test

Better experience in portrait mode.
Geosite Goa Kelelawar Padayo

Mampir ke Padang Sebelum Nonton Pacuan, Jangan Lupa Wisata Ke Geosite Goa Kelelawar Padayo

SARGA.CO- Sumatra Barat sebagai salah satu provinsi yang punya agenda pacuan kuda yang konsisten dan banyak jumlahnya bisa menjadi magnet wisata tersendiri. Bagi sebagaian turis dari luar Sumbar, terutama yang masuk lewat jalur udara, mampir ke Kota Padang hampir pasti harus dilakukan sebelum mampir ke beragam lapangan pacu yang tersebar di Ranah Minang.

Saat mampir ke Sumbar, ada baiknya menikmati sejumlah destinasi wisata yang ada di Padang. Salah satu yang terbaru dan menarik adalah satu-satunya goa karst yang ada di Kota Padang, Geosite Goa Kelelawar Padayo.

Hanya berjarak sekitar 21 kilometer atau sekitar 35 menit berkendara dari pusat Kota Padang yang sibuk, objek wisata yang terletak di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan ini menawarkan ketenangan alam, udara segar, serta petualangan eksotis di dalam perut bumi. Perjalanan menuju lokasi pun sangat menarik karena pengunjung akan melewati kawasan hijau PT Semen Padang, termasuk penangkaran Rusa Totol yang awalnya diadopsi dari Istana Kepresidenan Bogor sejak tahun 2016.

Pesona Estetika Lampu Warna-Warni di Mulut Goa

Untuk mencapai mulut goa, pengunjung harus berjalan kaki menuruni lereng bukit sejauh kurang lebih 500 meter melalui anak tangga paving block yang tertata rapi. Suasana hutan tropis yang sejuk, basah, dan kicauan burung yang merdu langsung menyambut begitu Anda mendekati area goa. Sebelum memasuki pintu masuk, pengunjung akan disuguhi pemandangan dua anak air kecil dengan air yang sangat jernih mengalir di bawah jembatan kayu.

Pesona Estetika Lampu Warna-Warni di Mulut Goa
Geosite Goa Kelelawar Padayo

Begitu melangkah ke dalam goa, pemandangan langit-langit goa yang eksotis menanti. Jika dahulu menyusuri goa ini sangat menantang dan gelap, kini pengelola telah membangun jembatan tracking yang nyaman serta memasang lampu hias berwarna-warni. Efek pencahayaan remang-remang berwarna biru dan magenta ini memunculkan kesan eksotis sekaligus mempermudah pengunjung mengagumi struktur batuan goa tanpa perlu takut kegelapan

Geosite Goa Kelelawar Padayo
Geosite Goa Kelelawar Padayo

Mahakarya Stalaktit "Mulut Gigi Hiu" yang Memorabel

Di dalam goa, sejauh mata mengandang, Anda akan disuguhi pemandangan stalaktit dan stalagmit aktif yang terus meneteskan air. Salah satu formasi yang paling ikonik dan memorabel bagi para pengunjung adalah gugusan stalaktit yang menyerupai bentuk mulut gigi hiu. Dinding goa yang selalu basah berkilauan saat terkena cahaya lampu membuat setiap sudut di dalam goa ini menjadi latar belakang foto yang sangat estetik dan digemari oleh para pencinta fotografi alam.

Meskipun total panjang keseluruhan lorong goa mencapai 560 meter, untuk kunjungan wisata massal baru dibuka jalur tracking pendek demi menjaga keamanan. Bagi yang ingin menjelajahi seluruh panjang goa harus merangkak dan didampingi pemandu khusus.

'. $feedValue['alt_title'] .'
Geosite Goa Kelelawar Padayo

Kolaborasi Pembangunan: Siapa di Balik Geosite Padayo?

Keindahan Geosite Goa Kelelawar Padayo yang rapi saat ini tidak lepas dari proses panjang sejak tahun 2021, dimulai dari survei lokasi hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada November 2023. Objek wisata ini akhirnya resmi dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Walikota Padang saat itu, Hendri Septa, pada tanggal 12 Mei 2024.

Pembangunan infrastruktur pendukung seperti pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan penyeberangan, tangga, hingga jalur tracking di dalam goa didanai sepenuhnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang dengan anggaran mencapai Rp504 juta. Kerja sama antara Pemko Padang dan PT Semen Padang ini diselaraskan dengan konsep berkelanjutan triple bottom line (people, planet, profit) untuk memberdayakan ekonomi warga sekaligus menjaga kelestarian alam. 

Kunjungan Sarga bersama Tim dari Semen Padang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padayo

Pengelolaan Berbasis Komunitas dan Lonjakan Pengunjung

Untuk pengelolaan sehari-hari, Geosite Goa Kelelawar Padayo dikelola secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padayo di bawah pembinaan langsung Dinas Pariwisata Kota Padang. Pengelolaan ini telah berhasil memberdayakan lebih dari 40 warga setempat yang bertugas sebagai petugas retribusi, penjaga parkir, pemandu, hingga penjaga mulut goa.

Sejak diresmikan dan menjadi viral di media sosial, jumlah kunjungan wisatawan ke geosite ini mengalami lonjakan yang luar biasa. Dalam beberapa waktu belakangan, kunjungan di hari biasa (Senin-Jumat) mencapai 100-200 wisatawan per hari. Sementara saat akhir pekan jumlah kunjungan bisa mencapai 300 sampai 700 pengunjung dalam sehari.

Wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

'. $feedValue['alt_title'] .'
Geosite Goa Kelelawar Padayo
'. $feedValue['alt_title'] .'

Menguak Sejarah: Goa Purba yang Dulunya Dasar Lautan

Selain keindahannya, Goa Kelelawar Padayo menyimpan nilai edukasi yang sangat tinggi. Berdasarkan informasi resmi yang tertera pada plang informasi geosite di depan pintu masuk, kawasan wisata ini secara astronomis terletak pada koordinat -0.94° Lintang Selatan dan 100.49° Bujur Timur, dengan ketinggian 416 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara ilmiah, batugamping (batu kapur) penyusun goa ini merupakan jenis batuan sedimen berusia fantastis, yakni sekitar 365 juta tahun berdasarkan penelitian geologi oleh Kastowo (1996). Batuan purba ini terbentuk dari sisa-sisa hewan laut mati (seperti cangkang kerang, siput, plankton, dan ganggang purba) yang mengendap ratusan juta tahun lalu ketika wilayah Indarung ini masih merupakan lautan dangkal.

Batugamping ini memiliki ciri khas dominan mengandung kalsium karbonat (CaCO3) yang sangat mudah larut saat bereaksi dengan air hujan. Proses pelarutan alami yang berlangsung selama jutaan tahun tersebut dikenal sebagai karstifikasi, yang kemudian membentuk rongga-rongga, lorong eksotis, serta aliran sungai bawah tanah di dalam batuan. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2012, Goa Kelelawar Padayo diklasifikasikan sebagai kategori bentang alam karst yang wajib dilindungi untuk konservasi.

'. $feedValue['alt_title'] .'
Sponsored Ad
Mampir ke Padang Sebelum Nonton Pacuan, Jangan Lupa Wisata Ke Geosite Goa Kelelawar Padayo Mampir ke Padang Sebelum Nonton Pacuan, Jangan Lupa Wisata Ke Geosite Goa Kelelawar Padayo

Mampir ke Padang Sebelum Nonton Pacuan, Jangan Lupa Wisata Ke Geosite Goa Kelelawar Padayo

Baca Selengkapnya
Rangagam Town dan Our Asia Absen Jadi Calon Derby di  IHR Merdeka Cup 2026 Payakumbuh Rangagam Town dan Our Asia Absen Jadi Calon Derby di  IHR Merdeka Cup 2026 Payakumbuh

Rangagam Town dan Our Asia Absen Jadi Calon Derby di IHR Merdeka Cup 2026 Payakumbuh

Dua kuda calon Derby 2027 itu akan absen dari race di kampung halaman karena alasan berbeda. Rangagam Town karena pemulihan cedera, sementara Our Asia pindah ke stable di Jakarta.

Baca Selengkapnya
Deteksi Dini Risiko Cedera, Sir Orbit Pilih Absen Indonesia Derby 2026 Deteksi Dini Risiko Cedera, Sir Orbit Pilih Absen Indonesia Derby 2026

Deteksi Dini Risiko Cedera, Sir Orbit Pilih Absen Indonesia Derby 2026

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter

Road to Indonesia Derby 2026: Sumbar Siapkan 12 Kuda, Saga Serumpun, Sir Orbit, Milea Guti Siap Adu Cepat di Lintasan 2.000 Meter

Sumatra Barat yang dikenal punya kuda-kuda unggul akan mempersiapkan minimal 12 ekor kuda untuk bertarung di 6 kelas pacuan utama di Indonesia Derby 2026, Juli mendatang.

Baca Selengkapnya
Menanti Debut Our Asia di Pulau Jawa, Kuda Sumbar dengan Potensi Bintang Lima Menanti Debut Our Asia di Pulau Jawa, Kuda Sumbar dengan Potensi Bintang Lima

Menanti Debut Our Asia di Pulau Jawa, Kuda Sumbar dengan Potensi Bintang Lima

Our Asia punya induk yang sama dengan Dominator dan postur yang tinggi dan didukung tim pelatih berpengalaman.

Baca Selengkapnya
Umazing Legend: Inari One dan Jalan Panjang dari Oi Racecourse ke Arima Kinen Umazing Legend: Inari One dan Jalan Panjang dari Oi Racecourse ke Arima Kinen

Umazing Legend: Inari One dan Jalan Panjang dari Oi Racecourse ke Arima Kinen

Inari One adalah kuda dari kejuaraan regional yang berhasil menembus batas menjadi juara nasional di Jepang

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Saga Serumpun Bayar Lunas Taruhan Besar Masuk Kelas Derby Saga Serumpun Bayar Lunas Taruhan Besar Masuk Kelas Derby

Saga Serumpun Bayar Lunas Taruhan Besar Masuk Kelas Derby

Saga Serumpun membuktikan, kadang keberanian untuk gagal bisa berbuah manis menjadi kemenangan yang kekal.

Baca Selengkapnya
Di Balik Meriahnya IHR Piala Raja Mangkunegaran, Ada Energi Baru dari Arsari Tambang Di Balik Meriahnya IHR Piala Raja Mangkunegaran, Ada Energi Baru dari Arsari Tambang

Di Balik Meriahnya IHR Piala Raja Mangkunegaran, Ada Energi Baru dari Arsari Tambang

Baca Selengkapnya
Aksi Saga Serumpun di Kandang Setelah Menang di Triple Crown Serie 2 2026 Aksi Saga Serumpun di Kandang Setelah Menang di Triple Crown Serie 2 2026

Aksi Saga Serumpun di Kandang Setelah Menang di Triple Crown Serie 2 2026

Mengintip healing versi Saga Serumpun, satu hari setelah jadi yang terdepan di Triple Crown Serie 2 2026.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Romantic Spartan Batal Turun di Tegalwaton, Diganggu Masalah Kuku Romantic Spartan Batal Turun di Tegalwaton, Diganggu Masalah Kuku

Romantic Spartan Batal Turun di Tegalwaton, Diganggu Masalah Kuku

Romantic Spartan tidak turun di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 sebab hasil X Ray menunjukkan masalah kukunya bisa berisiko ke tulang Navicular.

Baca Selengkapnya
FIA Rallycross World Cup 2026 Jadi Peluang Pebalap Indonesia Tembus Kejuaraan Dunia FIA Rallycross World Cup 2026 Jadi Peluang Pebalap Indonesia Tembus Kejuaraan Dunia

FIA Rallycross World Cup 2026 Jadi Peluang Pebalap Indonesia Tembus Kejuaraan Dunia

Baca Selengkapnya
Chester Racecourse: Jejak 4 Abad Pacuan Kuda yang Masih Bertahan Chester Racecourse: Jejak 4 Abad Pacuan Kuda yang Masih Bertahan

Chester Racecourse: Jejak 4 Abad Pacuan Kuda yang Masih Bertahan

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
KAI
Industri Equestrian, Raksasa Ekonomi yang Luput dari Sorotan Industri Equestrian, Raksasa Ekonomi yang Luput dari Sorotan

Industri Equestrian, Raksasa Ekonomi yang Luput dari Sorotan

Industri equestrian terlibat dalam perputaran ekonomi sebesar 300 miliar dolar amerika serikat (AS) setiap tahunnya, secara global.

Baca Selengkapnya
Kisah Perjalanan Truly Pantouw: dari Riding Boy ke Joki Juara Kisah Perjalanan Truly Pantouw: dari Riding Boy ke Joki Juara

Kisah Perjalanan Truly Pantouw: dari Riding Boy ke Joki Juara

Baca Selengkapnya
Telat Potong Kuku, Performa Kuda Bisa Ambruk! Telat Potong Kuku, Performa Kuda Bisa Ambruk!

Telat Potong Kuku, Performa Kuda Bisa Ambruk!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Tegalwaton, Lintasan Paling Unik dalam Sejarah Pacuan Kuda Indonesia Tegalwaton, Lintasan Paling Unik dalam Sejarah Pacuan Kuda Indonesia

Tegalwaton, Lintasan Paling Unik dalam Sejarah Pacuan Kuda Indonesia

Baca Selengkapnya
Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca Selengkapnya
Kisah Perjalanan Nagura Stable, Merinding di Pinggir Lintasan Lihat Kuda Pacu Melesat Kisah Perjalanan Nagura Stable, Merinding di Pinggir Lintasan Lihat Kuda Pacu Melesat

Kisah Perjalanan Nagura Stable, Merinding di Pinggir Lintasan Lihat Kuda Pacu Melesat

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari
Mengapa Kuda Bisa 'Habis Tenaga' Sebelum Finis? Mengapa Kuda Bisa 'Habis Tenaga' Sebelum Finis?

Mengapa Kuda Bisa 'Habis Tenaga' Sebelum Finis?

Baca Selengkapnya
Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Baca Selengkapnya
Sosok Mayo, Kuda Betina yang Digadang Jadi Calon Bintang Indonesia Derby 2026 Sosok Mayo, Kuda Betina yang Digadang Jadi Calon Bintang Indonesia Derby 2026

Sosok Mayo, Kuda Betina yang Digadang Jadi Calon Bintang Indonesia Derby 2026

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Sejarah Lahirnya Kuda Thoroughbred: Berawal dari 3 Kuda Pejantan, Proses Kawin Diseleksi Super Ketat Sejarah Lahirnya Kuda Thoroughbred: Berawal dari 3 Kuda Pejantan, Proses Kawin Diseleksi Super Ketat

Sejarah Lahirnya Kuda Thoroughbred: Berawal dari 3 Kuda Pejantan, Proses Kawin Diseleksi Super Ketat

Baca Selengkapnya
Bukan Drama tapi Ilmiah! 4 Bahasa Tubuh Kuda Kalau Lagi Dilanda Cemburu Buta Bukan Drama tapi Ilmiah! 4 Bahasa Tubuh Kuda Kalau Lagi Dilanda Cemburu Buta

Bukan Drama tapi Ilmiah! 4 Bahasa Tubuh Kuda Kalau Lagi Dilanda Cemburu Buta

Baca Selengkapnya
Karya Foto Fenomenal! `Kuda Jingkrak` di Logo Supercar Ferrari Seperti Hidup di Dunia Nyata Karya Foto Fenomenal! `Kuda Jingkrak` di Logo Supercar Ferrari Seperti Hidup di Dunia Nyata

Karya Foto Fenomenal! `Kuda Jingkrak` di Logo Supercar Ferrari Seperti Hidup di Dunia Nyata

Banyak orang yang melihat seekor kuda yang dipakai fotografer Riocam sebagai model mirip dengan logo di mobil Ferrari. Mereka seolah melihat logo tersebut hidup di dunia nyata.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Best Moment's IHR Tahun 2025: Duel Panas Dominator VS Gavi, Seleb Turun Lintasan, Kasmaran Winning Streak Best Moment's IHR Tahun 2025: Duel Panas Dominator VS Gavi, Seleb Turun Lintasan, Kasmaran Winning Streak

Best Moment's IHR Tahun 2025: Duel Panas Dominator VS Gavi, Seleb Turun Lintasan, Kasmaran Winning Streak

Baca Selengkapnya