SARGA.CO - Dalam pacuan, lintasan bukan sekadar dipandang sebagai permukaan tempat kuda-kuda pacu berlari sekencangnya untuk meraih podium juara. Setiap lintasan memiliki karakter tersendiri sehingga joki dan trainer harus bisa menyusun strategi yang mumpuni agar kuda pacunya bisa tampil sebagai pemenang.
Di dunia pacuan kuda dikenal tiga jenis lintasan pacu yaitu rumput (turf) yang paling umum ditemukan di Eropa, Tanah (dirt) yang banyak digunakan di Amerika Serikat dan Indonesia, serta buatan atau sintetis yaitu permukaan lintasan buatan manusia yang digunakan di sejumlah lokasi di seluruh dunia.
Kali ini SARGA.CO akan mengupas mengenai perbedaan karakter lintasan truf dan dirt dalam sebuah pacuan kuda.
Trek rumput atau turf track biasanya digunakan untuk pacuan yang lebih menonjolkan kelincahan dan teknik saat berada di lintasan.
Jenis trek ini populer di Eropa, Asia, dan Australia berkat permukaannya yang alami dan elastis. Karakter turf track adalah permukaannya yang alami namun sensitif terhadap cuaca dan kelembapan.
Kondisi lintasan rumput juga mudah berubah setelah hujan dan membutuhkan perawatan dan waktu pemulihan.
Lintasan rumput paling populer di pacuan kuda dunia terdapat di Inggris. Negeri Raja Charles ini yang menjadi tempat lahirnya pacuan kuda modern menjadikan lintasan rumput sebagai standar. Pada lintasan rumpur, stamina dan strategi joki menjadi faktor utama.
Beberapa pacuan kuda ternama dunia yang menggunakan lintasan rumput adalah Ascot dan York. Penggunaan rumput alami untuk pacian kuda di Inggris banyak diadopsi beberapa negara seperti Prancis, Irlandia, Jepang, hingga Australia.
Di Indonesia, turf track hanya ada di Lapangan Pacu Kuda Yosonegoro di Gorontalo dengan panjang lintasan 1.600 meter. Namun lapangan pacu ini sudah semakin jarang digunakan untuk race.
iklim Indonesia yang punya curah hujan tinggi membuat perawatan rumput semakin kompleks serta menimbulkan risiko lintasan menjadi licik dan lembek sehingga kurang efesien untuk pemakaian rutin.
Dirt track atau trek pasir/tanah merupakan jenis lintasan pacuan kuda paling banyak dijumpai di Indonesia, salah satunya di Lapangan Pacu Kuda Sultan Agung di Bantul, DIY dengan panjang lintasan 1.200 meter. Umumnya, permukaan trek tanah terdiri dari campuran pasir, tanah liat, dan sedikit lumpur.
Karakter dirt track adalah permukaan lebih stabul serta sistem drainase yang lebih baik. Pengelolaan lintasan tanah relatif gampang karena mudah diratakan. Karakter ini juga membuat dirt track bisa dipakai rutin dalam berbagai kondisi.
Salah satu kiblat dirt racing dunia adalah lintasan di Amerika Serikat yang dikenal dengan gaya balap berkecepatan tinggi sejak start hingga finish.
Daya tahan lintasan pasir/tanah membuatnya ideal untuk digunakan sebagai tempat race non-stop setiap hari.
Ajang prestisius Triple Crown di AS juga diadakan di lintasan pasir/tanah seperti Kentucky Derbu, Preakness Stakes, dan Belmont Stake. Lintasan ini juga digunakan untuk kejuaraan Breeder's Cup.
Terlepas dari lintasan yang digunakan setiap negara dalam menggelar pacuan kuda, ada satu kesamaan yang tak terbantahkan. Pacuan kuda yang berlangsung tetap membawa atmosfer menegangkan sekaligus kepuasan bagi para penggemar dan terutama pemilik kuda pacu yang memenangkan kejuaraan.
Install SARGA.CO News
sarga.co