SARGA.CO - Hari ini, kata “derby” identik dengan ajang pacuan kuda prestisius. Tapi tahukah kamu, asal-usul derby ternyata bermula dari duel taruhan antar dua bangsawan Inggris di abad ke-18? Yuk, simak fakta-fakta menarik soal derby pertama di dunia, yang menjadi cikal bakal berbagai balapan legendaris seperti Kentucky Derby, Japan Derby hingga Indonesia Derby!
1. Derby Pertama Bukan Cuma Soal Balapan, Tapi Soal Gengsi
The Epsom Derby, yang digelar pertama kali pada 4 Mei 1780, merupakan ajang yang lahir dari "perdebatan gentleman". Lord Derby dan Sir Charles Bunbury—dua bangsawan Inggris—bertaruh siapa yang bisa menggelar balapan kuda terbaik. Uniknya, pemenang undian untuk penamaan event ini adalah Lord Derby… dan nama "Derby" pun resmi lahir!
2. Kuda Pertama yang Menang Bernama “Diomed”
Kuda jantan bernama Diomed menjadi pemenang Epsom Derby pertama. Meskipun Diomed sempat kehilangan popularitas setelah pensiun, ia malah jadi bintang di Amerika saat dikirim ke sana untuk dijadikan pejantan dan menghasilkan keturunan juara di lintasan balap AS.
3. Jarak Lomba Asli Bukan 2.400 Meter
Saat pertama kali digelar, Epsom Derby hanya menempuh jarak 1,5 mil (sekitar 2.400 meter)—yang kini menjadi standar untuk banyak derby di seluruh dunia. Tapi di awal, beberapa variasi jarak dan peraturan sempat terjadi sebelum akhirnya distandarisasi.
4. Ajang Khusus untuk Kuda 3 Tahun
Salah satu ciri khas dari Derby hingga sekarang adalah khusus untuk kuda usia 3 tahun. Mengapa? Karena usia 3 tahun dianggap sebagai masa puncak pertama seekor kuda pacu sebelum mereka menjadi “senior” di usia 4 tahun ke atas. Jadi, derby adalah “adu bakat muda” sejati.
5. Melahirkan "Anak-Anak Derby" di Seluruh Dunia
Setelah sukses di Inggris, konsep “Derby” menyebar ke seluruh dunia: Kentucky Derby (Amerika Serikat) pertama kali digelar pada 1875, Tokyo Yushun atau Japan Derby dimulai pada 1932, dan Prix du Jockey Club di Prancis bahkan sudah eksis sejak 1836.
Nama "derby" kini digunakan bahkan untuk berbagai kompetisi lain—termasuk sepak bola (seperti Manchester Derby), meski awalnya dari kuda!
6. Dari Ajang Eksklusif Jadi Hiburan Rakyat
Awalnya, derby hanya dinikmati kalangan aristokrat. Tapi seiring waktu, ia jadi tontonan masyarakat luas. Bahkan di masa-masa sulit seperti Perang Dunia, Derby tetap digelar sebagai hiburan dan simbol harapan.
7. Lebih dari Sekadar Balapan
Derby kini bukan hanya olahraga, tapi juga festival budaya, dengan fesyen, parade, makanan, dan tentu saja, taruhan! Banyak orang datang bukan hanya untuk pacuan, tapi juga untuk atmosfernya yang meriah dan mewah.
(Berbagai sumber)
Install SARGA.CO News
sarga.co