SARGA.CO - Di lintasan Nakayama yang dingin menjelang akhir tahun, Museum Mile tidak terburu-buru. Saat sebagian kuda langsung berebut posisi depan di Arima Kinen ke-70, kuda jantan berusia tiga tahun itu justru memilih menunggu, seolah tahu bahwa balapan besar sering dimenangkan oleh mereka yang paling sabar.
Di bawah kendali joki Italia Cristian Demuro, Museum Mile berada di barisan belakang hampir sepanjang lomba 2.500 meter. Sorotan penonton lebih banyak tertuju pada kuda-kuda unggulan yang memimpin sejak awal. Namun segalanya berubah begitu memasuki tikungan terakhir.
Demuro memberi isyarat. Museum Mile merespons. Dengan langkah panjang dan tenaga yang masih utuh, Museum Mile melesat di sisi luar lintasan, satu per satu melewati para pesaingnya. Dalam beberapa detik yang menentukan, ia menyalip Cosmo Kuranda dan menyentuh garis finis lebih dulu dengan selisih setengah badan kuda, memastikan kemenangan di salah satu balapan paling prestisius di Jepang.
Bagi Demuro, momen ini terasa sangat personal. Setahun lalu, ia nyaris memenangkan Arima Kinen, namun harus puas kalah tipis dari Regaleira dengan selisih yang nyaris tak terlihat. Kali ini, sejarah berpihak kepadanya.
“Ini seperti balas dendam,” ujar Demuro usai balapan, merujuk pada kekalahan menyakitkan tahun sebelumnya.
Kemenangan ini juga menjadi gelar Grade 1 kedua bagi Museum Mile di musim 2025, setelah sebelumnya menjuarai Satsuki Sho pada April lalu. Prestasi tersebut menegaskan konsistensinya sebagai salah satu kuda terbaik dari generasi muda Jepang.
Arima Kinen dikenal sebagai balapan yang tidak ramah bagi kuda muda. Jarak panjang, lintasan menantang, dan lawan-lawan berpengalaman sering kali menjadi ujian berat. Namun Museum Mile menjawab semua keraguan itu dengan pendekatan cerdas. Menyimpan tenaga, lalu menyerang di saat yang tepat.
Di belakangnya, Danon Decile finis ketiga, sementara favorit utama Regaleira, yang membidik kemenangan beruntun dan sejarah sebagai kuda betina pertama yang menang dua kali berturut-turut, harus puas di posisi keempat.
Dengan hadiah utama senilai 500 juta yen (Rp53 miliar), Museum Mile menutup musim balap Jepang dengan cara terbaik. Lebih dari sekadar angka dan trofi, kemenangan ini menandai lahirnya bintang baru balap kuda Jepang, kuda yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dalam membaca balapan. (Sumber: kyodonews.net)
Install SARGA.CO News
sarga.co