SARGA.CO - Dunia pacuan kuda nasional mendapat sorotan tajam. Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), M. Munawir, secara terbuka menilai kualitas joki Indonesia masih tertinggal dari standar internasional.
“Jadi joki kita itu belum setara internasional ya, jauh dari standar dunia,” ujar Munawir saat ditemui dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Jateng Derby di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Minggu 15 Februari 2026.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pembenahan besar tengah disiapkan. PP Pordasi berencana mengirim perwakilan joki terbaik Indonesia untuk menjalani pelatihan di Prancis dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan teknik, strategi balap, hingga pemahaman standar keselamatan yang berlaku di level global.
Menurut Munawir, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur. Salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah membangun lintasan pacu berstandar internasional di dalam negeri.
“Nanti begitu kita buat track, itu istilahnya kita sudah pacu internasional. Berarti kuda-kuda luar datang, joki luar datang, kita siapkan joki kita,” jelasnya.
Dengan hadirnya lintasan berstandar dunia, Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah kompetisi internasional, tetapi juga membuka peluang transfer ilmu secara langsung. Kuda dan joki asing bisa bertanding di Tanah Air, sementara joki lokal mendapat pengalaman menghadapi persaingan kelas global.
Selain pembangunan lintasan dan program pelatihan luar negeri, PP Pordasi juga berencana memperbanyak event kompetitif dalam negeri sebagai wadah jam terbang para joki. Bahkan, seleksi untuk mengirim joki mengikuti program training di Prancis ditargetkan sudah berjalan tahun ini.
Langkah ini menjadi titik awal ambisi besar: membawa pacuan kuda Indonesia naik kelas dan diakui di panggung dunia. Tantangannya tak kecil, tetapi arah pembenahan sudah mulai terlihat.
Install SARGA.CO News
sarga.co