SARGA.CO - Banyak kuda pacu legendaris yang kariernya sudah diprediksi dan mendapat label calon bintang. Namun hal itu tidak berlaku bagi Inari One. Kuda yang satu ini pada 28 Mei 2026 lalu baru masuk daftar karakter dari gim Uma Musume: Pretty Derby.
Jauh sebelum dikenal generasi baru, sebagai salah satu karakter populer dalam Uma Musume: Pretty Derby, Inari One lebih dulu menorehkan kisah luar biasa di dunia pacuan kuda Jepang. Berawal dari sirkuit balap regional yang sering dipandang sebelah mata, ia menjelma menjadi salah satu kuda terbaik Jepang dan simbol perjuangan melawan segala keterbatasan.
Hingga kini, namanya tetap dikenang, baik dalam sejarah pacuan kuda maupun melalui waralaba Uma Musume yang memperkenalkannya kepada jutaan penggemar baru.
Lahir pada 1984, Inari One memulai kariernya di Oi Racecourse, salah satu arena utama balap regional di kawasan Kanto Selatan.
Pada masa itu, kuda-kuda yang berlaga di sirkuit regional jarang mendapat perhatian sebesar kuda-kuda yang berkompetisi di bawah naungan Japan Racing Association (JRA). Meski demikian, Inari One segera menunjukkan kualitas istimewanya.
Ia tampil dominan di lintasan dirt (tanah), mengoleksi berbagai kemenangan penting dan membangun reputasi sebagai salah satu kuda terbaik di wilayah tersebut. Penampilannya yang konsisten akhirnya meyakinkan koneksinya untuk mengambil langkah besar dengan memindahkannya ke JRA, tempat para kuda terbaik Jepang berkompetisi.
Perpindahan dari balap regional ke level nasional bukan perkara mudah. Banyak kuda gagal mempertahankan performanya setelah naik kelas, terlebih lagi ketika harus beradaptasi dari lintasan dirt ke turf (rumput).
Inari One salah sedikit yang berhasil. Setelah bergabung dengan JRA pada 1989, ia langsung menantang para rival terbaik Jepang. Bersama joki legendaris Yutaka Take, Inari One sukses merebut gelar Tenno Sho (Spring), membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar spesialis lintasan tanah.
Kemenangan tersebut mengejutkan banyak pihak. Namun Inari One belum berhenti. Pada tahun yang sama ia kembali menjuarai Takarazuka Kinen dan Arima Kinen. Rangkaian prestasi itu mengantarkannya meraih gelar Japanese Horse of the Year tahun 1989.
Nama Inari One juga tidak bisa dilepaskan dari era keemasan yang melahirkan trio legendaris "Heisei Big Three". Bersama Oguri Cap dan Super Creek, Inari One menjadi bagian dari rivalitas yang memikat perhatian publik Jepang pada akhir 1980-an.
Masing-masing memiliki daya tarik berbeda. Oguri Cap dikenal sebagai kuda rakyat yang dicintai banyak orang, Super Creek terkenal berkat konsistensinya, sementara Inari One menjadi simbol underdog yang berhasil menembus batas dan membungkam keraguan.
Persaingan mereka membantu memicu ledakan popularitas pacuan kuda di Jepang dan masih dikenang hingga sekarang.
Inari One pensiun dari lintasan balap pada 1990 dan kemudian menjalani karier sebagai pejantan.
Meski tidak sesukses saat berlaga di arena pacuan, namanya tetap memiliki tempat istimewa di hati para penggemar. Inari One meninggal dunia pada 7 Februari 2016 dalam usia 31 tahun akibat komplikasi yang berkaitan dengan usia lanjut.
Kabar tersebut memicu gelombang penghormatan dari komunitas pacuan kuda Jepang yang mengenang perjalanannya dari Oi Racecourse hingga menjadi juara nasional.
Popularitas Inari One kembali meningkat ketika ia diadaptasi menjadi karakter dalam Uma Musume: Pretty Derby.
Dalam serial tersebut, Inari One digambarkan sebagai gadis kuda yang enerjik, penuh semangat, dan terinspirasi budaya Edo serta festival tradisional Jepang. Karakter itu merefleksikan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas kuda aslinya.
Dari arena regional yang sederhana hingga menjadi Horse of the Year, perjalanan Inari One menjadi bukti bahwa seorang underdog pun bisa mencapai puncak tertinggi.
Install SARGA.CO News
sarga.co