test

Better experience in portrait mode.
BNI Indonesia's Horse Racing Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2025

Joki Esra Tesa Tamunu Mendadak Mundur, Joshua Rori Ambil Alih: Pertaruhan 40 Menit yang Tak Terlupakan!

SARGA.CO—Di balik hiruk-pikuk lintasan pacuan, ada momen sunyi yang memuat lebih banyak ketegangan daripada suara sorakan penonton. Salah satunya terjadi di kelas A Sprint, saat kuda andalan bernama Dominator yang dilatih Pelatih Ardhi Punta Wijaya bersiap memasuki gate. Namun, joki utamanya, Esra Tesa Tamunu, justru memutuskan mundur.

Segalanya berubah. Fisiknya melemah. Ia kembali ke pos, mengakui bahwa tubuhnya tak sanggup untuk bertarung hari itu. 

Ardhi, sang pelatih, seketika terdiam. Strategi yang telah disusun harus berubah dalam sekejap. Dominator dh. King Talago milik Ciello Stable bukan kuda sembarangan—ia pernah juara PON, dikenal eksplosif dan penuh tenaga.

Butuh joki yang tak hanya kuat, tapi juga peka terhadap karakter kuda. Dalam hitungan menit, Ardhi harus membuat keputusan yang tak hanya menyelamatkan pertandingan, tetapi juga menjaga reputasi stable. 

Tim SARGA.CO akhirnya berhasil melakukan wawancara langsung dengan tiga tokoh kunci dalam kejadian ini: Joki pengganti Esra Tesa Tamunu, yaitu Joshua Rori, pelatih Ardhi Punta Wijaya, dan Ketua Steward H. Katompo. 

Dari ketiganya, terkuak dinamika intens di balik keputusan yang diambil dalam waktu kurang dari 40 menit.

Nama Joshua Rori muncul. Seorang joki freelance. Reputasinya solid, punya pengalaman, dan yang lebih penting: Masih punya satu slot tersisa dari batas maksimal 6 race dalam suatu kejuaraan pacuan kuda hari itu.

Batas angka race tersebut merupakan regulasi yang dibuat oleh para steward untuk menjaga joki agar tidak terlampau lelah dan meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan akibat kelelahan. 

Ardhi Punta Wijaya, Pelatih

Tanpa banyak formalitas, Ardhi menghampiri Joshua di ruang joki. “Jok, bisa tolong bawa Dominator?” katanya dengan suara setengah berharap, setengah cemas. Joshua menatapnya sebentar, lalu menjawab dengan singkat, “Saya siap pelatih.”

Di balik jawabannya yang tenang, batin Joshua bergejolak. Ia tahu ini bukan race biasa. Ini adalah kuda bagus dan kuat, yang dibina langsung oleh pelatih Ardhi.

Ia tidak kenal betul Dominator. Ia belum pernah menungganginya, namun waktu hanya tinggal beberapa puluh menit. Tapi rasa percaya yang diberikan membuat Joshua tak ingin mundur.

Ia mendekati Tesa. Tak ada ego di antara mereka. Joshua meminta arahan singkat tentang karakter kuda dan cara membawanya. Sisanya ia mendapat arahan dari pelatih Ardhi. 

Semua dilakukan dengan cepat, “Saya harus tanya baik-baik. Ini bukan latihan, ini langsung race,” kenangnya, saat diwawancarai tim SARGA.CO. Namun sebelum bisa resmi naik, satu hal masih mengganjal: izin steward. 

Katompo, Ketua Steward, memeriksa catatan, berat badan joki Joshua harus sesuai untuk memenuhi persyaratan berat badan joki yang berkisar antara 49 - 54 Kg, sesuai dengan peraturan yang tertera pada buku peraturan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Bab VII Pasal 1 Nomor 5, bahwa saat joki ditimbang dan terdapat kekurangan berat, juru timbang yang akan memutuskan menambah berat timbangan atau tidak.

Begitu juga dijelaskan pada Bab 1 Nomor 12, bahwa standar beban joki adalah termasuk berat badan dan sudah mencakup berat pelana dan sadel. Standar beban ini ditentukan oleh otoritas pacuan kuda di setiap negara atau organisasi yang mengawasi kompetisi tersebut.    

Setelah semua terpenuhi, Katompo juga melihat bahwa Joshua masih memiliki 1 kuota race lagi, jumlah race yang diikuti Joshua hari itu masih lima. “Boleh naik,”  tegas Katompo. 

Di tengah kekacauan, steward menjadi jangkar yang memastikan jalannya lomba tetap sesuai aturan. “Kami tak pernah mempersulit. Selama sesuai regulasi dan menjaga fairness, kami izinkan,” tegas Katompo kemudian. 

Joki Joshua Rori menunggangi kuda Dominator di kelas A Sprint

Joshua bersiap. Ia naik ke pelana Dominator, berusaha sebaik mungkin dan memikirkan ada tanggung jawab besar yang ia pegang. Lalu pintu start terbuka.

Beberapa detik pertama menjadi momen yang akan terus diingat Joshua. Ia merasa ada yang tidak sinkron sejak di dalam gate. Dan benar saja—sesaat setelah start, terjadi benturan, Dominator tersentak, dan Joshua terjatuh keras ke tanah. Bahu dan kakinya terinjak.

Ia langsung dievakuasi ke pos medis. Namun bukan rasa sakit yang pertama kali muncul di pikirannya, melainkan rasa tanggung jawab. “Saya masih punya tiga kuda lain hari ini. Kalau bisa cukup disuntik pereda nyeri, saya lanjut,” katanya ke suster.

Tapi tubuh tak bisa dibohongi. Race berikutnya ia harus relakan digantikan joki lain. Joshua masih terpukul, bukan karena kalah, tapi karena gagal menjalankan kepercayaan yang diberikan padanya.

Bagi Ardhi, insiden itu adalah hantaman lain. Setelah mengatur strategi untuk empat kuda: Megantara, Stefani, Arbok, dan Dominator—semuanya harus ia ubah dalam waktu singkat. Ia mengakui sempat goyah, bahkan kehilangan fokus untuk race berikutnya. “Saya sudah siapkan semuanya, tapi buyar dalam hitungan menit,” katanya.

Sebagai pelatih, tekanan datang dari semua arah. Owner menuntut hasil. Waktu terus berjalan. Joki pengganti harus dipilih dengan cepat, brief  kilat, lalu diharapkan bisa menyatu dengan kuda seolah mereka sudah lama bekerja sama.

Ardhi tetap mencoba, ia memilih Joshua karena percaya pada kemampuannya. Tapi ia tahu, ini bukan tentang salah atau benar. Ini tentang risiko.

“Saya tahu joki bukan milik saya, saya hanya pinjam. Jadi saya tidak bisa terlalu keras kalau ada kesalahan,” ucapnya jujur.

Setelah kejadian itu, steward memanggil dan memverifikasi ulang posisi sadel, buka-gate, dan kondisi kuda. Tidak ditemukan pelanggaran. Tapi bagi Ardhi, ada sesuatu yang mengganjal. Ia merasa ada human error di dalam gate.

Hari itu, tak ada podium untuk Dominator. Tapi ada cerita yang lebih besar dari sekadar menang dan kalah—tentang bagaimana sebuah race bisa menjadi panggung ujian bagi profesionalisme, keberanian, dan kesetiaan terhadap kepercayaan.

Karena di dunia pacuan kuda, bukan hanya kuda yang harus siap berlari. Pelatih, joki, dan seluruh sistem di belakangnya harus siap menghadapi keputusan tercepat—dengan risiko terbesar.

Sponsored Ad
First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025” First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025”

First Half Wrapped! Deretan Peristiwa Epik di “The Race of the Rising Stars 2025”

Baca Selengkapnya
Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Perjalanan San Marino Stable: Dari Sumbar ke Lintasan Pacu Nasional

Baca Selengkapnya
Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset! Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset!

Bisakah Half-Siblings Menjadi Pasangan Pejantan dan Indukan? Begini Penjelasannya Menurut Riset!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal? Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal?

Sejauh Mana Crossbreeding Meningkatkan Kualitas Kuda Pacu Lokal?

Baca Selengkapnya
Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable

Dari Mc Queen hingga Opera O, Ini Inspirasi dan Harapan di Balik Penamaan Unik Kuda di Van Doeloer Stable

Baca Selengkapnya
Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi

Dari Kelas Kuda Kecil Menuju Indonesia Derby, Perjalanan Iqbal Rahmadias Membangun Prestasi

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun? Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun?

Dari Lintasan Menjadi Pejantan dan Indukan, Kapan Idealnya Kuda Pacu Pensiun?

Baca Selengkapnya
“Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017 “Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017

“Jadi Juara di Indonesia Derby”: Ambisi Besar Jones Paendong, Joki Terbaik 2017

Baca Selengkapnya
Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X! Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X!

Salah Satu Kejuaraan Bergengsi, Begini Prestise-nya Piala Raja Hamengku Buwono X!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

Buah Manis Konsistensi Triple’s: dari ‘Langganan’ Podium Kedua ke Takhta Juara Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

Baca Selengkapnya
Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’! Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’!

Tak Hanya Manusia, Kuda Juga Perlu Punya ‘Paspor’!

Baca Selengkapnya
‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint ‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint

‘Merebut Kemenangan’ dari Dominator, Princess Gavi Amankan Podium Super Sprint

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing! Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing!

Beda dengan Pacuan Kuda Biasa, Begini Mekanisme Harness Racing!

Baca Selengkapnya
Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda

Pemula Wajib Tahu! Ini Spot Penting di Arena Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional! Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional!

Tak Hanya Jago Kendalikan Kuda, Begini Tahapan Menjadi Joki Pacuan Profesional!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI

Bukan Sekadar Hobi, Begini Aturan Main sebagai Pemilik Kuda Pacu Menurut Ketentuan PORDASI

Baca Selengkapnya
Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda

Antara Ketahanan dan Keselamatan, Ini Standar Usia Pakai Ideal Peralatan Joki Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda

Totalitas dalam Menjalani Hobi: Dedikasi Hengki Yandrika sebagai Komentator Pacuan Kuda

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Lee Mineral - banner
Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional

Kejurnas Seri I dan II: Begini Perbedaan dan Mekanismenya dalam Kalender Pacu Nasional

Baca Selengkapnya
Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI! Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI!

Apakah Kuda Bisa Menang Tanpa Joki? Begini Aturan Resminya Menurut PORDASI!

Baca Selengkapnya
Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI

Bisakah Satu Stable Daftarkan Beberapa Kuda dan Joki di Kelas yang Sama? Begini Aturannya Menurut PORDASI

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda! Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda!

Wajib Dipatuhi! Ini 5 Aturan Tak Tertulis Saat Menonton Pacuan Kuda!

Baca Selengkapnya
Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung

Jadi Langganan Kejuaraan Nasional, Ini Daya Tarik Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung

Baca Selengkapnya
Pernah ‘Gagal’ di Derby, Kembali Bangkit di Star of Stars: Perjalanan Epik Naga Sembilan Taklukkan Lintasan Jarak Jauh Pernah ‘Gagal’ di Derby, Kembali Bangkit di Star of Stars: Perjalanan Epik Naga Sembilan Taklukkan Lintasan Jarak Jauh

Pernah ‘Gagal’ di Derby, Kembali Bangkit di Star of Stars: Perjalanan Epik Naga Sembilan Taklukkan Lintasan Jarak Jauh

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
3 Kelas Ini Paling Diincar di Kejuaraan Pacuan Kuda Nasional, Apa Saja? 3 Kelas Ini Paling Diincar di Kejuaraan Pacuan Kuda Nasional, Apa Saja?

3 Kelas Ini Paling Diincar di Kejuaraan Pacuan Kuda Nasional, Apa Saja?

Baca Selengkapnya