SARGA.CO - Dominasi Johan Kristoffersson di putaran pembuka FIA European Rallycross Championship 2026 akhirnya terhenti di Nyirád, Hungaria. Ironisnya, pebalap Volkswagen Dealerteam KMS itu mengaku telah membayangkan skenario buruk yang kemudian benar-benar terjadi pada final Euro RX1 akhir pekan lalu.
Datang sebagai pemuncak klasemen sekaligus pemenang seri pembuka di Riga, Kristoffersson kembali menjadi favorit utama. Namun rangkaian akhir pekan di Hungaria berjalan jauh lebih sulit dibandingkan yang diperkirakan.
Masalah dimulai sejak sesi kualifikasi. Start yang masih menjadi titik lemah Volkswagen Polo RX miliknya membuat pebalap asal Swedia itu kehilangan keuntungan penting pada Q1. Meski sempat bangkit dan memimpin klasemen sementara setelah duel sengit melawan Andreas Bakkerud di Q2, posisi Kristoffersson kembali merosot pada Q3 saat kondisi lintasan basah membuatnya kehilangan banyak waktu.
Ia kemudian mengamankan posisi kedua klasifikasi kualifikasi dan melaju mulus melalui babak Quarter Final maupun Semi Final. Namun justru hasil kemenangan di Semi Final membuatnya harus memulai final dari sisi luar baris terdepan, posisi yang sejak awal ingin dihindarinya.
Kekhawatiran tersebut terbukti benar. Saat lampu start padam, Kristoffersson mampu mengimbangi Andreas Bakkerud yang memulai balapan dari pole position.
Namun memasuki Tikungan 1, mobilnya terdorong terlalu lebar hingga masuk ke area kerikil di sisi luar lintasan. Grip yang sangat rendah membuat mobil kehilangan kendali dan berputar keras sebelum menghantam pembatas ban. "Saya sudah melihat skenario itu di bola kristal saya," ujar Kristoffersson setelah balapan.
Kristoffersson terkait insiden di tikungan pertama Euro RX of Hungary
Insiden tersebut langsung menghancurkan peluangnya untuk meraih kemenangan kedua beruntun musim ini. Setelah kembali ke lintasan, Kristoffersson hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Sementara itu, kemenangan Andreas Bakkerud membuat pebalap Norwegia tersebut mengambil alih puncak klasemen sementara dari tangan Kristoffersson.
Meski gagal mempertahankan posisi teratas, juara dunia delapan kali itu tetap menanggapinya dengan tenang.
"Dalam olahraga, Anda tidak mungkin menang setiap saat," katanya.
"Kami memang tidak menang di Hungaria, tetapi secara keseluruhan kecepatan mobil sebenarnya sangat baik. Start kami juga mulai membaik, walaupun masih belum cukup bagus. Kami akan mempelajari semuanya dan kembali lebih kuat," tambah dia
Kini Kristoffersson mengalihkan fokus menuju putaran berikutnya di Höljes, Swedia, pada 4-5 Juli mendatang. Balapan di kandangnya itu akan menjadi kesempatan pertama untuk merebut kembali puncak klasemen dari tangan Bakkerud.
Install SARGA.CO News
sarga.co