SARGA.CO — Seorang joki Inggris veteran mengungkap pengalaman balapan yang tak terlupakan di sebuah lokasi balap yang sangat tidak biasa di Madagascar, jauh dari gemerlap arena balap profesional yang dikenal dunia.
Marcus Armytage, yang pernah memenangkan Grand National sebagai pembalap amatir pada 1990, menceritakan petualangannya saat mengikuti sebuah festival pacuan kuda amatir yang jauh dari standar balap modern.
Berbeda dengan arena balap mapan di Eropa atau Inggris, lokasi balap di pedalaman Madagascar ini justru lebih mirip tempat berkumpul penduduk lokal daripada sirkuit resmi. Joki menemukan dirinya diberikan kuda-kuda kecil berperut buncit yang diikat pada semak-semak di sekitar lapangan yang dipenuhi rumput dan ternak yang malas minggir dari lintasan.
“Kuda-kuda itu kecil, ukuran tubuhnya hanya antara 13 sampai 15-hand tinggi, dan sebagian besar terlihat malas berlari seperti kuda pacu pada umumnya,” katanya.
Sebelum balapan dimulai, para peserta dan penonton berkumpul di sebuah tribun sederhana dari kayu, bahkan tim official hanya menggunakan minibus sebagai ruang ganti dan timbangan joki berupa keranjang gantung di pohon.
Penonton berdatangan dengan santai dan tanpa aturan berpakaian jelas, beberapa membawa anak-anak di punggung, yang lain memakai topi jerami serupa petani lokal, sementara sapi dan ternak lain masih merumput di pinggir lintasan layaknya tidak peduli dengan acara yang sedang berlangsung.
Bahkan dalam satu momen balapan, Marcus hampir gagal mengendalikan kudanya sampai akhirnya gagal berada dalam pace yang tepat, sementara kolega Belandanya di lintasan juga mengalami situasi serupa, dengan kudanya kehabisan tenaga setelah melakukan loncatan keras.
Hujan tropis yang turun deras menjadikan suasana semakin kacau, kandang darurat penuh sesak dengan penonton yang mencari perlindungan, dan para joki serta pawang berkuda harus beradaptasi dengan kondisi tanah basah dan peralatan sederhana.
Di tengah kekacauan itu, satu hal yang tetap jelas, semua orang yang hadir menikmati pengalaman ini seperti perayaan lokal, bukan sekadar kompetisi balap formal.
(Sumber: telegraph.co.uk)
Install SARGA.CO News
sarga.co