SARGA.CO- Ada pemandangan menarik dari podium juara Euro RX of Latvia 2026, 10 Mei 2026. Di kasta tertinggi RX1, berdiri dua langganan podium; Johan Kristoffersson dan Ole Christian Veiby, keduanya dari Kristoffersson Motorsport (KMS), yang berdiri di podium 1 dan podium 2.
Di podium 3, yang menemani dua pria dewasa itu adalah seorang bocah 17 tahun asal Kotka, Finlandia, Joni Turpeinen yang menemani. Momen itu kian membanggakan karena itu merupakan podium pertama bagi Turpeinen, yang baru debut tahun 2025 lalu.
Lebih dari itu, podium di Riga membuat Turpeinen masuk dalam daftar elite talenta remaja yang mampu menembus podium Euro RX1.
Di Riga, Turpeinen datang sebagai pebalap termuda di grid Euro RX1 yang diisi 29 pebalap papan atas Eropa. Mengendarai Ford Fiesta RX racikan M-Sport bersama tim legendaris SET Promotion, tak lantas menjadikan dia sebagai unggulan.
Namun dia membuktikan dirinya di sirkuit. Sejak sesi kualifikasi pertama, Turpeinen langsung tampil agresif. Start sempurna membawanya memimpin balapan dan menahan tekanan rekan setimnya sesama Finlandia, Juha Rytkönen.
Pada babak kualifikasi kedua, ia kembali membuat kejutan besar dengan mengalahkan dua nama raksasa rallycross dunia, yakni Andreas Bakkerud dan Johan Kristoffersson dalam duel dramatis yang hanya dipisahkan kurang dari dua persepuluh detik di garis finis.
Turpeinen sendiri tak langsung percaya dengan kemenangannya dari para senior lintasan balap. “Rasanya gila memikirkan mereka sudah memenangkan kejuaraan saat saya masih anak-anak, dan sekarang saya balapan melawan mereka bahkan memimpin di depan mereka,” ujar Turpeinen usai babak dua kualifikasi.
Turpeinen menyisakan yang terbaik di akhir. Di Sirkuit Biķernieki, performa terbaiknya meledak di laga final.
Start dari posisi kelima, ia memanfaatkan insiden di tikungan pertama untuk naik ke posisi tiga. Setelah itu, duel panjang melawan Bakkerud berlangsung sepanjang balapan.
Tekanan datang tanpa henti. Ban mulai kehilangan grip, suhu meningkat, dan Bakkerud terus menempel ketat di belakang. Namun Turpeinen bertahan dengan ketenangan luar biasa dan akhirnya mengamankan podium hanya dengan selisih tiga persepuluh detik.
“Itu tidak mudah sama sekali, tapi kecepatan kami sangat bagus dan finis podium terasa luar biasa,” ujar Turpeinen, usai balapan final.
Talenta Turpeinen sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa musim terakhir. Pada usia 15 tahun, ia memenangkan gelar RallyX Open 4WD Supercar dan menjadi juara Supercar termuda dalam sejarah kompetisi tersebut.
Setahun kemudian, saat baru berusia 16 tahun, ia tampil di seri penutup FIA World Rallycross Championship di Turki dan mencatat sejarah sebagai pebalap Supercar termuda yang pernah turun di ajang Kejuaraan Dunia Rallycross.
Musim 2026 menjadi langkah besar berikutnya. Turpeinen direkrut oleh SET Promotion, tim legendaris dengan 11 gelar juara Eropa, untuk menjalani kampanye penuh di Euro RX1. Kepercayaan itu langsung dibayar lunas lewat podium pada seri pembuka di Latvia.
Bukan hanya podium yang membuat banyak pengamat kagum, melainkan cara Turpeinen mengemudi. Di usia ketika banyak pebalap masih emosional dan agresif tanpa kontrol, Turpeinen justru tampil dingin, bersih, dan matang. Gaya balapnya terasa seperti veteran yang sudah bertahun-tahun hidup di lintasan rallycross.
Di dunia motorsport, hype sering datang terlalu cepat dan menghilang lebih cepat lagi. Tetapi pada diri Joni Turpeinen, banyak pihak melihat sesuatu yang berbeda. Ia tidak hanya cepat, tetapi juga tenang di bawah tekanan, mampu membaca balapan dengan cerdas, dan berani melawan nama-nama besar tanpa rasa gentar.
Dengan usia yang masih 17 tahun, kariernya bahkan belum benar-benar dimulai. Namun satu hal sudah jelas: rallycross Eropa kini memiliki bintang muda baru.
Dan jika perkembangan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin nama Joni Turpeinen akan menjadi salah satu penguasa lintasan rallycross dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Install SARGA.CO News
sarga.co