SARGA.CO - Ketika Saga Serumpun didaftarkan ke Kelas Derby, bahkan sang pemilik belum mengetahui rencana tersebut. Bagi tim pelatih, keputusan itu memang sebuah pertaruhan. Namun pertaruhan yang lahir dari keyakinan dan data akhirnya berbuah manis saat Saga Serumpun tampil mengejutkan dan membungkam keraguan di Triple Crown Seri 2 2026, di Gelanggang Pacu Tegalwaton, Kabupaten Semarang.
Keraguan yang mungkin muncul juga berdasar. Posturnya tak sebesar sebagian rival yang dihadapi, sementara level persaingan yang menanti dikenal sebagai panggung bagi kuda-kuda terbaik generasinya.
Namun, di balik keputusan menurunkannya ke Kelas Derby, Serumpun Stable memiliki keyakinan yang tidak dimiliki banyak orang. Bagi mereka, ukuran tubuh bukanlah satu-satunya ukuran kemampuan.
Kemampuan lari Saga dirasa tak terbatas karena ukurannya. Catatan waktu hasil Triple Crown Serie 1 2026, jadi patokannya.
Kala itu Maxi of Khalim, yang memenangkan laga Derby jarak 1.200 meter, finis dengan catatan waktu 1 menit 19 detik. Sementara Saga Serumpun yang masih menjajal Kelas Remaja bertarung d jarak 1.400 m.
"Saya lihat waktunya kan selisish [sekitar] 11 [detik] lah. Saya perhitungkan, kalau dihitung-hitung masih 'ramah', jadi ya apa salanya nyoba," tutur Pelatih Nicky Pantow.
Keputusan itu bahkan tergolong berani. Pelatih yang akrab disapa ‘Sinyo’ itu mengungkapkan bahwa ketika pendaftaran dilakukan, pemilik kuda belum mengetahui rencana tersebut.
"Sebenarnya bosnya enggak tahu kalau kita lari di Derby," katanya sambil tertawa.
(Cerita selengkapnya soal perjalanan Saga Serumpun ke Triple Crown Serie 2, ada di video di akhir)
Cerita Pelatih Sinyo soal keputusan akhir mendaftarkan Saga Serumpun di Kelas Derby, yang cuman muncul satu tahun dalam sepanjang hidup kuda.
Meski terdengar seperti perjudian, keputusan tersebut bukan tanpa dasar. Tim melihat potensi yang selama ini tersimpan dalam diri Saga Serumpun. Kuda asal Sumatra Barat itu memang tidak selalu mencuri perhatian saat latihan, tetapi memiliki karakter yang berbeda ketika memasuki arena balap.
"Dia itu kelihatan diam aja, tapi kalau sudah race keluar semua dia. Itulah kuda yang bagus," kata Pelatih Sinyo lagi.
Penilaian serupa datang dari Joki Angel Manarisip. Sejak pertama kali menunggang Saga Serumpun, ia merasakan sesuatu yang istimewa.
"Waktu saya ngendarain kudanya itu bawahnya enak dibawa. Makanya saya pikir, kuda ini ke depannya ada potensi," ujar Angel yang selalu menjadi joki untuk Saga semenjak bertarung di Pulau Jawa.
Meski demikian, menghadapi Derby tetap menghadirkan tekanan tersendiri. Di atas kertas, Saga Serumpun harus berhadapan dengan sejumlah kuda yang lebih difavoritkan. Tim mengakui sempat merasa gugup sebelum lomba dimulai.
Namun, begitu balapan berlangsung, rasa gugup perlahan berubah menjadi keyakinan.
Angel memilih tetap tenang sambil menunggu momen yang tepat. Kesempatan itu datang ketika ia melihat ruang terbuka di sisi dalam lintasan.
"Pas di jarak 1.100 ada ruang dalam, saya masuk aja dulu. Saya ambil di dalam. Udah saya pegang lagi kudanya, tinggal nunggu strike terakhir," kenangnya.
Keputusan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam balapan. Ketika rival-rivalnya mulai beradu kecepatan di bagian akhir lomba, Saga Serumpun masih memiliki tenaga untuk melancarkan serangan terakhir.
"Pikiran saya, ah saya yang menang, tetap saya yang menang," tutur Angel menceritakan keyakinananya, meski keputusan race itu sempat menunggu foto finis.
Kini, kemenangan di Triple Crown Seri 2 bukan lagi menjadi garis akhir perjalanan Saga Serumpun. Justru sebaliknya, hasil tersebut membuka pintu menuju target yang lebih besar.
“Ya, kalau boleh juara [Indonesia] Derbi lah. [Itu] harapan. Karena saya sudah menang derby Indonesia 2015, siapa tahu kedua kali. Jokinya [juga] bisa tercatat,” tutur pelatih Sinyo.
Bagi Saga Serumpun dan timnya, kemenangan ini bukan sekadar tentang mengalahkan lawan di lintasan. Ini adalah kisah tentang keyakinan pada potensi yang tidak selalu terlihat oleh semua orang. Dan jika kemenangan di Triple Crown Seri 2 menjadi petunjuk, perjalanan Saga Serumpun tampaknya masih jauh dari selesai.
Install SARGA.CO News
sarga.co