SARGA.CO - Bayangkan satu balapan, tapi rasanya seperti turnamen mini yang dipadatkan dalam sehari. Itulah dunia FIA World Rallycross Championship.
Formatnya mungkin membingungkan dengan adanya babak kualifikasi, lalu semi final, lalu final?
Namun, Justru di situlah daya tariknya. Rallycross bukan sekadar siapa paling cepat, tapi siapa yang konsisten dalam tekanan berlapis dan tahan banting.
Rallycross digelar di sirkuit pendek, kombinasi aspal dan gravel, dengan satu race hanya sekitar 4 lap di fase kualifikasi.
Dalam regulasi FIA, setiap seri diawali dengan draw atau lottery untuk menentukan posisi start di heat pertama. Kemudian para pebalap akan menjalani 4 heat kualifikasi (Q1–Q4). Setiap heat diikuti 3–5 mobil per race.
Dalam setiap race, yang dihitung bukan sekadar posisi finis, tapi waktu total. Pebalap tercepat di satu heat mendapat poin tertinggi lalu turun hingga posisi berikutnya.
Artinya, pebalap bisa saja tidak selalu menang duel di lintasan, tapi tetap unggul di klasemen karena waktunya lebih konsisten cepat.
Setelah empat heat selesai, FIA membuat klasemen gabungan. Dengan memadukan poin dari rangkaian laga kualifikasi.
Dari sini hanya 12 pebalap terbaik yang lolos ke babak berikutnya.
Dalam format balapan dua hari, babak semi final biasanya masuk di hari kedua. Terdiri dari dua race, masing-masing diikuti enam pebalap, dengan durasi 5 lap.
Di fase ini, aturan juga berubah. Kalau sebelumnya perlombaan berpacu dengan waktu, sekarang murni lomba untuk menjadi yang terdepan.
Dari fase ini, 3 pebalap teratas dari masing-masing race akan masuk ke babak final.
Final diikuti enam mobil tercepat dari dua race di semi final. Perlombaan berlangsung dalam 6 lap untuk menjadi yang terdepan
Install SARGA.CO News
sarga.co