasakan keberadaan manusia, tetapi juga dapat mencium emosi kita melalui bau keringat, termasuk rasa takut. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang cara kuda dan manusia berkomunikasi, dan membuka pintu diskusi tentang hubungan kita dengan hewan yang selama ribuan tahun telah menjadi sahabat di medan, ladang, dan lintasan pacuan.
Para peneliti dari National Research Institute for Agriculture, Food and Environment (INRAE), Prancis mengumpulkan sampel keringat dari relawan yang menonton adegan film yang menciptakan rasa takut, seperti film horor, dan dari orang yang menonton adegan yang menyenangkan. Sampel keringat ini kemudian ditempatkan dalam semacam muzzle yang bisa dipasang dekat hidung kuda selama uji coba.
Dalam serangkaian tes perilaku, para ilmuwan mencatat reaksi kuda ketika mencium aroma dari kedua kondisi tersebut:
Kuda yang mencium keringat dari manusia yang merasa takut menunjukkan reaksi rasa takut yang lebih kuat.
Mereka lebih mudah terkejut, menjauh dari objek baru, dan enggan mendekati peneliti dibanding ketika mencium keringat dari manusia yang santai atau gembira.
Tingkat denyut jantung juga lebih tinggi pada kuda yang mencium aroma “takut”, walau kadar hormon stres (kortisol) tidak menunjukkan perbedaan signifikan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuda tampaknya mampu membedakan emosi manusia hanya dari bau keringat, tanpa petunjuk visual atau suara. Ini berarti emosi kita, seperti ketegangan atau rasa takut, bisa terkomunikasikan secara kimiawi kepada kuda bahkan sebelum kita menungganginya atau berinteraksi langsung.
Menurut peneliti, hal ini bukan hanya menarik dari sudut ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi praktis besar.
Trainer dan penunggang perlu menyadari kondisi emosional mereka sebelum berinteraksi dengan kuda.
Datang dengan emosi yang lebih tenang dan positif dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik antara manusia dan kuda.
Pemahaman ini dapat meningkatkan efektivitas pelatihan, keselamatan, dan kesejahteraan hewan secara umum.
Studi ini juga memperluas pengetahuan kita tentang komunikasi emosional lintas spesies. Selama ini, kita tahu banyak hewan seperti anjing dapat mendeteksi stres manusia melalui bau, namun temuan terbaru ini menunjukkan bahwa kuda yang dianggap lebih sensitif terhadap sinyal sosial, juga dapat menangkap emosi manusia melalui komunikasi kimiawi yang halus.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa fenomena ini mungkin berasal dari kemampuan mendasar mamalia untuk merespons sinyal bau sebagai bentuk komunikasi, sebuah mekanisme yang berevolusi jauh sebelum bahasa atau ekspresi wajah berkembang.
Hasil penelitian ini mengubah cara kita memandang hubungan manusia dengan kuda. Bukannya sekadar merasakan tegangan lewat gerakan atau suara, kuda tampaknya dapat merasakan suasana emosional kita secara langsung melalui bau keringat. Ini berarti bahwa ketenangan mental bukan hanya penting bagi kita, tetapi juga bagi kesejahteraan dan respons kuda saat berinteraksi.
Install SARGA.CO News
sarga.co