test

Better experience in portrait mode.
Contrail pemenang Triple Crown terakhir pada tahun 2020

Ragam Triple Crown di Jepang, Beragam Cara Menuju Kejayaan

SARGA NEWS - Istilah "Triple Crown" (Tiga Mahkota) di Jepang punya beragam tafsiran. Lebih tepatnya, Negeri Sakura punya sejumlah rangkaian lomba tematik agar kuda-kuda pacu di sana punya beragam jalur untuk meraih Triple Crown. 

Di berbagai penjuru Jepang, ada banyak rangkaian Triple Crown yang sengaja dibentuk lengkap dengan insentif finansial yang menggiurkan. Tujuannya adalah untuk mendorong dan mengapresiasi keunggulan kuda-kuda terbaik di berbagai seri balapan, wilayah, kelompok umur, hingga disiplin pacuan yang berbeda.

Classic Triple Crown

Tetap menjadi yang paling bergengsi, tiga balapan dalam Classic Triple Crown memiliki jarak tempuh yang terus meningkat di sepanjang musim. Format ini dirancang untuk menguji setiap aspek kemampuan fisik kuda Thoroughbred muda. Rangkaian ini terdiri dari Satsuki Sho (2.000 meter), Japanese Derby (2.400 meter), dan Kikuka Sho (3.000 meter).

Hanya kelompok kecil berisi kuda-kuda legendaris yang mampu menyapu bersih kemenangan di ketiga ajang ini, menjadikannya salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah pacuan kuda Jepang. Sejak tahun 2023, kuda apa pun yang berhasil memenangkan ketiga balapan tersebut akan diganjar bonus sebesar 300 juta Yen.

SARGA.CO

Sistem bonus ini juga berlaku untuk kuda yang mampu memenangkan Senior Spring Triple Crown informal (Osaka Hai, Tenno Sho Musim Semi, Takarazuka Kinen) atau Senior Autumn Triple Crown (Tenno Sho Musim Gugur, Japan Cup, Arima Kinen). Hingga saat ini, belum ada satu pun kuda yang berhasil menyapu bersih seri musim semi, sementara baru dua kuda yang berhasil memenangkan seri musim gugur.

Fillies’ Triple Crown

Dikenal juga dengan julukan Triple Tiara. Triple crown versi khusus kuda betina (fillies) ini terdiri dari Oka Sho (1.600 meter), Japanese Oaks (2.400 meter), dan Shuka Sho (2.000 meter).

Berbeda dengan Classic Triple Crown, Triple Tiara baru menemukan bentuk modernnya pada tahun 1990-an. Secara historis, kuda-kuda betina sering kali mencoba peruntungan di Kikuka Sho setelah berlaga di Oka Sho dan Oaks, mengikuti tradisi Triple Tiara di Inggris. Awalnya, Victoria Cup dan kemudian Queen Elizabeth II Cup sempat berfungsi sebagai leg ketiga sebelum akhirnya Shuka Sho diperkenalkan pada tahun 1996 untuk menciptakan seri yang kita kenal sekarang.

Karena jarak tempuhnya cenderung lebih pendek daripada Classic Triple Crown, sebagian pengamat menilai Triple Tiara sedikit lebih mudah untuk digapai. Kendati demikian, gelar ini tetap menjadi salah satu kehormatan tertinggi bagi kuda betina berusia tiga tahun, dan para pemenangnya sejak tahun 2023 berhak membawa pulang bonus 100 juta Yen.

Dirt Triple Crown

Triple Crown nasional terbaru di Jepang ini juga menjadi salah satu yang paling ambisius. Pertama kali diumumkan pada tahun 2022 dan resmi diluncurkan pada 2024, Dirt Triple Crown terdiri dari Haneda Hai, Tokyo Derby, dan Japan Dirt Classic.

Dikelola oleh National Association of Racing (NAR), seri ini diciptakan untuk memfasilitasi kuda-kuda spesialis lintasan tanah/pasir (dirt specialists) agar memiliki jalur kejuaraan mereka sendiri. Haneda Hai dan Tokyo Derby kini telah ditingkatkan statusnya menjadi G1 dan dibuka untuk peserta dari seluruh Jepang, sementara Japan Dirt Derby diubah namanya menjadi Japan Dirt Classic dan digeser ke bulan Oktober.

Meskipun sebelumnya ada tiga kuda yang berhasil menyapu bersih South Kanto Triple Crown yang lama—termasuk Mick Fire pada tahun 2023—pencapaian tersebut tidak diakui secara resmi di bawah format Dirt Triple Crown yang baru. Artinya, seri modern ini masih menanti juara pertamanya. Kuda pertama yang berhasil melakukannya akan mengantongi bonus sebesar ¥80 million.

Triple Crown di Luar Panggung Nasional

Gelar Triple Crown tidak hanya terbatas pada sirkuit balap nasional Jepang. Banyak organisasi balap regional yang mengembangkan seri kejuaraan mereka sendiri untuk mempromosikan kompetisi lokal dan menyaring kuda-kuda terbaik di setiap generasi.

Setiap seri mencerminkan tradisi dan budaya pacuan di wilayahnya masing-masing, sekaligus memberikan target besar yang prestisius bagi kuda-kuda lokal.

Beberapa Triple Crown Regional Meliputi

- Hokkaido Triple Crown (Hokuto Hai, Hokkai Yushun, Oukan Sho)
- Southern Kanto Triple Tiara (Urawa Oka Sho, Tokyo Princess Sho, Kanto Oaks)
- Tokai Triple Crown (Shuntei Sho, Tokai Yushun, Gifu Kinsho)
- Kochi Triple Crown (Kuroshio Satsuki Sho, Kochi Yushun, Kuroshio Kikuka Sho)
- Saga Triple Crown (Saga Satsuki Sho, Eijo Sho, Lotus Crown Sho)
- Kanazawa Triple Crown, yang bahkan telah berkembang menjadi Quadruple Crown (Empat Mahkota), di mana kuda betina berpotensi meraih gelar Quintuple Crown (Lima Mahkota) tingkat regional.

Triple Crown Non-Thoroughbred

Uniknya, Jepang bahkan memiliki Triple Crown dalam ajang Ban'ei Racing, salah satu bentuk pacuan kuda paling tidak biasa di dunia. Berbeda dengan balapan Thoroughbred pada umumnya, kuda-kuda Ban'ei harus menarik kereta seret berbobot berat melewati lintasan pasir berundak. Format ini menguji kekuatan otot, daya tahan, dan kelihaian kusir sama besarnya dengan kecepatan murni kuda itu sendiri.

Ban'ei Racing saat ini menyediakan Triple Crown terpisah untuk kategori kuda berusia dua tahun, tiga tahun, dan empat tahun. Kejuaraan ini telah menjelma menjadi salah satu kehormatan tertinggi dalam disiplin tersebut dan menampilkan sisi yang sepenuhnya berbeda dari industri pacuan kuda di Jepang.

Ban'ei Race

Lebih dari Satu Jalan Menuju Kejayaan

Meskipun Classic Triple Crown tetap menjadi gelar yang paling memikat imajinasi para pencinta pacuan kuda di seluruh dunia, ajang ini hanyalah satu bab dari kaya dan luasnya tradisi balap di Jepang.

Dari ajang elite JRA Classics hingga kejuaraan regional dan dunia unik Ban'ei racing, konsep Triple Crown—baik di atas rumput (turf), tanah (dirt), maupun pasir—telah berevolusi menjadi sebuah perayaan atas keunggulan di setiap level olahraga ini.

AWWE & PICAN SEMINGGU SUNGKEM KETEMU DOMINATOR DAN JOKI ANGEL MANARISIP

Sponsored Ad
Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 2 IHR IHR Cup 2026: Pembuktian Diri Para Calon Derby Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 2 IHR IHR Cup 2026: Pembuktian Diri Para Calon Derby

Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 2 IHR IHR Cup 2026: Pembuktian Diri Para Calon Derby

Di IHR Cup 2025, King Asva (dh. Raja Bhayangkara) merajut asa dari Calon Derby Divisi 2, hingga menjadi penantang Indonesia Derby 2026.

Baca Selengkapnya
Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 1 IHR IHR Cup 2026: Full Gate Mencari Jagoan Baru Kuda Sumbar Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 1 IHR IHR Cup 2026: Full Gate Mencari Jagoan Baru Kuda Sumbar

Hasil Drawing Kelas 3 Tahun Derby div 1 IHR IHR Cup 2026: Full Gate Mencari Jagoan Baru Kuda Sumbar

Nama Zara Dynamite, Madina Balipa, Ameera Nagura menjadi tiga dari delapan kuda yang bertarung di kelas utama, pertarungan jarak 1.400 M ini

Baca Selengkapnya
Bendang dan Wining Stable Rayakan Kelahiran Anak-anak Kuda Baru Bendang dan Wining Stable Rayakan Kelahiran Anak-anak Kuda Baru

Bendang dan Wining Stable Rayakan Kelahiran Anak-anak Kuda Baru

Awal Agustus 2026 Bendang sudah menyambut kelahiran enam anak kuda sementara Wining Stable merayakan kelahiran dua anak kuda mereka.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Lari Penutupan Karier Romantic Spartan dan She's Coming di Indonesia Derby 2026 Lari Penutupan Karier Romantic Spartan dan She's Coming di Indonesia Derby 2026

Lari Penutupan Karier Romantic Spartan dan She's Coming di Indonesia Derby 2026

Romantic Spartan dan She's Coming memulih Indonesia Derby 2026 sebagai panggung last dance mereka di pacuan kuda Indonesia.

Baca Selengkapnya
Meisho Tabaru Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Empat Tahun ke Atas Jepang Paruh Pertama 2026 Meisho Tabaru Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Empat Tahun ke Atas Jepang Paruh Pertama 2026

Meisho Tabaru Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Empat Tahun ke Atas Jepang Paruh Pertama 2026

Kemenangan Meisho Tabaru di Takarazuka Kinen 2026 membawa dampak besar terhadap keunggulan sementara ini.

Baca Selengkapnya
Bow Echo Pensiun Tak Terkalahkan dengan Raihan Tiga Gelar G1, Usai Alami Cedera Saat Latihan Bow Echo Pensiun Tak Terkalahkan dengan Raihan Tiga Gelar G1, Usai Alami Cedera Saat Latihan

Bow Echo Pensiun Tak Terkalahkan dengan Raihan Tiga Gelar G1, Usai Alami Cedera Saat Latihan

Bow Echo resmi pensiun setelah mengalami cedera saat latihan. Putra Night Of Thunder itu mengakhiri karier dengan rekor sempurna enam kemenangan dari enam start, termasuk tiga gelar G1 bergengsi pada musim 2026.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Gelanggang Kubu Gadang: Menakar Gengsi dan Menundukkan Sejarah di IHR Cup 2026 Gelanggang Kubu Gadang: Menakar Gengsi dan Menundukkan Sejarah di IHR Cup 2026

Gelanggang Kubu Gadang: Menakar Gengsi dan Menundukkan Sejarah di IHR Cup 2026

Lebih dari sekadar pacuan, IHR Cup 2026 di Gelanggang Kubu Gadang Payakumbuh adalah adu gengsi dan pelestarian tradisi. Persaingan 15 kelas berebut total hadiah Rp450 juta akan pada 23 Agustus.

Baca Selengkapnya
Sudah Pulang ke Bukittinggi, Sir Orbit Masih Belum Fit untuk IHR Cup 2026 Payakumbuh Sudah Pulang ke Bukittinggi, Sir Orbit Masih Belum Fit untuk IHR Cup 2026 Payakumbuh

Sudah Pulang ke Bukittinggi, Sir Orbit Masih Belum Fit untuk IHR Cup 2026 Payakumbuh

Sir Orbit sempat mengalami masalah peradagan di kaki kanan depannya. Cedera itu belu pulih total dan membuat dia kembali menepi untuk IHR Cup 2026 Payakumbuh.

Baca Selengkapnya
Finger Finish di Puncak Pemeringkatan Kuda Dirt Tiga Tahun Jepang Paruh Pertama 2026 Setelah Melengkapi Dirt Double Finger Finish di Puncak Pemeringkatan Kuda Dirt Tiga Tahun Jepang Paruh Pertama 2026 Setelah Melengkapi Dirt Double

Finger Finish di Puncak Pemeringkatan Kuda Dirt Tiga Tahun Jepang Paruh Pertama 2026 Setelah Melengkapi Dirt Double

Finger memuncaki Peringkat Kuda Dirt 3 Tahun Jepang 2026 usai menjuarai Haneda Hai dan Tokyo Derby. Simak analisis dan daftar lengkap pemeringkatan JRA!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Tingkatkan Standarisasi Pelatih, Komisi HBA & Tent Pegging PP PORDASI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Nasional Tingkatkan Standarisasi Pelatih, Komisi HBA & Tent Pegging PP PORDASI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Nasional

Tingkatkan Standarisasi Pelatih, Komisi HBA & Tent Pegging PP PORDASI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Nasional

Komisi HBA PP PORDASI gelar Pelatihan Pelatih Nasional di PORDASI HQ dan Al Kahfi Stable. Diikuti 30 peserta, bahas PO 13, sport science, dan horse welfare.

Baca Selengkapnya
Bintang-Bintang Muda Saratoga yang Berpotensi Menuju Kentucky Derby 2027 Bintang-Bintang Muda Saratoga yang Berpotensi Menuju Kentucky Derby 2027

Bintang-Bintang Muda Saratoga yang Berpotensi Menuju Kentucky Derby 2027

Saratoga mulai melahirkan kandidat Kentucky Derby 2027. Powerline, The Good Life, dan sejumlah kuda muda berbakat menjadi sorotan musim panas ini.

Baca Selengkapnya
Lovcen Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Tiga Tahun Jepang Setelah Raih Dua Gelar Klasik Lovcen Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Tiga Tahun Jepang Setelah Raih Dua Gelar Klasik

Lovcen Puncaki Peringkat Kuda Turf Usia Tiga Tahun Jepang Setelah Raih Dua Gelar Klasik

Sanf Double Crown 2026, Lovcen saat ini menjadi kuda usia 3 tahun paling bersinar di lintasan turf Jepang.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Copano Rickey: Raja Dirt Jepang yang Membawa Feng Shui ke Uma Musume Copano Rickey: Raja Dirt Jepang yang Membawa Feng Shui ke Uma Musume

Copano Rickey: Raja Dirt Jepang yang Membawa Feng Shui ke Uma Musume

Dengan rekor 11 kemenangan di lintasan dirt Jepang, Copano Rickey adalah salah satu kuda terhebat di Negeri Sakura

Baca Selengkapnya
Mudik Setelah Indonesia Derby 2026, Volcanic dan Hennessy Angel Siap Berlaga di IHR Cup Payakumbuh 2026 Mudik Setelah Indonesia Derby 2026, Volcanic dan Hennessy Angel Siap Berlaga di IHR Cup Payakumbuh 2026

Mudik Setelah Indonesia Derby 2026, Volcanic dan Hennessy Angel Siap Berlaga di IHR Cup Payakumbuh 2026

Keduanya sempat turun di kelas finalis maupun non-finalis IHR Indonesia Derby 2026. Kini telah pulang ke Sumbar, keduanya bakal meramaikan IHR Cup Payakumbuh 2026.

Baca Selengkapnya
Liban Agogo dan Medina Balipa Siap Curi Perhatian di IHR Cup Payakumbuh 2026 Liban Agogo dan Medina Balipa Siap Curi Perhatian di IHR Cup Payakumbuh 2026

Liban Agogo dan Medina Balipa Siap Curi Perhatian di IHR Cup Payakumbuh 2026

Dua kuda yang banyak menjajal pacuan lokal Sumbar ini akan menjajal kelas Calon Derby di IHR Cup 2026.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
KAI
Seeking the Pearl: Kuda Pacu Penjelajah Dunia yang Terus Hidup di Uma Musume Seeking the Pearl: Kuda Pacu Penjelajah Dunia yang Terus Hidup di Uma Musume

Seeking the Pearl: Kuda Pacu Penjelajah Dunia yang Terus Hidup di Uma Musume

Lahir di Amerika Serikat (AS), dibentuk di Jepang dan menjadi juara di Prancis. Seeking the Pearl adalah pionir kuda Jepang di pentas dunia.

Baca Selengkapnya
Nagura Stable Siapkan 3 Kuda Derby untuk IHR Cup Payakumbuh 2026 Nagura Stable Siapkan 3 Kuda Derby untuk IHR Cup Payakumbuh 2026

Nagura Stable Siapkan 3 Kuda Derby untuk IHR Cup Payakumbuh 2026

Pusako Nagura, Ameera Nagura, dan Golden King Dipersiapkan untuk IHR Cup 2026 dari Nagura Stable.

Baca Selengkapnya
Bintang G1 Empat Kali White Abarrio Pensiun dan Bersiap Jadi Pejantan di Gainesway Bintang G1 Empat Kali White Abarrio Pensiun dan Bersiap Jadi Pejantan di Gainesway

Bintang G1 Empat Kali White Abarrio Pensiun dan Bersiap Jadi Pejantan di Gainesway

Usai berlaga di Whitney Stakes, kuda juara G1 empat kali White Abarrio resmi pensiun. Ia akan memulai peran baru sebagai pejantan di Gainesway Farm.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Bendang Stable Bagikan Foto Arceus Nagari Saat Baru Lahir, Punya Seekor Full Sister Angkatan 2027 Bendang Stable Bagikan Foto Arceus Nagari Saat Baru Lahir, Punya Seekor Full Sister Angkatan 2027

Bendang Stable Bagikan Foto Arceus Nagari Saat Baru Lahir, Punya Seekor Full Sister Angkatan 2027

Mario Bahar membagikan beberapa foto masa kecil Arceus Nagari setelah kuda jagoan Kelas C itu meninggal dunia pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya
Deterministic Pertahankan Mahkota G1 Fourstardave di Saratoga Deterministic Pertahankan Mahkota G1 Fourstardave di Saratoga

Deterministic Pertahankan Mahkota G1 Fourstardave di Saratoga

Deterministic takes the G1 Fourstardave Stakes under jockey Kendrick Carmouche for trainer Miguel Clement for the 2nd year in a row, earning a spot in the Breeders' Cup Mile on his sixth consecutive graded stakes win.

Baca Selengkapnya
Rekor Tak Terkalahkan Arceus Nagari Sepanjang 2026, Putus Bersama Napas Terakhir Sang Juara Rekor Tak Terkalahkan Arceus Nagari Sepanjang 2026, Putus Bersama Napas Terakhir Sang Juara

Rekor Tak Terkalahkan Arceus Nagari Sepanjang 2026, Putus Bersama Napas Terakhir Sang Juara

Dari tiga race yang diikuti pada tahun 2026, Arceus Nagari belum pernah kalah dan selalu menjadi yang terdepan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Terima Kasih She’s Coming, Akhir Perjalanan Sang Pejuang di Indonesia Derby 2026 Terima Kasih She’s Coming, Akhir Perjalanan Sang Pejuang di Indonesia Derby 2026

Terima Kasih She’s Coming, Akhir Perjalanan Sang Pejuang di Indonesia Derby 2026

She’s Coming resmi pensiun usai Indonesia Derby 2026. Simak perjalanan emosional 'si Neng' bersama Dani Saddak, dari raihan 2 Kejurnas hingga kini menjadi indukan.

Baca Selengkapnya
Mengenang Momen Naik Kelas Arceus Nagari, Langsung Unjuk Gigi di Panggung Bergengsi Mengenang Momen Naik Kelas Arceus Nagari, Langsung Unjuk Gigi di Panggung Bergengsi

Mengenang Momen Naik Kelas Arceus Nagari, Langsung Unjuk Gigi di Panggung Bergengsi

Arceus Nagari meninggalkan pacuan kuda nasional dengan serangkaian performa impresif. Salah satu yang paling signifikan terjadi di IHR Juni 2026 lalu. Naik dari Kelas D ke Kelas C, Arceus langsung menjadi juara.

Baca Selengkapnya
Lari Terakhir Arceus Nagari yang Dramatis Lari Terakhir Arceus Nagari yang Dramatis

Lari Terakhir Arceus Nagari yang Dramatis

Arceus Nagari menghembuskan napas terakhir, Rabu, 12 Agustus 2026. Selamat jalan sang juara.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arceus Nagari Tutup Usia, Sang Juara Kini Berlari dalam Keabadian Arceus Nagari Tutup Usia, Sang Juara Kini Berlari dalam Keabadian

Arceus Nagari Tutup Usia, Sang Juara Kini Berlari dalam Keabadian

Arceus Nagari meninggal dunia, Rabu, 12 Agustus 2026, akibat insiden di kandang, usai latihan pagi hari.

Baca Selengkapnya