SARGA.CO – Andreas Bakkerud akhirnya kembali berdiri di puncak podium FIA European Rallycross Championship (Euro RX1). Pebalap Norwegia itu menjuarai putaran Hungaria di Sirkuit Nyirád, Minggu (31/5/2026), sekaligus mengakhiri penantian panjang selama empat tahun untuk meraih kemenangan di level Eropa.
Keberhasilan tersebut terasa istimewa bagi juara Eropa tiga kali itu. Setelah beberapa musim terakhir lebih banyak berkiprah di Amerika Serikat, Bakkerud kembali menjalani musim penuh Euro RX pada 2026 bersama Bergen Motorsport Evolution yang mendapat dukungan dari SET Promotion. Di lintasan legendaris Nyirád yang dikenal dengan julukan "Red Cauldron", ia tampil nyaris tanpa cela sejak sesi latihan hingga final.
Kemenangan ini juga mengubah peta persaingan gelar juara. Berkat hasil di Hungaria, Bakkerud kini mengambil alih pimpinan klasemen sementara dari rival utamanya, Johan Kristoffersson.
Drama terbesar akhir pekan itu terjadi beberapa detik setelah start babak final. Bakkerud dan Kristoffersson yang menempati baris terdepan melesat beriringan menuju tikungan pertama. Bakkerud yang berada di sisi dalam berhasil mempertahankan jalur ideal dan memaksa Kristoffersson melebar saat memasuki tikungan kiri yang sempit.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan dua pebalap SET Promotion, Joni Turpeinen dan Juha Rytkönen. Keduanya menyelinap di sisi dalam Volkswagen Polo milik Kristoffersson. Saat empat mobil terdepan berdesakan memasuki tikungan pertama, kontak ringan tidak terhindarkan. Kristoffersson kehilangan kendali, berputar, lalu menghantam dinding ban di sisi luar lintasan sebelum kembali ke balapan dari posisi belakang.
Insiden tersebut praktis mengakhiri peluang juara dunia delapan kali itu untuk meraih kemenangan. Sebaliknya, Bakkerud berhasil keluar dari kekacauan tanpa kerusakan dan langsung membuka jarak dari para pesaingnya.
Rytkönen sempat memberikan tekanan sepanjang balapan, namun Bakkerud tetap mampu menjaga ritme. Bahkan ia mencatatkan lap tercepat final sebelum akhirnya menyentuh garis finis dengan keunggulan lebih dari 1,5 detik.
Di belakang mereka, Turpeinen berhasil mempertahankan posisi ketiga meski harus menghadapi tekanan dari Ole Christian Veiby. Kristoffersson akhirnya hanya mampu bangkit hingga posisi kelima, sementara Casper Jansson finis terakhir setelah tampil kompetitif sepanjang akhir pekan.
Persaingan Bakkerud dan Kristoffersson sebenarnya sudah menjadi sajian utama sejak hari pertama lomba, Sabtu (30/5/2026). Kedua pebalap silih berganti mencatat waktu tercepat sejak sesi latihan bebas, dengan selisih yang sangat tipis.
Bakkerud mengawali akhir pekan dengan menjadi yang tercepat di Free Practice1 (FP1) dan mendominasi Qualification 1( Q1). Kristoffersson kemudian membalas pada FP2 dan Q2, memperlihatkan bahwa duel dua mantan rival World RX itu akan menjadi penentu kemenangan di Nyirád.
Persaingan semakin menarik ketika cuaca berubah drastis pada Q3. Setelah suhu tinggi mendominasi sepanjang hari, hujan turun dan mengubah kondisi lintasan. Momen ini justru membantu Bakkerud mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara.
Saat Kristoffersson dan rekan setimnya di KMS, Ole Christian Veiby, mencoba strategi joker lap lebih awal untuk mencuri posisi, kubu SET Promotion mampu membaca taktik tersebut. Turpeinen dan Rytkönen menjalankan strategi berbeda, sementara Bakkerud menunda joker lap hingga lap terakhir. Strategi itu membuatnya kembali ke lintasan utama di depan Kristoffersson dan mempertahankan keunggulan menjelang hari kedua.
(Soal Joker Lap bisa di baca di sini)
"Rasanya luar biasa. Selalu menyenangkan bisa balapan melawan Johan," kata Bakkerud usai sesi kualifikasi.
Pebalap berusia 34 tahun itu mengakui kondisi hujan menjadi tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya ia menggunakan ban hujan Hoosier.
"Saya sangat menikmati duel kami di Q2 meski kalah tipis. Johan adalah pebalap yang sangat kuat dan hampir tidak pernah membuat kesalahan," ujar Bakkerud .
Dominasi Bakkerud berlanjut pada hari kedua. Ia menjadi yang tercepat di Q4, mengamankan status Top Qualifier, lalu memenangi Quarter Final dan Semi Final untuk memastikan pole position pada balapan penentu. Hasil tersebut memberinya pole position untuk final, sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.
"Terakhir kali saya start dari pole adalah di Barcelona pada 2021 bersama GCK. Rasanya sudah sangat lama," kata Bakkerud.
Posisi start terdepan itu kemudian terbukti krusial. Saat lampu start padam pada final, Bakkerud mampu mempertahankan jalur dalam menuju tikungan pertama dan meletakkan fondasi bagi kemenangan pertamanya di Euro RX sejak 2022.
Selain kemenangan Bakkerud, cerita besar lain dari Nyirád adalah dominasi tim SET Promotion yang berhasil menguasai seluruh posisi podium.
Juha Rytkönen menjadi penantang terdekat Bakkerud sepanjang final dan akhirnya mengamankan posisi kedua. Hasil tersebut menjadi kebangkitan penting setelah awal musim yang kurang memuaskan di Riga.
"Ini akhir pekan yang bagus. Kami tidak memulai musim dengan cara terbaik di Riga, tetapi saya sangat menikmati bekerja bersama SET Promotion. Kami semakin dekat dengan posisi terdepan dan hasil ini terasa seperti kemenangan bagi saya," kata Rytkönen.
Sementara itu, Joni Turpeinen kembali mencuri perhatian. Pebalap Finlandia berusia 17 tahun tersebut mencatatkan podium kedua beruntun setelah juga finis ketiga pada seri pembuka di Latvia.
Perjalanan Turpeinen tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat mengalami masalah girboks pada Q1, namun mampu bangkit dan bahkan menjadi yang tercepat pada Q3. Di final, ia berhasil menghindari kekacauan di tikungan pertama dan mempertahankan posisi podium hingga garis finis.
"Tiga pebalap SET Promotion naik podium, ini gila. Saya sama sekali tidak menyangka awal musim akan berjalan sebaik ini. Tikungan pertama sangat kacau, semua mobil bergerak ke segala arah seperti roket, tetapi saya bisa tetap bersih di jalur dalam dan finis ketiga lagi," ujar Turpeinen.
Di sisi lain, tim KMS yang biasanya mendominasi gagal menempatkan satu pun pebalap di podium. Veiby harus puas finis keempat setelah sebelumnya bangkit dari masalah tuas transmisi yang rusak pada Q1. Kristoffersson sendiri hanya mampu menempati posisi kelima setelah insiden di tikungan pertama mengacaukan peluangnya meraih kemenangan.
Hasil Final Euro RX1 of Hungary:
1 Andreas Bakkerud 4:25.918
2 Juha Rytkönen +1.510
3 Joni Turpeinen +3.786
4 Ole Christian Veiby +4.515
5 Johan Kristoffersson +5.779
6 Casper Jansson +8.399
Kemenangan di Nyirád membawa Andreas Bakkerud ke puncak klasemen sementara Euro RX1 2026. Pebalap Bergen Motorsport Evolution itu kini mengoleksi 65 poin, unggul tipis satu poin atas Johan Kristoffersson yang mengumpulkan 64 poin.
Persaingan di papan atas juga semakin menarik karena tiga pebalap lain masih berada dalam jarak yang relatif dekat. Ole Christian Veiby menempati posisi ketiga dengan 44 poin, diikuti Joni Turpeinen dengan 41 poin dan Juha Rytkönen dengan 38 poin.
Dua podium beruntun yang diraih Turpeinen di Riga dan Nyirád membuat pebalap Finlandia berusia 17 tahun itu tetap berada dalam perburuan gelar juara. Sementara itu, dominasi SET Promotion di Hungaria membantu tim tersebut menempatkan tiga pebalapnya sekaligus di lima besar klasemen.
Satu tikungan di Nyirád bisa jadi akan dikenang sebagai salah satu momen penentu musim 2026. Saat Kristoffersson terlempar ke dinding ban pada final dan harus puas finis kelima, Bakkerud melaju tanpa gangguan menuju kemenangan.
Hasil tersebut menghasilkan ayunan 16 poin dalam klasemen kejuaraan. Dari posisi tertinggal 15 poin usai seri pembuka di Riga, Bakkerud kini justru berbalik unggul satu poin atas Kristoffersson, 65 berbanding 64.
Masih tersisa empat putaran musim ini, sehingga selisih satu poin antara Bakkerud dan Kristoffersson membuat perebutan gelar juara Eropa terbuka lebar. Jika performa di Hungaria menjadi indikator, duel dua mantan rival World RX tersebut tampaknya akan menjadi cerita utama sepanjang sisa musim 2026.
10 Besar Klasemen Sementara Euro RX1 2026
Install SARGA.CO News
sarga.co