SARGA.CO - Nama James Deane sudah lama identik dengan kepulan asap tebal, sudut kemiringan ekstrem, dan presisi absolut di atas aspal. Dengan torehan lima gelar juara dunia Formula Drift, pria asal Irlandia ini seolah tidak memiliki lawan sepadan di habitat aslinya, lintasan drift.
Namun, apa jadinya ketika "The Machine" dipaksa mencari traksi maksimal di atas lintasan campuran aspal dan tanah? Jawabannya tersaji dalam sebuah eksperimen akhir pekan yang mengejutkan di Mondello Park.
Pada Minggu, 19 Juli 2026, Deane keluar dari zona nyamannya. Alih-alih memacu mobil drift berpenggerak roda belakang untuk meluncur menyamping, ia duduk di balik kemudi Ford Fiesta Mk7 milik Derek Tohill. Deane turun gelanggang di ajang PartsforCars FIA Euro RX of Ireland 2026, menantang para spesialis balap modifikasi tercepat di kelas Open 2WD.
Drifter yang turun di lintasan rallycross mungkin menghadirkan skeptisme bagi pecinta motorsport. Mengingat rallycross adalah disiplin yang mendewakan grip (cengkeraman ban) dan kecepatan melibas tikungan tanpa membuang momentum, sebuah antitesis dari seni drifting.
Namun, James tak goyah. Usai sesi uji coba yang dilakukan tertutup, pihak Mondello Park pun menebar pesan bernada ancaman bagi para kompetitor: "Awasi dia kawan, dia bisa mengendalikan mesin Rallycross!"
Peringatan itu terbukti bukan sekadar taktik pemasaran. Melawan segala rintangan adaptasi—dan ekspektasinya sendiri—Deane justru tampil brilian. Pada balapan final kelas Open 2WD, kelihaian fundamentalnya dalam mengontrol mobil (car control) bersuara lebih lantang dari sekadar status "rookie" di balap grip.
Berdasarkan hasil klasifikasi final balapan, Deane berhasil mengunci posisi kedua (P2), berdiri di atas podium menyusul Jason Bleasdale asal Inggris yang keluar sebagai juara dengan catatan waktu 4:17.201.
Di atas kertas, Deane hanya terpaut 6.482 detik dari Bleasdale. Catatan ini terbilang luar biasa untuk seorang pebalap yang baru pertama kali mencicipi kompetisi rallycross resmi. Deane sukses mempecundangi nama-nama reguler yang sudah hafal karakter trek, seperti Alan Crockett ( 10.285) di posisi ketiga, disusul kompatriotnya Philip Kelly ( 12.990) di posisi keempat, Padraig Leeson ( 20.934) di posisi kelima, dan Peter McGarry yang harus puas di posisi keenam.
Bagi pebalap yang telah menjuarai segalanya di disiplinnya sendiri, sensasi menaklukkan hal baru kerap kali memberikan euforia yang jauh lebih murni. Tidak ada beban gelar yang harus dipertahankan, hanya insting membalap yang berbicara.
"Ini adalah acara rallycross pertama saya dan kami berhasil membawa pulang P2 di kelas Open 2WD!" ungkap Deane usai balapan dengan antusiasme tinggi. "Saya datang ke akhir pekan ini dengan nol ekspektasi, setiap putaran (run) adalah murni pengalaman belajar, dan saya benar-benar bersenang-senang di balik kemudi Ford Fiesta milik Derek Tohill."
Deane juga tak luput memberikan apresiasi kepada tim teknis dan penyelenggara, menandakan betapa puasnya ia dengan kultur kompetisi ini. "Terima kasih banyak untuk tim PartsforCars.ie atas semua kerja keras mereka, Mondello Park dan FIA Rallycross yang telah menyuguhkan acara luar biasa, serta semua yang telah mendukung kami," tambahnya.
Meski sepanjang akhir pekan ia harus menahan ego untuk tidak membuat mobil melintir menyamping, DNA seorang "Raja Asap" tidak bisa sepenuhnya dibungkam. Begitu tensi kompetisi usai dan bendera finis diturunkan, Deane bersama beberapa drifter lain yang hadir memberikan suguhan penutup yang epik. Mereka melakukan aksi donut masif di lintasan, membakar ban dan menyisakan kepulan asap putih pekat sebagai salam perpisahan yang sukses menyemarakkan seluruh sirkuit.
Eksperimen di Mondello Park ini bukan sekadar liburan akhir pekan bagi James Deane. Ini adalah unjuk gigi bahwa kemampuannya berada jauh di atas rata-rata—bahwa ia adalah seorang pebalap tulen yang bisa beradaptasi dengan mesin dan lintasan apa pun.
Install SARGA.CO News
sarga.co