SARGA.CO- Di trek rallycross yang kaos dan kacau dengan beragam aksi, ada dua nama yang jadi penguasa lintasan; Johan Kristoffersson dan Petter Solberg. Keduanya mengubah kekacauan di sirkuit rallycross menjadi manuver-manuver ciamik.
Solberg adalah legenda lintasan yang pertama, sementara Kristoffersson adalah penguasa lintasan yang sedang menyusun dinasti di lintasan rallycross.
Petter Solberg mulanya adalah pebalap reli. Bukan sekadar balapan, dia aalah juara dunia WRC 2003. Melihat peluang baru di disiplin rallycross, pria Norwegia itu pindah dan menciptakan gebrakan.
Pada 2014, Solberg menjadi juara dunia pertama dalam sejarah FIA World Rallycross Championship, lalu mempertahankan gelarnya pada 2015. Prestasi itu membuatnya menjadi pebalap pertama yang mampu meraih gelar juara dunia FIA di dua disiplin berbeda.
Solberg bukan hanya cepat, ia membawa aura rockstar ke paddock rallycross. Gaya mengemudi agresif, selebrasi emosional, dan kemampuan membaca grip di lintasan campuran membuatnya menjadi magnet olahraga ini.
Lalu datang Johan Kristoffersson, sosok Swedia dingin dengan pendekatan hampir “robotik”. Ia tidak hanya menang, tetapi sering kali mengendalikan akhir pekan balapan dari heat awal hingga final.
Kristoffersson mulai merebut perhatian sejak kemenangan perdananya di sirkut Montalegre, Portugal pada 2015. Namun era kejayaannya benar-benar dimulai pada 2017 bersama PSRX Volkswagen Sweden.
Musim itu ia mencetak rekor empat kemenangan beruntun dan delapan podium beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di World RX.
Dominasi itu mencapai level absurd pada 2018. Kristoffersson memenangkan 11 dari 12 seri, salah satu musim paling dominan dalam sejarah motorsport modern.
Hingga kini, Kristoffersson telah mengoleksi delapan gelar juara dunia World RX dan puluhan kemenangan balapan, menjadikannya pembalap tersukses dalam sejarah kejuaraan tersebut.
Dominasi Johan Kristoffersson dan Petter Solberg di rallycross belum tergoyahkan sebagai pembalap sukses dalam sejarah disiplin rallycross. Dari teknik mengemudi yang revolusioner hingga raihan gelar juara dunia berkali-kali, mereka adalah tembok besar bagi siapapun yang ingin naik ke puncak.
Mampukah grid pebalap musim ini meruntuhkan dominasi tersebut? Ataukah kita masih akan melihat nama yang sama di puncak klasemen?
Install SARGA.CO News
sarga.co